UK College Life

The UK College Life Part #1 – Yakin Kuliah S2?

Menos Feio, Menos Malvado, Menos Desumano
Less Ugly, Less Cruel, Less Inhumane

(Paulo Freire)

windsor_castle_at_sunset_-_nov_2006
Windsor Castle – Wikipedia

Akhir-akhir ini ditengah tumpukan tugas yang seakan tiada hentinya datang menghantui, aku tergila-gila akan Paolo Freire dengan The Pedagogy of the Oppressed-nya, yang intinya mengajak bahwa sebagai seorang guru atau edukator, tugas kita bukan hanya untuk mengajar tapi juga men-transformasi anak didik kita untuk lebih peka akan lingkungan sekitar. Seperti quote nya di atas bahwa pendidikan harus menciptakan dunia yang less ugly, less cruel and less inhumane bukan malah menambah permasalahan atau menciptakan anak didik yang sama (cultural reproduction).

Nah, setelah submit paper ketiga hari ini, aku akhirnya punya sedikit waktu untuk melanjutkan blog yang merana ini. Sebenarnya banyak alasan sih untuk menulis konten yang satu ini, bukan semata-mata ingin memperkenalkan sistem pendidikan di Inggris tapi juga sebagai ajang curhat diriku yang kadang merasa “lelah” dengan workload sekolah paskasarjana.

Tapi bukan berarti ngeluh ya. Ini lebih ke bagaimana aku mengajak kita semua untuk re-thinking mengenai niat sekolah S2. Tentunya agar niat kita lebih lurus dan terarah.

stress-meme
healthyheels.com

Hokay… let’s start from the very small thing that probbaly many people fail to notice, yaitu niat sekolah S2 terutama di luar negeri.

Maksudnya? Jangan sekolah di luar gitu? Jangan sekolah di Inggris?

Bukan bukan… maksudnya kita mesti bener-bener pikir ulang niat kita untuk sekolah S2 di luar karena kebetulan sekarang ini kesempatan untuk lanjut sekolah di luar itu sudah semakin terbuka. Berbagai jenis beasiswa banyak ditawarkan, belum lagi beasiswa bapak-ibu.

Bukannya itu bagus? Jadinya kan semakin banyak generasi Indonesia yang sekolah di luar?

Yes, of course it’s good. I’m not against it.

Tapi di satu sisi, ini bisa menjadi sebuah dilema bahkan masalah kalau-kalau niat kita untuk sekolah lagi itu tidak dipikirkan dengan matang. Dengan semakin mudahnya kesempatan belajar diluar, banyak dari kita yang menjadi take it for granted, lebih berpikir karena gengsi dan jalan-jalannya padahal semua itu hanya bonus sebenarnya.

What we should do is actually easy, yaitu memikirkan kembali niat kita dengan matang. Apa sih motivasi utama kita sekolah di luar? Gengsi? Jalan-jalan? Kampus yang keren? Atau apa?

e61e06adaf86d90f5ba65787750788b7418543fe688b229ca9ce1dcc3b2ad459
quickmeme.com

Ini sangat penting karena seperti kata orangtua niat itu adalah awal segalanya. Kalau niatnya kurang kuat kita bisa menjadi salah arah and lost. Satu hal yang perlu di renungkan bahwa kuliah di luar itu perlu komitmen (kuliah dimanapun perlu komitmen sebenarnya), dan itu tidak cukup hanya dalam hati tapi aksi dan implikasinya juga.

Ah.. gampang komitmen mah!

Mengucapkan sih gampang, tapi menjalankannya itu susah. Kuliah S2 bukan hanya semata-mata kita ingin naik “derajat” atau mengejar karir yang lebih baik. Sah-sah saja sih punya niatan seperti itu coz motivation varies people to people, and nothing wrong with that. Kuliah S2 (konteks saya di luar negeri) perlu komitmen dalam bidang akademik yang kuat. Sekolah S2 dituntut bukan hanya skills tapi juga pemahaman akan teori bidang yang kita geluti mesti mumpuni.

S1 boleh lah masih bisa berleha-leha tapi tidak dengan S2. Disini workload nya luar biasa dan kita di tuntut untuk mandiri, jauh lebih mandiri karena dosen S2 perannya lebih sebagai “pengarah” daripada “pemberi”. Tugas kita lah yang harus mencari dan memahami sementara mereka mengarahkan.

Nah udah sedikit kebayang kan?

Celaka lah kita ini kalau komitmen akan bidang akademiknya rendah, kita bisa gagal dan depresi #beratbahasanya

Sesusah itu kah kuliah di luar?

50-hilarious-study-abroad-memes
adventureseeker.com

Haha.. susah enggaknya itu relatif. Makanya aku kali ini pengen memberikan sedikit gambaran mengenai kuliah S2 di luar negeri, terutama di Inggris, terutama lagi di University of Edinburgh dan terutama lagi di Moray House School of Education, dan dan dan lebih khusus lagi untuk jurusan TESOL.

So, tolong di pahami bahwa tulisan ini tidak bisa di generlasisasi. Anggap tulisan ini sebagai pemberi gambaran, pemahaman dan refleksi.

Okayy cukup sudah introduction nya kepanjangan.

Maaf maaf haha..

Aku sebenarnya pernah menulis konten seperti ini tapi mengenai pendidikan di Amerika. Silakan klik disini bagi yang belum baca. Nah, sekarang giliran Inggris.

Beda emang?

Iyalah, jangankan lintas negara, lintas jurusan dalam satu kampus saja bisa berbeda. That means, please don’t treat this piece as a comparison between US and UK education system, apalagi kalau sampe bertanya “Kak, enakan kuliah dimana?”

Masalah suka dan ga suka, enak dan ga enak itu personal taste. Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai perbandingan antara sistem pendidikan Amerika dan Inggris karena bagi aku pribadi, aku sangat bersyukur bisa merasakan keduanya, dengan beasiswa lagi.

Sombong!!

Haha.. enggaklah. Okay let’s start from the most general thing, how the UK education system works, sampe kepada hal-hal super kecil kaya nyewa flat, toko apa yang murah untuk belanja kebutuhan sehari-hari atau nyuci baju dimana. Dan aku juga ingin lebih menegaskan mengenai masalah penilaian alias “assessment” disini yang menurutku sangat luar biasa ketat.

Well, I know there are many blog posts talking about UK education system. Makanya aku ingin menambah koleksi tulisan dalam topik tersebut.

1. How UK education system works

The UK, a country where modernity blends with tradition – NH

5cf8d68adfbc926b964baa0e9f5b8056_xl
chinaukbridge.com

Secara luas negara, Inggris mungkin memang tidak besar, tapi Inggris termasuk negara yang sangat kuat pengaruhnya di dunia dalam berbagai bidang, contohnya bidang pendidikan. Inggris menjadi buruan para siswa internasional sebagai tempat belajar selain USA atau Australia.

Oh iya karena banyak yang kurang paham, aku jelaskan disini kalau Inggris itu negara kesatuan makanya disebut the UK alias United Kingdom karena ada beberapa negara berbeda di dalamnya. Yaitu England, Scotland, Wales and Northern Ireland. Sementara Ireland sendiri bukan merupakan bagian dari UK. Meskipun mereka bergabung dalam satu pemerintahan, sebenarnya banyak dari urusan negara yang diurus masing-masing, termasuk dalam education system. Makanya nih sistem pendidikan antara England dan Scotland tentu banyak perbedaannya. So, tulisan ini akan lebih fokus ke Scotland.

map_of_uk_600x675px_1

Secara umum pendidikan di Inggris sama kaya pendidikan di negara lain di dunia. Ada primary school, secondary dan university level. Yang membedakan biasanya jumlah tahunnya aja. Misal di Scotland, mereka mulai masuk nursery school (semacam kindergarden), terus primary school. Biasanya di singkat menjadi “P”, mulai dari “P1 – P7”. Usia awal masuk biasanya mulai dari usia 4-5 tahun dan selesai primary (P7) di usia sekitar 11-12 tahun.

Setelah itu mereka lanjut ke Secondary school (S1-S6) dengan rentang usia dari 12 tahun sampai 17 tahun. Beda dengan di Indonesia dimana pembagiannya antara TK, SD, SMP dan SMA, di Scotland hanya Nursery, Primary dan Secondary. Setelah itu mereka bisa take a year off atau langsung masuk universitas.

Oh iya sekolah di Scotland kebanyakan gratis, termasuk undergraduate level. Makanya tingkat pendidikan orang Scotland itu termasuk tinggi. Mereka baru bayar uang kuliah di tingkat master (S2). Tapi ini hanya berlaku untuk orang Scotland. Kamu tetep mesti bayar meskipun kamu berasal dari England atau Wales. Satu lagi, tidak semua orang Inggris mau disebut British. Mereka lebih bangga akan negara masing-masing. So, jangan bilang kalau Scottish adalah British. Kebanyakan mereka tidak suka akan sebutan British, apalagi dengan suasan politik setelah Brexit.

scotland
studyacrossthepond.com

Untuk system sekolah dibagi antara state dan private school. Di Scotland tidak di kenal “public school” yang ada adalah “private school”. Yang di danai oleh pemerintah adalah “State School” dan umumnya sangat ketat dan sedikit tertutup dari private schools. Untuk university level, semuanya public universities alias di danai oleh Scottish Government. Luar biasa memang Scotland ini.

Universitas di Scotland sudah sangat terkenal akan peranannya dari semenjak jaman “enlightenment”, dan 4 universitas di Scotland termasuk dalam kategori ancient universities alias universitas tua. Yang tertua adalah St. Andrews, disusul Glasgow, Aberdeen dan Edinburgh. Makanya gedung-gedungnya super tua. Keempat university tersebut sudah sangat terkenal dan masuk ke dalam 200 ranking 200 ranking dunia. Makanya jangan heran kalau sistem pendidikan di Scotland termasuk sangat bagus.

graduation_hall_1jan12
University of Edinburgh Graduation Hall

2. How to get into UK universities?

admission-process

Ya kalo mau masuk ya masuk aja kang! kebanyakan pintunya ga dikunci kok.

Hehe.. bukan, maksudnya menjadi bagian dari alamamater mereka.

Oh itu, daftarnya online ya. Untuk S1 kebanyakan via UCAS system. Aku sih ga terlalu paham yah UCAS kaya gimana. Cuma kalo untuk S2 lebih mudah lagi. Tinggal kunjungi web kampus yang dituju, cari school dan jurusan yang kita mau (school sama kaya fakultas), terus baca syarat-syaratnya, kalo dirasa eligible, bikin lah akun, uplaod semua dokumen yang diminta dan tunggu jawabannya.

So simple kan?

Tapi berapa lama kira-kira pengumumannya?

Ini relatif sih. Tiap sekolah berbeda. Biasanya antara 2 sampe 4 minggu. Aku sih kemarin di Edinburgh sekitar 5 harian sih. Entah apa yang membuat berbeda. Kayanya tergantung seberapa sibuk bidang admissionnya kali ya.

Oh ya kalau ada yang kurang paham silakan email mereka. Sejauh pengalamnku apply ke tiga kampus di UK, mereka sangat responsif dalam menjawab pertanyaan. Bahkan ada yang bisa ngirim katalog sampai ke rumah kita.

Ini salah satu pelajaran juga kalau bagus enggaknya sebuah kampus bisa di lihat dari cara pelayanan mereka kepada mahasiswa dan calon mahasiswa juga. Bahkan tingkat kepuasan mahasiswa termasuk salah satu key factor bagus tidaknya sebuah kampus. Makanya mereka berlomba-lomba memberikan pelayanan yang bagus.

Eh beda ga sih sama di Indo?

Haha… entah ya. Jangan curhat disini :p

Nah hasil aplikasinya sendiri ada tiga, yaitu, diterima tanpa syarat (Unconditional), dengan syarat (Conditional) dan tidak diterima alias gagal (we regret to inform you… biasanya isi emailnya gitu kan haha). Surat keterangan penerimaan disebut LoA (Letter of Acceptance) atau LoO (Letter of Offer).

screen-shot-2014-02-11-at-18-25-21
lea.verou.me

Suka banyak kan yang nanya gimana supaya dapat LoA dari kampus Inggris. Jawabannya kamu mesti daftar dulu haha… dan baca persyaratannya. Sangat jelas kok dan website kampus-kampus Inggris sangat user-friendly sekali bahkan buat yang gaptek sekalipun.

Syarat-sayaratnya apa kang?

Ih kan dah di bilang baca dulu!

Malesss…

Baiklah, tiap kampus beda ya. Bahkan tiap jurusan sekalipun. Sekolah yang rankingnya tinggi biasanya lebih ketat. Tapi umumnya mereka perlu:

  • Aplikasi (dibuat online, bisa juga didonlot dan kirim ke mereka kalau ga tahu cara koneksi ke internet ya, kebangetan!)
  • Copy Ijasah dan transcript plus translation nya kalau tidak dalam bahasa Inggris. Tapi ada beberapa kampus yang minta kita untuk kirim Ijasah dan transcript asli. Bukan buat di gadaikan palagi dicuri tapi itu memang ketentuan mereka. Tar juga di balikin kok πŸ˜€
  • Hasil test bahasa Inggris, terutama IELTS ya kalau ke Inggris. Walaupun kampus nerima tes dari toko sebelah kaya TOEFL, pihak imigrasi hanya menerima IELTS. So, daripada tes dua kali, udah mending fokus ke IELTS aja. Score yang diminta beda-beda juag tiap kampus dan jurusan. Kembali kalau kampusnya bergengsi (define “bergengsi” haha) minta nilai yang bikin jungkir balik. Misal jurusanku TESOL di Edinburgh minta band score minimal 7.0 dengan komponen masing-masing tidak lebih dari 6.5. Atau Oxford misalnya minta 7.5. Gosh! Oh ya kebanykan juga jurusan sosial science minta nilai IELTS yang tinggi karena kita akan bergelut dengan analisan buku dan menulis. Kalau menulis kalimat sempurna dalam bahasa Inggris saja masih tidak tahu, urungkan saja niat sekolah di luar hehehehhehehe… πŸ˜€
  • Personal statement atau statement of purpose atau motivational letter. Beda-beda istilah tapi mirip-mirip lah secara konten. Jangan tanya juga gimana nulis Personal statement yang bagus karena kampus biasanya punya guideline dan contoh jadi bisa di pelajari. Kalo ga google aja banyak kok. Kalo mau tanyanya yang lebih specific kaya “Kak, gimana ya biar tulisannya lebih greget?” πŸ˜€
  • Work sample atau semacam hasil karya tulis ilmiah/ publikasi atau portfolio.

Kayanya secara umum itu sih yang diminta. Selebihnya cek web jurusan masing-masing. Kalau tidak tahu, buka web kampus utama terus cari bagian admission, cari postgraduate, cari nama sekolah kemudian jurusan yang di tuju πŸ™‚

Terus, kalau diterima tanpa syarat dikampus impian, silakan berjingkrak ria atau bahkan kayang haha… kalau conditional, jangan sedih. Artinya mereka suka sama kamu cuma belum lengkap aja persyaratan yang diminta. Misal nilai IELTS masih kurang. Kalau gagal ya jangan sedih juga apalagi melarikan diri dari kenyataan. It’s not the end of the world! Apply ke banyak kampus coz kebanyakan free, kecuali London-based universities kebanyakan ada fee nya sekitar 80 pounds ke atas.

Untuk Edinburgh sendiri free ya (promo! grab fast sis!) :p

Eh jadi kaya jualan bedak online. Fokus!

Okay okay :p

Kalau sudah diterima ya tunggu kabar selanjutnya ya. Biasanya email dari mereka bakal menghiasi inbox. Termasuk kalau mereka minta deposit buat tuition fee atau flat. Nanti ya di bahas lebih detail mengenai ini.

Again, Edinburgh sendiri ga ada deposit depositan haha πŸ˜€

Kalau kamu sudah diterima tapi berubah pikiran, gapapa kamu bisa mengundurkan diri kok dengan cara email mereka. Jangan ragu ya mereka sudah biasa akan hal-hal seperti ini, walau honestly aku dulu ragu sih takut mereka marah atau anggap aku PHP haha πŸ˜€

Kalau sudah diterima dan mantap disana, yok silakan ambil dan mulai urus-urus administrasi. Salah satunya bayar biaya kuliah.

3. Tuition Fee

201406_1847_hicgh_sm

Kuliah di luar tuh mahal bukan main pemirsa. Makanya bersyukur kalo kita dapat beasiswa. Di dunia yang kejam ini jarang-jarang kan masih ada orang lain yang mau biayain kita sekolah termasuk biaya hidupnya. Ingat, mereka percaya kamu.

Ya kamu!

Mereka anggap kamu sebagai living investment mereka yang suatu saat akan membawa perubahan buat diri sendiri, lingkungan sekitar, negara dan dunia.

Just to remind you, me and all of us kalau perjuangan menggapai beasiswa sampe berhasil itu hanya awal saja. Perjuangan sebenarnya justru pas kamu mulai sekolah. Dunia akademik tidak selamanya manis kawan, selalu ada rasa lainnya.

Kalau kita dapat beasiswa ayah ibu (biaya dari orangtua), tolong manfaatkan juga sebaik-baiknya. Sekolahnya jangan keenakan sekaya apapun orantuan kita.

While we are studying here and having fun, they are thinking about money they need to send to you every month.

Intinya dari mana pun sumber pembiayaan, kita mesti tahu dan sadar diri. We are here to study, gain knowledge and deepen our understanding on the subject we are studying.

Ga boleh jalan-jalan dan party dong?

Ya boleh lah haha… belajar terus juga kita bakal burn-out. Maksudnya imbang. Kalo bisa 70% belajar 30% maen-maen. Kalau kita sampe gagal kan malu, orang tua malu, pihak pemberi beasiswa malu, pacar malu, pokoknya semua malu.

Please stay focused on your study (pengingat buat Nanak juga πŸ˜€ ).

Lalu berapa sih kira-kira biaya kuliah disini?

Kembali tiap kampus dan jurusan berbeda. Biasanya sekitar 11.000 pounds ke atas per tahun. Jurusan seperti Business, Engineering, Medical dan yang melibatkan kerja di lab biasanya lebih mahal lagi, bisa sampai sekitar 25.000 pounds. Jurusanku TESOL sekitar 17.500 pounds pertahun* (*subject to increase every year).

Mahal ya!

Iya lah! Apalagi kalau kita datang dari negara yang mata uangnya lemah kaya Rupiah. Bayanginnya aja bisa pingsan. Dan itu hanya biaya kuliah, belum biaya hidup, flat, buku, tiket pesawat, printing, etc etc. Total perlu lah sekitar 35.000 pounds untuk setahun. Ini estimasi dari beasiswa yang aku terima untuk jurusan aku dan tinggal di Edinburgh. Kalau di London tentu lebih muahal lagi.

London bu!!

Maka dari itu, mari kita belajar dengan giat (lanjut nonton YouTube) #eh!

Okay untuk sementara segitu dulu aja ya. Besok lanjut membahas sewa flat, dan hal-hal kecil lainnya.

Stay tuned πŸ™‚

*****

–DISCLAIMER–

This blog post is merely my opinion based on my experience and other resources such as the internet, books and conversation with friends.

Holyrood Residence Hall
January 9th, 2017

My gratitude to Chevening scholarship for making my dream comes true. Chevener all the way!

Advertisements

2 thoughts on “The UK College Life Part #1 – Yakin Kuliah S2?

  1. Somehow kaya melanjutkan obrolan soal perniatan xD beasiswa bapak-ibu itu memang berat ya, lebih berat dari lpdp kayanya bebannya :’) well both are berat sih beban ke jiwanya hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s