Story from Edinburgh

Aku dan Rhoma Irama – Kenangan Bersama Kakek

The moments with you have become my heartbeats that make me think of you all the time, just to stay alive. I miss you…..

Akhir-akhir ini malamku dihabiskan dengan bekerja di hadapan komputer sampai pagi hari, membaca berbagai macam buku dan menuliskannya ke dalam beberapa file bertuliskan “Dissertation – Draft.” Tentu ini bukan karena deadline yang menumpuk. Sekarang hidupku sedikit terasa lebih mudah karena hanya tinggal disertasi. Walau begitu, semangatku untuk mengerjakan disertasi ini sedang on fire. Rasanya topik ini seperti ada koneksi batin dengan apa yang pernah aku alami selama ini.

Setidaknya sebagai educator, aku melihat banyak sisi yang relevant dari topik disertasi ini. Bahwa dunia tidak pernah baik. Dunia tidak pernah adil. Dan kita semua yang membuat nya seperti itu karena kita, manusia punya pemikiran dimana pemikiran tersebut kita salurkan dengan kegiatan materil. Pun kegiatan materil mempengaruhi cara pikir dan pandang kita.

Intinya, manusia menciptakan tatanan sosial dan tatanan sosial menciptakan manusia. Secara teori, ini yang disebut dengan dialectical theory.

Oh.. what a vile world we are living in now! Perhaps I shall talk about my dissertation on the next post.

Kembali ke judul. Malam tadi aku mendadak terasa mellow sekali. Sering sih sebenarnya mengalami kondisi seperti ini. Maklum seorang phlegmatis melankolis. Ini juga disebabkan karena aku sering banget overthinking sesuatu.

It’s like I think too much and I feel too deeply.

Tapi hal ini bukan merupakan sebuah kutukan. Aku malah bersyukur karena setidaknya aku bisa memahami, melihat, dan merasakan apapun jauh lebih mendalam.

Nah semalam, ketika asyik membaca (pusing sebenarnya dengan teori dan filosofi semua ini), sebuah lagu yang terasa begitu familiar mengalun di Youtube. Kadang aku belajar sambil dengerin Youtube and I let Youtube play whatever song it has on the next autoplay. Entah kenapa pula video Rhoma ini muncul dan mengalun. Oh mungkin karena kadang aku muter lagu dia sih. Seru kan muter lagu dangdut di negeri orang haha.. Rasanya seperti berada di negeri sendiri.

Lagu Rhoma yang berjudul “Kerinduan” ini pun mengalun. Aku tersontak. Entah kenapa pikiranku langsung mengarah ke sosok yang begitu sangat berarti dalam hidup ini. Sebuah sosok yang sangat aku rindukan. Sebuah sosok yang tidak pernah bisa aku temui lagi.

Ya Tuhan! Betapa sebuah lagu itu bisa sangat powerful, bisa membawa aku ke masa-masa itu. Mungkin benar pula adanya bahwa yang namanya mesin waktu itu ada. Setidaknya di dalam ranah pikiran. Yang jelas, aku tiba-tiba sangat merindukannya. Aku ingin memeluknya, mencium telapak tangannya dan bersimpuh di hadapannya. Seseorang yang telah membuat aku seperti sekarang ini. Seseorang yang begitu berjasa dalam hidupku ini.

Beliau adalah kakekku. Sesosok pengganti ayahku. Seorang figure yang hilang dari hidupku. Seorang figure yang selalu aku nantikan.

Dulu.. ketika masa-masa kecilku di sebuah desa. Rutinitas malamku setelah mengaji adalah belajar dan mengerjakan PR dibawah cahaya sebuah lampu minyak tanah. Kebetula listrik belum masuk desa waktu itu. Aku biasanya duduk, kadang terlentang di tengah hamparan tikar pandan sambil membuka-buka buku. Kadang juga mengulas bacaan Al-Quran yang aku pelajari setiap sore sampai malam hari.

Kakekku.. biasanya beliau duduk di sebuah kursi tua. Sedang nenek kadang sering duduk disana atau tidur di kamar. Nenek memang selalu tidur lebih awal. Kakekku biasanya duduk dengan mata terpejam. Tapi beliau tidak tidur. Peci (kopiah) hitam M. Iming dengan setia berada di atas kepalanya. Sedangkan baju koko dan sarung Gajah Duduk masih setia menempel di badannya bekas beliau menunaikan Shalat Isha.

Lagu-lagu dangdut lama terutama lagu Rhoma Irama selalu mengalun di radio kecil di sampingnya. Kadang, kami memutar lagu-lagu Rhoma Irama melalui sebuah kaset pita. Lagu dangdut adalah kesenangan warga desa, dan lagu Rhoma merupakan favorit kakek dan nenek, dan menular ke aku.

Terkadang pula, ketika aku membaca Al-Quran atau ceramah dan terselip kata “Nabi Muhammad SAW”, maka beliau akan mengulang kata “SAW” sebagaimana yang sering di ajarkan. Dan kadang ketika aku terlampau lelah dan tertidur, biasanya kakekku membawaku ke kamar sebelah, menyelimutiku, dan besoknya membangunkanku untuk sekolah.

Begitulah hidupku, bertiga dengan kakek dan nenek penuh kesederhanaan dan kedamaian. Aku memang tidak terlahir dari keluarga yang utuh, tapi aku merasakan kasih sayang mereka begitu tulus.

Karena berkat mereka lah aku bisa seperti ini. Bisa melangkah jauh. Kakekku adalah seorang pendiam tapi pekerja keras luar biasa. Dan beliau sangat mengerti arti pendidikan. Di saat teman-teman sebayaku lulus SD dan menjadi pekerja serabutan di Jakarta, kakekku memaksaku untuk melanjutkan sekolah, bagaimanapun caranya.

Meskipun akhirnya aku harus mengucapkan selamat tinggal, pindah ke kota untuk sekolah dan tinggal bersama ibuku. Kebetulan saat itu belum ada sekolah SMP di desaku. Hanya sebuah sekolah SD tua, usang dan lapuk.

Dan malam ini aku seperti kembali ke masa-masa itu. Bayanganku begitu vivid. Aku seperti merasakan itu semua kembali. And I just realised how I much I miss him. Sudah 9 tahun kakek meninggalkan kita semua. Kembali ke hadapan-Nya. Dan yang bisa aku lakukan sekarang cuma bisa berdoa dan mengaji. Walau tidak sesering dulu. But I believe he is fine and prosper up there.

Ah.. lagu Rhoma Irama ini telah membawaku kembali ke masa-masa kecil yang indah. Mengingatkanku untuk selalu bersyukur dan untuk melihat ke bawah. Menyadarkanku untuk selalu memahami akan eksistensiku di sini.

But if I could have just one wish, I wish I could meet him again.. for one more time 😦

*********

Edinburgh, 19 May 2017
United Kingdom

Pictures:
https://www.google.co.uk/search?q=rhoma+irama&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiL7J-8yPzTAhWDJ8AKHZJZBnwQ_AUIDCgD&biw=1366&bih=662#imgrc=-i9SPPnJMv1iJM:
https://www.tokopedia.com/detwinshop/kopeah-kopiah-peci-m-iming-bac-series

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s