My Doors to the UK

My Doors to the UK (Beasiswa Chevening) Part 1

20161027_144323
The view from my class at Charteris Land Moray House

Another memoir of an ordinary kid from a far far away village trying to make sense his life by dreaming and achieving it with self-determination. I present this self-journal for all people who help me to be here and to be who I am now. Indeed, without you all, I am nothing.

————————————————————————————————————————————

We don’t stop trying. We stop only when the surroundings don’t respond because life means reciprocal and a paradox – NH

—–

I almost forgot my blog after being drowned into a super hectic postgraduate life. Makasih buat yang sudah email dan chat yang meminta untuk segera update blog nya.

Nah berhubung minggu ini adalah reading week, jadi ada waktu sedikit untuk update draft blog mengenai perjalanan beasiswa S2 ku di negeri seribu kastil, United Kingdom.

Nulis episode blog kali ini agak sedikit de javu ke 5 tahun lalu ketika mendapat beasiswa ke USA. Banyak yang bilang how lucky I am to get prestigious scholarships to two different world’s world’s most influencial country though I’m not sure if luck plays here. Tapi satu hal yang aku percaya kalau Tuhan begitu baik dalam hidupku. Life offers me myriad of good as well as bad things to learn from.

Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Ini merupakan perjalanan beasiswaku yang paling menguras tenaga dan airmata.

Halah lebay!!

Haha.. tapi bener loh! Perjuangan menggapai beasiswa Chevening ini penuh dengan intrik dan drama mengharu biru, terutama dalam proses keberangkatan.

Memang ya yang namanya menggapai sebuah beasiswa itu tidak gampang kawan.

Seriously!

Prosesnya panjang, perlu kesabaran dan perjuangan. Kalau mau yang cepet-cepet ya pake beasiswa dari orang tua hehe πŸ˜€

Satu lagi, kalau kita berniat mendaftar beasiswa, kita harus tahu segala resiko yang mesti di tanggung dan meluangkan waktu kita untuk fokus akan beasiswa tersebut. Resikonya yaitu tadi kita harus siap untuk gagal alias tidak terpilih. Kalau dari awal tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, banyak dari kita yang merasa tidak terima atau malah jadi stress sendiri.

Point to remember #1: Scholarships are some kinds of gambling. You will never know what’s happening inside the panel room.

Tapi percaya deh, penyelenggara beasiswa sekarang sudah sangat professional dan terbuka. Setidaknya itu yang aku lihat dari beasiswa Chevening yang aku dapatkan.

Okay jadi gimana ceritanya?

Lemme start from the beginning πŸ˜€

  1. Mimpi yang tertunda

“Life makes little sense, and the more we grow, the less sense it will make.”

20161015_133507
at Harry Potter Castle, Alwinck

Apanya yang tertunda? Mimpi aja bisa tertunda.

Iya lah bisa haha. Aku lulus kuliah S1 di tahun 2014 akhir. Agak telat sekitar 1 semester sih karena sempet dapat beasiswa pertukaran pelajar ke USA selama setahun penuh. Setelah wisuda, seperti biasa kaya yang lain aku mulai berjibaku untuk mencari pekerjaan. Beruntungnya sih aku sudah mempersiapkan itu semua jauh-jauh hari, jadi sebelum wisuda pun aku sudah diterima di 3 perusahaan berbeda. Belum lagi memang selagi kuliah pun sudah bekerja paruh waktu.

Point to remember #2: Persiapkan segala sesuatu selagi masih kuliah sehingga ketika lulus tidak akan bingung mengenai arah dan tujuan haha… Jangan sampai menjadi mahasiwa yang bahagia sehari lalu bingung kemudian. Suka cita di hari wisuda tapi bingung mau kemana setelahnya.

images
Brillio.net

Dihadapkan akan tiga pilihan berbeda tentu membuatku bingung dan dilema. Sempet curhat sama bu Yuli, salah satu dosen yang dekat denganku. Hingga akhirnya aku mutusin menerima tawaran kerja dari Wall Street English PVJ Bandung.

Pilihanku nampaknya tidak salah karena aku sangat menyukai apa yang aku lakukan dan team WSE PVJ merupakan tim yang terbaik sepanjang perjalanan karir profesional aku. Belum lagi memang metode belajarnya keren banget. Unlike the traditional English schools.

Promo haha!!

Dikit lah πŸ˜€

Tapi tetep sih di hati yang paling dalam #anjay! tetep pengen kuliah lagi. Ditahun pertama kerja sempet apply beberapa beasiswa. Tapi mungkin memang belum milik.

Sempet down sih… manusiawi lah ya karena ngebet banget pengen kuliah S2 di tahun 2015. Tapi ternyata aku malah mendapatkan hal yang lebih keren.

What’s that?

Right after I got news that I was selected, my boss offers me an opportunity to step up and take more responsibilities at work. Beliau promosiin aku untuk menjadi asistennya, alias asisten manajer.

Sempet kaget sih. Maklum lah di kantor banyak juga yang super potential to work with him. Tapi memang boss ku ini boss yang super keren. Coba apa sih yang diinginkan pekerja sekarang selain kerja di tempat yang nyaman dengan gaji mencukupi, temen kerja yang baik dan boss yang inspiring.

Sedikit mengenai “perjalanan” kedekatanku dengan boss ku ini adalah dari sering ngobrol mengenai buku. Aku nih di kantor kutu buku banget. Kalo istirahat ya baca buku. Si boss demen baca buku juga jadi sering tukar pikiran. Pada akhirnya sering banget tukar cerita mengenai hidup dan karir.

And that’s when the “click” moment comes over us!

Dibalik sisi beliau yang datang dari keluarga respectable di Holywood sana, beliau ternyata mempunyai perjalanan hidup yang hampir mirip dengan perjalanan hidupku yang seperti cerita sinetron Indonesia. Dari beliau pulalah aku mendapat dukungan untuk sekolah lagi sampe menulis surat rekomendasi yang.. jujur… sungguh luar biasa indah.

Aku belum pernah menemukan orang yang menulis surat rekomendasi semenyentuh dan setulus beliau, seakan-akan beliau tahu aku dari kepala sampai kaki. Jujur aku sampai berkaca-kaca ketika membacanya. Tidak ada kesan datar apalagi buatan. Semua seperti datang dari hati beliau, mengalir begitu aja. Pilihan kata-katanya pun sangat bagus. Maklum beliau seorang penulis juga.

Singkat cerita, aku pun menerima tawaran promosi kerja. Ini juga berkat rekan kerjaku Verry yang mesti pindah ke center di Jakarta, jadi posisi dia kosong. Verry merupakan salah satu sosok pemimpin yang inspiring dibalik jiwa tenang dan lembutnya. Aku banyak belajar dari dia mengenai kepempimpinan di dalam dunia kerja.

Teorinya sih aku menjadi seorang asisten. Tapi nampaknya aku mesti kerja sendirian sampai akhirnya aku mendapatkan beasiswa ini. Bos mesti balik ke USA pas di saat aku naik posisi. Awalnya sih cuma sekitar 1 bulan, tapi karena satu dan lain hal, beliau tinggal cukup lama di negaranya.

Nah si aku… bener-bener seperti dilempar ke sebuah jurang yang dalam.

Really??

Haha.. maksudnya, aku yang ingusan dan udik lalu tiba-tiba naik posisi untuk me-manage sebuah sekolah besar tentu tidak mudah. Jadi aku banyak meraba-raba dan berekperimen, mencoba mana yang berhasil dan mana yang engga, through trials and errors.

Beryukurnya nih, aku mempunyai tim yang luar biasa keren. Karena mereka juga aku bisa berhasil membuat sesuatu yang berbeda di tempatku bekerja.

14034979_1747325428876031_3859886637745237800_n
miss you guyssssssss!!

PVJ team is the best indeed!

Segala pencapaian selama masa kerjaku tidak lepas dari mereka dan bantuan Verry yang selalu aku kontak ketika menemukan kesulitan. Dan tentunya juga berkat bantuan boss besar di pusat, yang sama-sama keren dan inspiring seperti si boss yang pulang ke USA.

Tapi tetep, mimpi terbesarku ya sekolah lagi. Hingga akhirnya aku mendapat kabar baik di awal bulan Juni kalau aplikasi beasiswa Chevening ku telah berhasil.

Luar biasa!

Ga nyangka banget karena Chevening terkenal super susah dengan seleksi aplikasi global dimana tim reviewernya lintas negara, di London dan Indonesia. Dari cerita pas orientasi kemarin sih ada sekitar 45000 applications globally for just 1900 places offered for 2016 intake.

Definitely!! Harus beryukur bagaimana lagi coba. Untuk Indonesia sendiri tahun ini ada sekitar 68 Cheveners terpilih dari sekian ribu aplikan.

fb_img_1477496193171
Cheveners Indonesia, London 2016

Alhamdulillah.

Nah ternyata, kegalauan justru melanda di saat kabar gembira ini datang, yaitu antara piliha beasiswa atau kerjaan.

Jujur nih kawan posisi kerjaanku memang sangat menantang. Tapi sangat well-paid dan belum lagi tim yang luar biasa. Posisi inilah yang merupakan posisi ideal antara hobi dan salary haha… πŸ˜€

Cukup lama sih berpikir mengenai ini. Partly because I’m too young to leave a managing position, partly of course going to school is always my top priority. Masih banyak yang ingin aku pelajari dalam hal management. Tapi keingingan sekolah dari dulu terjawab di tahun ini dan ini merupakan kesempatan langka.

Setelah curhat sana sini, termasuk curhat ke si bos yang udah balik dari USA dan bos National Service Manager yang memabwahi semua Service Manager di tiap center, akhirnya aku mutusin untuk melanjutkan sekolah lagi.

Kebingungan lain juga datang, yaitu siapa yang bakal menggantikan posisi aku? Tidak mudah mencari orang yang capable secara kepemimpinan dan juga matang dalam hal interaksi sosial dan pinter strategi.

Hadeuh ribet banget ya!

Iyalah… namanya juga memanage sebuah sekolah lengkap dengan segala monthly srategy dan KPIs nya. Belum lagi pada saat itu aku sedang memulai beberapa project besar di sekolah yang otomatis pengganti posisi aku mesti mampu melanjutkan dan bisa lebih baik lagi.

Center di Bandung ini merupakan satu-satunya di luar Jakarta, jadi mesti lebih mandiri dalam beberapa hal. Tapi aku menemukan kandidat itu, Erick yang aku percaya bisa meneruskan legasi kepemimpinan WSE PVJ. Untungnya lagi sudah ada Center Manager ms. Keke cantik, jadi pekerjaan bisa lebih ringan lagi.

Lalu bagaimana proses daftar Chevening sendiri? Tips dan tricknya dong!

Okay tenang. Aku lanjutin di bagian kedua ya. Stay tuned πŸ™‚

mitch-albom-quotes_7587-0

Starbucks Nicholson Street, Edinburgh
30 October 2016

******************

Advertisements

8 thoughts on “My Doors to the UK (Beasiswa Chevening) Part 1

  1. ternyata baru update ya. kyaaaaa lagi di UK!! Foto di kastil HP pisaan huhuu.

    kebetulan mbak sepupu juga di sana.

    oh Allah, ingiiin huhuu gimana caranya mulai melangkah ya ._.

  2. Ga pernah ga merinding (karena amaze tentunya) kalo baca blog kaka yang satu ini >.<

    Sukses selalu ka! Doakan saya nyusul ya ka hehe

  3. Part 2 nya mana; hehe..?
    setelah sekian lama bgt nggak baca blog ini. Akhirnya balik ke blog ini lagi, krn sering liat postingan ig.nya, dan kemudian terbesit di kepala ttg blog bang nanak hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s