American College Life

American College Life Part III (END)

image from education-portal.com
image from education-portal.com

 

Lanjutan dari postingan yang sudah agak lama sebenarnya. Yaitu tentang bagaimana kehidupan perkuliahan atau mahasiswa di Amerika. Tentunya banyak mahasiswa dari Indonesia yang sekedar ingin tahu atau ingin mengintip bagaimana kehidupan dan sistem pendidikan disana. Buat yang sebentar lagi mau berangkat, tulisan sederhana ini diharapkan mampu memberikan gambaran tentang bagaimana kehidupan perkuliahan disana supaya tidak blah-bloh (bahasa Sunda yang berarti “dont know what to do”) haha.. 😀

Di part I dan II saya sudah membahas bagaimana sistem pendidikan disana dan sekelumit kehidupan mahasiswanya. Nah di part penutup ini, saya ingin membahas bagaimana membangun hubungan sosial dengan mahasiswa di Amerika, dengan teman sekamar dan berbagai stereotypes mengenai orang-orang Amerika pada khususnya.

Siap…??? Here we go!

www.lifelovequotes.com
http://www.lifelovequotes.com

Btw, pernah ga sih ketika kita punya niat yang menggebu-gebu ingin belajar ke luar negeri khususnya Amerika, lalu ada orang yang sedikit sentimental berkata bahwa kita ini terlalu memuja hal-hal yang berbau Amerika atau internasional?

Kalau saya jujur pernah. Tapi saya sih woles aja gitu. Wong niatnya menuntut ilmu, kok mesti di batas-batasi. Lagian banyak kok manfaatnya mengapa kita mesti setidaknya mencicipi belajar di negeri orang, atau ya setidaknya traveling. Salah satunya adalah adanya perubahan sudut pandang dalam hal bagaimana kita melihat dunia dan seisinya.

Mengapa hal itu penting?

Karena jujur saya nih suka gemes (ngga benci karena benci kan penyakit hati ahaha) sama orang yang suka mengenelalisir segala sesuatu, menilai sesuatu dari luarnya saja atau menjadi judgmental gitu. Yang lebih parah dari ini adalah rasisme atau menilai orang simply dari apa yang dia sukai atau apa yang dia sering lakukan.

Jujur saya ngeri saja karena di dunia ini ternyata masih banyak orang berpikiran seperti itu. Orang yang terlalu self-centered atau berusaha melegitimasi bahwa opini-opini blunt dia adalah benar adanya.

Mungkin kita sering melihat orang disekeliling kita yang taat beragama namun gagal dalam hal membina hubungan sosial. Sebagai contoh, saya pernah membaca sebuah artikel yang berjudul “How Islamic are Islamic Countries?” Maksudnya adalah seberapa Islam kah negara-negara dengan penganut Islam sebagai mayoritas. Nah hasilnya adalah negara-negara dengan penganut Islam besar seperti Indonesia jauh berada di bawah negara-negara yang notabene disebut “kafir” oleh orang-orang dari negara tersebut.

Saya disini mengambil contoh dari agama Islam karena saya merupakan seorang Muslim 🙂

Mengapa hal itu bisa terjadi?

Karena ya itu tadi banyak orang beragama yang hanya hafal teori bukan praktik. Atau orang-orang yang terlalu fokus berhubungan dengan Tuhannya namun mengabaikan bagaimana berhubungan dengan sesama. Memang sih pada akhirnya yang namanya agama itu berbeda dengan penganutnya. Tapi ya buat apa gitu rajin beribadah, baca kitab, sholat malam, kalau toh pada praktiknya di dunia nyata gagal. Masih suka serobot sana serobot sini demi kekuasaan, jilat-menjilat, buang sampah di mana saja, belum mampu membedakan mana fasilitas umum dan mana fasilitas pribadi, korupsi merajalela atau ahhh sudahlah… 😀

www.en-wikipedia.org
http://www.en-wikipedia.org

Bukannya agama mengajarkan kita untuk hidup seimbang, berbuat baik kepada sesama, saling hormat menghormati dan norma-norma baik lainnya. Jadi rasanya sedih aja gitu ketika masih banyak orang mengaku beragama namun lupa bagaimana bertindak sebagai makhluk beragama, berlaku terhadap sesama.

Ah kan saya cuma manusia biasa yang tak pernah luput dari salah.

I know…. tapi kalau setiap kita berbuat salah lalu bilang bahwa kita hanya manusia biasa, saya pikir alasan klasik tersebut hanya digunakan untuk menunjukan seolah-olah kesalahan dia itu benar adanya.

Ok… segitu saja unek-unek saya haha… Tak perlu di bahas terlalu mendalam. Tinggal introspeksi saja sih sebenarnya.

Nah kalau kita pernah mengalami hidup di negara orang, melihat secara langsung kehidupan mereka, atau at least sedikit merasakan apa yang sebenarnya mereka rasakan, maka pikiran kita pun akan menjadi terbuka bahwa tak selamanya yang ber-glitter-glitter itu emas kalau menurut peribahasa mah haha.. 😀

Maksudnya, bahwa tak selamanya apa yang kita dengar, baca dan lihat dari kejauhan itu benar adanya. Apalagi kalau kita terlalu gampang percaya apa yang media tulis atau katakan.

Oh… come on!!

Jaman sekarang sudah tak ada yang namanya media yang murni. Semuanya sudah ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Semuanya bisa di setting sesuai dengan apa yang si-empunya mau.

rapgenius.com
rapgenius.com

Cara terbaik adalah dengan melihat langsung kelapangan dengan kedua mata sendiri lalu turun ke hati #apa coba haha 😀
Atau setidaknya baca segala sesuatu dari berbagai sisi, kumpulkan informasi jangan hanya percaya dari satu sumber saja. Intinya get yourself informed! Setelah itu baru putuskan mau percaya atau tidak.

Well… intro nya terlalu panjang haha mari saya lanjutkan saja dari nomor di part II.

18. American Stereotypes

forums.sailinganarchy.com
forums.sailinganarchy.com

Biasanya sih kalau ngomongin stereotypes lintas budaya selalu menarik. Memang yang namanya stereotypes belum tentu benar adanya. Namun di bawah ini saya akan menggambarkan sedikitnya apa yang saya alami dan saksikan disini.

Orang Amerika itu individualis?

memegenerator.com
memegenerator.com

Yep, kebanyakan dari mereka memang indivualis. Artinya tidak suka mencampuri urusan orang atau urusan yang tidak ada sangkut pautnya dengan mereka. Ada sisi positif dan negatif sih. Positifnya adalah mereka saling menghormati hak-hak satu sama lain. Lu mau berbuat apapun selama tidak saling ganggu yo silakan.

Negatifnya mungkin mereka jadi sedikit anti-social. Tapi banyak kok orang Amerika yang perduli kalau orang yang tak dikenal perlu bantuan. Atau contoh sederhananya adalah ketika di tempat-tempat umum semacam supermarket, mereka selalu menahan pintu ketika ada orang lain masuk di belakangnya. Jarang sekali saya nemu yang seperti ini di Indonesia. Kalau saya masuk ke minimarket dan ada orang lain didepan saya membuka pintu, maka dia akan woles aja gitu haha boro-boro nahan pintu buat saya.

Orang Amerika jarang mandi pagi?

fineartamerica.com
fineartamerica.com

Yep. Kebanyakan mahasiswa atau siswa sekalipun jarang mandi pagi ketika pergi ke kampus atau sekolah. Cukup cuci muka dan gosok gigi hehe… kebanyakan mereka mandi pada malam hari. Gpp sih sebenarnya karena cuaca disini kan dingin so ga kan berkeringat. Tapi jangan lakukan di Indonesia ya haha 😀

Orang Amerika suka masakan instant atau makan di luar?

adage.com
adage.com

Yes betul. Bagi mereka termasuk sesuatu yang aneh kalau masak di dapur perlu waktu berjam-jam dengan bumbu-bumbu beraneka ragam. Mereka lebih menyukai frozen food, tinggal masukin microwave, pijit-pijit tombol, tunggu tiga menit, tetot masakan pun siap dinikmati haha.. 😀

Kalau mereka mau masakan yang kaya akan rempah seperti masakan Asia, biasanya mereka akan pergi ke restorannya saja. Chinese and Thai food merupakan dua masakan Asia yang paling terkenal disini.

Orang Amerika penganut paham sex bebas?

www.forbes.com
http://www.forbes.com

Mungkin kita pernah liat di TV-TV show atau film bahwa begitu mudahnya bagi orang Amerika untuk berhubungan sex dengan pasangan yang berbeda ketika mereka masih lajang. Memang sih kenyataanya tidak segampang itu mereka gonta-ganti pasangan, tapi ya mereka memang senang berhubungan sex dengan siapa saja selama belum ada ikatan dan atas dasar suka sama suka. Bagi mereka sex itu merupakan kebutuhan primer layaknya makanan dan pakaian, bukan merupakan seuatu yang tabu. Dan mereka bisa melakukannnya dimana saja dan kapan saja.

Kalau sudah tak terkontrol hasrat untuk melakukan “itu”, maka ditangga rumah juga jadi haha… 😀

Bahkan nih teman se-apartmen saya hampir tiap malam melakukan ritual tersebut dengan cewenya di ruang tamu. BT dan awkward kan kalau mau ke kitchen atau kamar mandi yang mana mesti ngelewatin ruang tamu. dan suaranya menjijikan haha… jalan terakhir ya pasang headphone dan dengerin musik metal.

Beres!

Atau pernah nonton film “No String Attached”? Nah banyak juga warga amerika yang melakukan cinta satu malam atau one-night stand tanpa harus terikat satu sama lain atau saling berhubungan ke esokan harinya.

Orang Amerika suka berpelukan?

6

Yes karena bagi mereka pelukan itu adalah tanda persahabatan jadi jangan aneh ya haha… misal lagi jalan dengan santai mau masuk kelas lalu ketemu temen cewek orang Amerika…

“Hi Nanak! Hows going?” Serobot aja dia meluk. Jangan merasa aneh. Act Cool aja haha… 😀

Bahkan nih sama profesor kita juga mesti pelukan. Saya ingat di akhir pertemuan profesor perempuan saya pada meluk dan mengucapkan selamat tinggal. Atau kalo profesor cowok meluk juga #opppsss

Ngga, mereka biasanya ngundang minum (inget ya minum disini bukan minum kopi atau teh tapi beer atau wine)

Orang Amerika suka pesta?

www.troll.me
http://www.troll.me

yes… sangat-sangat suka. Udah aku ceritakan di part sebelumnya haha

Orang Amerika suka minum beer?

weknowmeme.com
weknowmeme.com

Ya tentu saja. Beer sudah seperti teh botol kalau di kita mah. Apapun makanannya, minumnya teh botol s***o :p

Orang Amerika pinter-pinter dikelas?

www.quickmeme.com
http://www.quickmeme.com

No! Banyak kok yang biasa-biasa aja dan cuek. Mereka biasanya menang di keaktifan di kelas karena dari kecil sudah dibiasakan untuk critical thinking

Orang Amerika ramah akan kaum LGBT?

theatlantic.com
theatlantic.com

Kalau yang ini imbang sih. Ada yang ramah dan mau menerima ada juga yang masih sentimental. Salah satu keluarga Amerika yang mengundang saya dinner anaknya lesbian, namun orang tuanya sudah menerika apa adanya.

Tidak ada Pedagang Kaki Lima (PKL) di Amerika?

washingtonpost.com
washingtonpost.com

No! Banyak PKL kok di sini terutama di kota-kota besar seperti Washington DC atau New York. Yang membedakan adalah PKL nya rapih dan mempunyai ijin jualan haha… 😀 Kebanyakan yang berjualan adalah etnik Chinese. Tapi banyak juga bule.

Orang Amerika tidak menyukai mempunyai banyak teman?

weknowmeme.com
weknowmeme.com

Yang ini mungkin benar adanya karena salah satu roommate saya waktu summer class tidak mau berteman dengan saya dan teman sekamar saya. Waktu itu di dalam apartemen ada 5 orang, dua Asia termasuk saya dan 1 dari Amerika Latin. Nah yang berdua ini si bule kalau bertemu di ruang tamu atau dapur, kita paling cuma saling sapa aja tapi tidak mengarah ke percakapan. Mereka seringnya ngobrol berdua saja sebagai sesama bule. Dan rata-rata Facebook orang Amerika itu temennya sedikit sekali karena mereka hanya mau menerima temen yang mereka kenal saja. Tidak seperti di Indonesia yang berlomba-lomba mempunyai temen ribuan haha… atau post di komen orang “Add aku eaaa” haha 😀

Tapi tentu saja banyak orang Amerika yang ramah dan mau berteman dengan internasional students 🙂

Orang Amerika mempunyai kendaraan sendiri?

www.autocarindia.com
http://www.autocarindia.com

Yes. Kebanyakan mereka mempunyai mobil pribadi. Namun jarang yang mempunyai motor. Meskipun begitu, kemacetan sangat jarang disini karena ditunjang dengan sistem transportasi masal yang sangat baik.

Orang Amerika rasis?

www.memegen.com
http://www.memegen.com

Ngga juga. Bahkan banyak yang benci rasism dan mata kuliha tentang rasism sangat diminati disini. Mungkin karena mereka mempunyai sejarah kelam tentang rasis di masa lalu. Saya pikir orang Indonesai lebih rasis dalam beberapa hal.

Orang Amerika benci Islam?

www.facebook.com
http://www.facebook.com

Tidak sepenuhnya bener. Mereka yang benci mungkin terlalu terpengaruh oleh sentimen media semenjak kejadian 9/11. Namun banyak juga yang ramah terhadap orang Islam atau wanita yang berkerudung karena kerudung sudah bukan hal aneh lagi disini. Banyak juga yang simply mau berteman tanpa melihat agama kita apa.

As long as we respect each other, nothing else matters. Jangan pernah juga bertanya agama kepada orang Amerika karena banyak dari mereka yang tidak memilih beragama.

Orang Amerika jiwa sosialnya tinggi?

blog-lawlatte.com
blog-lawlatte.com

Ya bener. Kerja sosial dan volunteerism sangat diminati disini. Membantu sesama adalah hal yang mesti dilakukan. Oleh karena itu banyak komunitas2 yang mendirikan yayasan sosial disini.

19. Copying and Printing

explodingdog.com
explodingdog.com

Sedikit berbeda dengan di kita dimana tukang foto copy dan printing menjamur di mana-mana terutama di sekitar kampus, di Amerika hanya sedikit jumlahnya. Di lingkungan kampus, printing dan copy biasanya ada di perpusatakaan. Semuanya mesti di lakukan sendiri. Untuk copy bisa pake Student Card yang sudah di isi uang (disini Student Card seperti ATM bisa di isi uang untuk keperluan makan di dining hall kampus atau laundry dan printing. Isinya bisa langsung di mesin tempat refill kartu atau di dining hall office). Atau bisa juga pake uang tunai dan penny. Kalau untuk printing bisa langsung melalui komputer kampus. Mereka akan charge dari student card kita coz kita pasti log in ke komputer pake username kita.

Kalau untu scanning biasanya free sih. Cuma semua itu mesti dilakukan sendiri, so kita belajar mandiri.

Kalau di luar kampus, kita bisa cari pusat printing atau data. Sistemnya sudah canggih. Sebelum log in ke komputer, kita mesti masukan kartu ATM atau kartu kredit kita ke sebuah mesin kecil yang ada di setiap pinggir komputer. Nanti mereka akan langusng charge dari situ. Harganya biasanya lebih mahal dari di kampus. Waktu itu saya print sekitar 10 lembar berwarna A4 kena charge sekitar $8.

Ih mahal haha 😀

20. Registering Classes

www.memecrunch.com
http://www.memecrunch.com

Sistem kelas di US menganut system kebebasan. Maksudnya setiap students boleh ambil kelas dan mengatur jadual sendiri. Biasanya ketika orientasi, setiap students mempunyai adviser masing-masing yang bisa di curhati hehe 😀 Mereka akan mendapat semacam buku guidance mengenai berbagai jurusan yang ditawarkan, berapa minimal credits (SKS) yang bisa di ambil setiap semester nya serta peraturan lainnya. Bagi yang bimbang akan jurusan, bisa berdiskusi dengan advisernya, dan bagi yang udah mantap, bisa langsung resgister kelas-kelas yang tersedia di semester itu sesuai jurusannya.

Misal saya ambil Political Science, maka saya wajib mengambil kelas Compulsory (mata kuliah wajib), Pre-requisite (Kelas pendahuluan sebelum ambil kelas yang lebih atas), Elective (kelas pilihan). Biasanya minimum credits (SKS) yang mesti di ambil oleh international students adalah 12 credits. 1 kelas biasanya paling banyak ada;ah 4 credits, so dalam 1 semester kemungkinan bisa ambil 3-5 kelas karena biasanya kelas Elective hanya 1 credits.

Rata-rata students disini mempunyai major dan minor, maksudnya mereka mempunyai dua jurusan, jurusan utama dan jurusan minor. Students juga bisa ganti jurusan di tengah-tengah masa kuliah kalau memang jurusan yang pertama di pilih tidak cocok.

Cara pendaftaran kelasnya online, jadi kita lihat catalog kelas di web kampus. Disana sudah terpampang mengenai nama mata kuliah beserta nomornya (misal English 101), nah berarti itu masuk ke dalam mata kuliah intermediate. Semakin tinggi nomornya berarti semakin sulit atau hanya untuk semester atas. Disitu juga ada keterangan mengenai  quota kelas, berapa kursi yang masih available, jam beserta durasi kelas, hari, jumlah credits, nama dosennya siapa plus nama-nama buku yang diperlukan. Disitu juga biasanya terpampang syarat kelas. Maksudnya ada beberapa kelas yang mensaratkan students telah mengambil kelas-kelas tertentu (pre-requisite) sebelum mengikuti kelas tersebut.

Biasanya kelas-kelas favorite banyak yang mengincar sehingga cepet sekali full. Makanya registering kelas lebih baik dari awal-awal. Kalau misal kelas yang kita perlukan ternyata penuh tapi kita wajib banget ambil kelas itu, maka kita bisa email atau datangi langsung dosennya untuk minta ijin (minta magic number). Magic number adalah semacam kode yang bisa dimasukan ke dalam system pendaftaran agar nama kita diterima. Kalau tidak, percuma kita memaksa registering karena pasti sistemnya akan deny.

Tapi tidak mudah loh minta magic number sama dosen karena banyak dosen yang strick akan jumlah siswa dikelasnya haha… Saya pernah sampai begging dan tetep di tolak dan harus nunggu semester depan.

Nah!

Jalan terakhir kalau ditolak adalah tetep hadir selama 2 minggu di kelas tersebut (Crushing) untuk melihat kemungkinan ada kursi kosong. Biasanya pada awal-awal kuliah ada yang namanya “Add and Drop” period selama 2 minggu. Jadi selama 2 minggu ini siswa masih bisa drop kelas kalau ternyata dia merasa tidak cocok dengan kelas tersebut. Nah biasanya jatah kursi dari siswa yg drop akan dikasih ke siswa waiting list atau yang selalu hadir selama dua minggu di kelas tersebut.

Cape sih sebenarnya crush kelas itu karena kita mesti nunggu 2 minggu tanpa kepastian dan kita juga mesti ngikutin tugas-tugas yang diberikan. Jadi selama 2 minggu itu jadual kuliah kita belum pasti.

So, selalalu disarankan untuk membuat at least 3 jadual yang berbeda sebagai back up kalau jadual Plan A tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan karena kelas full dan lain sebagainya. Kita juga bisa membuat jadual senyaman kita sehingga kalau kita mau libur setiap hari Jumat, kita bisa hindari kelas-kelas yang ada di hari Jumat haha so weekend kita lebih panjang.

Intinya semua bisa di buat senyaman mungkin. Kelas paling pagi biasanya start dari jam 8 am. Paling malam biasanya sampe jam 10 pm. Kelas dengan 4 credits (4 SKS) biasanya durasinya adalah 4 jam. Lama sih tapi tenang karena suka ada break sekitar 10 menit di tengah-tengah kelas.

Oh ya satu lagi, selain mata kuliah wajib yang mesti di ambil sesuai dengan jurusan kita, ada juga mata kuliah wajib yang mesti di ambil oleh siswa dari jurusan apapun seperti English Writing 100. Jadi jurusan apapun yang students ambil mesti ambil kelas ini pada awal semester masuk kuliah.

Dikelas ini banyak sekali tugas menulis dan workshop yang nanti akan dijadikan fortopolio dan mesti lulus minimal B karena kalau tidak lulus kita mesti ngulang lagi semester depan atau ada kelas khusus untuk yang gagal di kelas ini.

Bagi mahasiswa international, kelas ini sangat wajib karena dari kelas inilah kita akan banyak belajar mengenai bagaimana menulis dalam bahasa Inggris.

Bagi yang ingin lulus cepat, bisa ambil kelas pada waktu summer holiday atau kalau di Indonesia namanya semester pendek.

21. Grading

www.buelearning.hkbu.edu.hk
http://www.buelearning.hkbu.edu.hk

Salah satu istimewanya system pendidikan di US adalah segala sesuatunya terukur dan pasti. Jadi tidak akan pernah ada kejadian kita tidak lulus atau dapat nilai jelek tanpa alasan yang jelas seperti halnya di Indonesia. Disana setiap activitas kita terrekam di system bernama Moodle.

Selain itu, pada hari pertama masuk kelas, si dosen sudah menjelaskan dengan jelas sekali mengenai peraturan, tugas-tugas dan minimum point untuk bisa lulus. Semuanya tertulis di silabus termasuk topic-topic apa yang akan dipelajari. Jadi siswa akan tahu dari awal tidak meraba-raba. Di awal kelas juga kita harus menulis sebuah essay refleksi yaitu berisi tentang siapa kita, dari mana berasal, kelemahan dan kelebihan belajar kita, dan hal apa yang diharapkan dari kelas tersebut. Hal ini penting karena sang dosen ingin semua siswanya berhasil. Kalau ada siswa yang gagal biasanya dosen akan merasa bersedih juga.

Gimana kalo di Indonesia? mungkin ada dosen seperti itu atau banyak juga yang cuek 😀

Setiap kali quiz yang di scored atau ujian hasilnya akan tercantum di akun Moddle kita jadi kita bisa selalu track down performance belajar kita. Selain itu kita juga bisa mengira-ngira nilai akhir apa yang akan kita dapat. Apakah A+, B-, C, dan lain sebagainya. Setipa tugas sudah ada bobot nilainya tersendiri. So, kalau kita ingin mendapat nilai sempurna, maka kita wajib berusaha dengan sebaik-baiknya.

Kalau kita mendapat kesulitan dalam hal belajar atau materi, kita bisa bikin appointment untuk bertemu langsung dengan dosennya di office hours. Ini merupakan kesempatan bagus untuk lebih dekat dengan dosen dan mengetahui lebih banyak mengenai materi yang diajarkan. Saya sarankan kepada setiap mahasiswa international untuk memanfaatkan kesempatan ini karena dosen-dosen disini sangat helpful.

22. Bank Cards to rule them all

huffingpost.com
huffingpost.com

Disini belanja pake uang tunai tidak terlalu umum. Biasanya orang-orang belanja pake kartu ATM atau kartu kredit. Tidak seperti di kita ketika akan membayar di mesin EDC mesti memasukan pin, disini semuanya otomatis. Tinggal gesek langsung kena charge. Bahaya sih gimana kalau di pake orang lain? Hmm makanya rata-rata kartu ATM disini ada fotonya jadi petugas kasir biasanya akan liat muka kita dan foto di kartu haha 😀

23. Shopping Online is addictive

technorati.com
technorati.com

Yep…shopping online sangat mainstream disini karena shippingnya sangat terpercaya. Jarang ditemukan ada toko online abal-abal seperti di Indonesia hahaha.. Dua perusahaan raksasa toko online adalah Amazon dan Ebay. Pada dasarnya mereka berbeda dan nanti saya akan mempunyai postingan yang berbeda untuk hal ini karena saya mempunyai pengalaman seru belanja di kedua toko online tersebut.

24. Laundry

thecoersfamily.com
thecoersfamily.com

Disini akan jarang menemukan tetangga jemur pakaian di pagar depan rumah haha… semuanya sudah pakai mesin cuci baik perorangan ataupun tempat laundry umum. Bedanya sih, kalau dikita kan semuanya dilayani. Kita tunggu jadi aja dalam keadaan rapih disetrika dan dibungkus plastik wangi sekali.

Disini kita semua yang mesti ngelakuinnya dari masukin cucian ke mesin cuci, nunggu cucian sampe masukin ke drying mesin sampe ngelipat sendiri dan bawa pulang sendiri. Kita bisa pakai uang koin (quarter) biasanya cukup 3 koin untuk cuci dan 3 koin untuk drying. Detergennya bawa sendiri ya atau biasanya suka disedikan di tempat tersebut kalau-kalau kita lupa bawa. Sambil nunggu kita bisa baca majalah, buku atau dengerin musik atau maen iPad kalau sekarang hahaha 😀

25. Graduation

sourcelink.com
sourcelink.com

Wisuda berjalan formal namun santai. Tidak terlalu banyak pidato seperti halnya di kita. Biasanya pidato cukup dari presiden kampus dan perwakilan mahawsiswa (valedoctarian). Wisudanya sendiri biasanya di adalakan di tempat terbuka atau dilapangan bola kampus dengan jadual pagi, siang dan sore karena saking banyaknya jumlah murid.

Uniknya nih, gaya graduation gown di Amerika rata-rata sama dan sederhana, berwarna hitam dengan cap hitam yang boleh dirias bagian atasanya semau kita. Biasanya ada suatu malam sebelum graduation dimana para lulusan boleh menghias cap mereka.

Gown dan cap bisa beli atau pinjem di Associated Student. Dan di akhir acara juga bisa disumbangkan untuk mahasiswa tahun depan. Ada satu musik khas yang selalu mengiringi graduation di US dari high school sampe university. ini dia musiknya. Sangat terasa khidmat kawan.

26. Roommate

frabz.com
frabz.com

Sharing kamar apartmen sangat lumrah disini baik ketika kita pilih untuk stay on campus ataupun off campus. Dan ini bisa sangat menantang bagi mahasiswa international.

Pernah ga denger temen kita memutuskan untuk pindah kosan karena sudah tak cocok dengan teman sekamar mereka (bagi yang memilih kos berdua)? Dengan orang satu negara saja bisa begitu apalagi dengan orang beda negara dan budaya.

Jujur saya dulu mempunyai konflik cukup rumit dengan roommate saya. Beasiswa saya mengaruskan kita tinggal di apartemen dengan orang lain. Apartemen saya mempunyai 3 kamar (2 double dan 1 single). Housemate saya (temen seapartemen) dua berasal dari Amerika dan 1 dari India. Sedang teman sekamar saya dari amerika latin. Saya sudah sekamar dengan dia semenjak summer class karena kita satu program. Pada awalnya kita deket banget. Kita malah kurang dekat dengan yang Amerika karena mereka kurang bisa menjage kebersihan sedangkan kita berdua cinta kebersihan haha so seringnya kita yang bertugas membersihkan kamar.

Meskipun sudah dibagi tugas tapi seringnya mereka lupa. Dari lupa flashing toilet, mabuk, pake sampo dan sabun siapa saja, ambil makanan siapa saja, party di ruang tamu sampe ngelakuin sex haha…

Hingga akhirnya kita berdua cape dan sampah semakin numpuk di kitchen, sudah setumpuk gunung karena tidak ada yang mau mengangkut keluar.

Buruknya, salah satu temen saya foto tuh tumpukan sampah dan post di group facebook sebagai joke. temen sekamar saya tidak terima hingga akhirnya dia ajak saya untuk membersihkan. Karena waktu itu saya lagi banyak tugas dan males juga sebenarnya karena itu harusnya tugas si orang Amerika, saya pun menolak dan menyuruh dia ajak orang Amerika tersebut. Nampaknya dia kesal dan bersihin sendiri dengan suara keras. Seprtinya banyak yang di banting haha…

www.imdb.com
http://www.imdb.com

Esoknya dia tidak mau berbicara. Berangkat kampus sendiri padahal kita punya beberapa kelas yang sama. Dan entah kenapa di pasang status yang menyinggung saya berisi “saya tidak sudi tinggal dengan orang-orang kotor. Bulan depan saya pindah.”

Merasa tersinggung, saya tanya dia apa maksudnya pasang status seperti itu karena saya tidak merasa kotor, justru dua orang Amerika itu. Hingga besoknya saya sms semua penghuni apartemen (2 orang Amerika dan 1 India) untuk rapat akan hal ini. Namun dia tidak datang tanpa alasan.

Akhirnya kita tidak berbicara mungkin selama sebulan dan unfriend saya di facebook. Untukng saya orangnya woles haha tapi ga enak juga sekamar tapi tidak saling berbicara. Padahal kita suka nge-jam bareng coz kita sama-sama punya hobi musik dan selera musik kita sama.

Permushan ini pun berakhir ketika kita habis liburan musim dingin, dia kembali dari New York dan membawakan saya sebuah hadiah istimewa. Akhirnya kita damai sampai sekarang dan saya merasa bagaimanapun dia adalah roommate terbaik saya karena kita sudah banyak mengalami pengalaman manis dan asin. Maksudnya manis dan pahit haha 😀

Dan aku peluk dia ketika dia pulang ke negaranya di Bandara di akhir program beasiswa. Sampe sekarang saya selalu kangen dengan dia after all.

thirdyearabroad.com
thirdyearabroad.com

So, begitulah kawan. Mempunyai roommate bisa sangat menantang karena rommmate adalah masalah hati haha… kalo dari awal ga sreg pasti susah, But dont worry… justru dari situlah kita akan belajar banyak mengenai how to treat and to respect orang lain. Meskipun kita bebas ngelakuin apa aja, tapi ingat kita hidup di planet bumi bukan di planet Mars. Respect dan menghargai perasaan orang lain masih berlaku di bumi ini 🙂

Alrite!

Nampaknya ini merupakan penutup dari tulisan tentang sedikit kisah kehidupan mahasiswa di Amerika. Pesannya, tuntutlah ilmu sejauh apapun itu. Jangan terpengaruh oleh sentimen orang-orang yang mengatakan kita terlalu memuja hal-hal yang berbau Amerika atau internasional. Kalau kita niatnya untuk menuntut ilmu dan kembali ke Indonesia, saya pikir itu merupakan niat yang mulia. Dan menuntut ilmu tidak mesti dibatasi oleh wilayah-wilayah tertentu.

Lagian, you deserve the best for your education. Kalau kita dianugrahi uang banyak, tidak ada salahnya mendaftar untuk kuliah diluar negeri karena hal tersebut akan memperlua ilmu, jaringan pertemanan dan sudut pandanga kita. Kalau tidak punya, jangan khawatir, banyak sekali program beasiswa yang tersedia asal kita mau berusaha dan berdoa.

Go abroad guys!!

Well, semoga bermanfaat untuk semuanya. Kritik dan saran yang membangun sangat saya hargai. Tulisan ini murni bentuk opini saya peribadi atas dasar pengalaman dan observasi saya disini jadi bukan berarti hal ini berlaku di kampus, state atau negara yang lain.

******

 

 

Advertisements

7 thoughts on “American College Life Part III (END)

  1. Halo Ka Nanak,
    Kebetulan saya berniat untuk mendaftar global Ugrad semester depan, namun ada beberapa pertanyaan yang saya ingin tanyakan 🙂

    Untuk tempat kuliah di US, apakah applicants memilih sendiri atau universitas akan dipilihkan oleh pihak AMINEF? Apakah universitas yang ingin saya tuju akan ditanyakan oleh pihak AMINEF apabila saya lolos ke tahap wawancara?
    Terdapat dua pilihan dalam global Ugrad yaitu exchange selama 6 bulan dan selama satu tahun, apakah pemilihan durasi exchange applicants yang memilih atau ada proses seleksi tersendiri dari pihak AMINEF?

    Terimakasih Ka,
    Regards,

    1. Hi Abyan,

      Untuk masalah univ nanti lembaga di USA yang akan mengurusnya. Kamu tidak perlu mention mau masuk ke univ apa… nanti semuanya di urus sama orang2 US kalau kamu lolos ke tahap nominasi. Untuk durasi study itu applicant yang memilih namun keputusan akhir apakah di approve atau tidak nanti di putuskan sama lembaga di US 🙂

      Hope it helps

  2. Kak, saya mau tanya dong,
    cara dapetin beasiswanya gimana? Saya punya niat mau sekolah disana nih kak, mohon bantuannya

  3. hi kak Nanak,
    kak saya putri, sebelumnya selamat ya kak atas partisipasinya di global ugrad…. so nice to see your pictures in California…..ooh ya kak saya boleh nanya nggak berkaitan dengan program ugrad ini? kak saya mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat universitas Sriwijaya. saya sangat tertarik dengan program ini kak. saya sudah buka panduan dan requirements dari aminef dan salah satu yang buat saya ragu adalah, program ini tidak menerima mahasiswa medicine study and law tapi menurut saya fakultas kesehatan masyarakat yang lebih banyak tentang usaha preventif terutama bidang K3 berbeda dengan fakultas kedokteran. kak apakah mahasiswa FKM seperti saya juga tidak dapat mengikuti program ini kak? FKM hanya menyelesaikan studinya 4 tahun kok kak..disamping itu selain ambil major sesuai bidang studi kita, kita juga bisa ambil major diluar bidang studi, itu gimana kak? makasih kak sebelumnya …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s