Greyhound Journey USA

Catatan Perjalanan (Greyhound Journey, USA) #3

Photo2995

Make your footprint memorable
Make your footprint memorable

Banyak yang berkata bahwa kita akan belajar banyak dengan melakukan sebuah perjalanan, keluar dari rumah, zona nyaman kita, jauh melihat dunia luar. Rasa semangat ini pula lah yang menjadi salah satu faktor aku “berpetualang” di negeri Obama ini dengan menggunakan armada bus selama 5 hari. Memang terkesan gila, menyiksa diri sendiri, duduk berhari-hari. Padahal kalau pakai pesawat, dari Seattle ke Boston bisa di capai kurang dari sehari, hanya dalam hitungan jam.

Tapi kalau seperti itu ya tak bermakna, tak ada tantangannya. Dan lagian ingin sekali rasanya menyaksikan berbagai negara bagian Amerika Serikat, melintasinya, melihat sekelumit kehidupan orang-orangnya.

Ini hanyalah catatan biasa. Namun aku berharap suatu saat ketika aku membacanya kembali di hari tua nanti, aku akan percaya bahwa aku pernah melakukan hal gila ini, di depan para cucu yang lucu (Cieee hahaha…) Boleh dong ngarep punya cucu.

Bagi yang penasaran akan cerita sebelumnya, silakan klik di sini 🙂 disini ya jangan klik yang lain.

“It’s the most magical time of your life. You’re young, free and in another country. You have the entire world at your disposal.” (Lauren Martin)

Dicerita sebelumnya (#2), aku akhirnya berpisah dengan a Rullan dikarenakan destiny kita yang berbeda ahaha… destiny atau destinasi ya. Dia pergi ke Texas di selatan sana, aku pergi ke Boston di Northeast sana. Perpisahan itu terjadi di stasiun Greyhound Denver, Colorado setelah 1 hari perjalanan dari Seattle.
Ini apa sih kok kaya perpisahan seorang pasangan kekasih aja ya haha… #abaikan!

Bisku telah memulai perjalanannya menuju Kansas, tepatnya menuju kota R.S Colby.

R.S Colby, Kansas, 27 Desember 2011  at 10.05 pm

“Life without limit”

Photo2961

Malam menyambut aku ketika aku sampai di kota asing ini. Bahkan namanya juga asing, terdengar seperti nama orang, R.S Colby. Entah apa kepanjangan dari R.S ini. “Rumah Sakit” kah? Emang di Indonesia haha… Perjalanan dari Denver ke R.S Colby ini memakan waktu sekitar 4 jam. Sang bayi yang sepanjang perjalanan menangis terlihat sudah lemah tak berdaya, termakan rasa kantuk. Apalagi teman sebangku aku yang keturunan African-American ini sudah tertidur pulas. Kaya di sekolah aja ya temen sebangku.

Waktu layover hanya sekitar 20 menit. Salju di luar terlihat putih menumpuk. Malas turun rasanya, padahal setiap kali lihat salju selalu excited. Pengennya selalu saja nuangin sirup, itu tuh sirup Mar**n. Sayang sekali belum kesampaian sampai sekarang 😦

Beberapa penumpang turun untuk sekedar merokok. Aku coba makan beberapa donat sisa, yang sudah mengeras. Saking kerasnya tuh sisa-sisa cokelatnya melekat laksana lem power glue di gigi-gigi depan. Sungguh tidak nyaman!

Pukul 10.25 pm bis pun melanjutkan perjalannya menuju Kota Salina, masih di Kansas State.

Salina, Kansas, Desember 28, 2011 at 3.00 am

Photo2960

Gila!

Jam 3 pagi berhenti di sebuah halte yang dikelilingi oleh salju setinggi pinggang, bukan berhenti di stasiun. Dinginnya luar biasa kawan! Bahkan mampu menembus jendela bis nampaknya. Atau seperti itulah yang aku rasakan. Sialnya air minum di botol sudah habis. Aku pun terpaksa turun menuju sebuah water fountain.

Jangan bayangkan betapa dinginnya udara diluar sana. Tak mampu aku menjawabnya. Nampaknya setiap helaan nafas mampu mengeluarkan asap. Asap nafas hangat yang langsung menghilang kalah akan dinginnya udara ini. Aku lihat beberapa anak seusia SD malah asik bermain lempar salju dengan kawannya.

The heck they think they are doing!

Dikiranya siang kali ya. Tak banyak cingcong, aku berjalan dengan pincang menuju water fountain di ujung halte. Ah untung saja airnya tidak freezing haha… Setelah yakin penuh, aku buru-buru masuk ke dalam bis, duduk di bawah selimut cokelat yang sengaja aku bawa.

Hangatnya 🙂

Tepat pukul 3.30 subuh, bis berangkat menuju Kota Kansas City, Missouri. Terdengar aneh ya, nama kotanya sama dengan negara bagian ini, Kansas.

Sudan ayo tidur, Nanak!

Kansas City, Missouri, Desember 28,2011 at 6.45 am

Photo2996

Good morning! Seruan dari sang sopir itu menyentakku bangun dari kursi. Ah.. rasanya tidak enak, pantat sakit, punggung pegel, leher seperti patah akibat menyender terus ke arah jendela. Bisa mati aku kalau tidur seperti ini terus haha… 😀

Mata aku kucek-kucek. Penampilan sudah tak karuan. Berapa hari ya aku tak mandi. Terkahir mandi ya sebelum berangkat di hotel di Seattle sana.

Who cares!

Waktu layovernya cukup panjang nih. 1 jam lebih. Aku turun dari bus dan masuk ke sebuah Mc. Donnald. Antrian cukup panjang oleh para penumpang yang dahga akan sarapan. Aku putuskan ke toilet dulu, mempercakep diri. Hihi penampilan tetep utama dong walau pake jaket super tebal plus cap di kepala plus syal. Sebenarnya lebih terlihat kaya snowman lol 😀

Pesanan datang! 4 buah Burger seharga 1 dollar (1 dollar menu) hihi. Aku juga pesan satu cokelat panas. Sangat dingin pemirsah, so cokelat panas cukup ampuh menghangatkan perut. Pengennya sih wedang jahe atau bajigur (minuman khas Sunda) tapi sayang tidak ada.

money.cnn.com
money.cnn.com

Dua buah burger aku makan dengan lahap. Sisanya aku masukan buat siang nanti. Harus hemat dong karena uang di ATM tidak lebih dari $20 lagi hiks hiks. Mana masih lama lagi ke bulan Januari dimana uang bulanan datang. Ga enak juga ya bepergian tanpa uang haha.

Kenyang! Aku langsung masuk ke dalam bis. Merapihkan barang-barang (atau lebih tepantnya nge-check takut ada yang hilang). Iseng-iseng juga buka buku yang aku bawa, buku teori diplomasi dan international affairs yang aku pinjam dari perpus kampus. Ceritanya aku mau meperdalam sebelum ambil kelas international relations di Spring nanti.

Hah… tak masuk! Terlalu teoritis lol. Rebahkan diri saja. Perbanyak istirahat adalah teori yang tepat untuk saat ini. Tanpa sadar bis pun melaju menuju Kota ST. Louis.

Wihi!!!!!

ST. Lous, Missouri. Desember 28, 2011 at 12.30 pm

Remember me, the one who lives there”

Photo3001

Kawan tahu apa yang menjadikan kota yang satu ini cukup terkenal? Kalau tebakannya adalah “The Arch”, maka selamat dapat nilai 100 😀

Yep kota ini terkenal akan Arch nya yang melengkung tinggi seperti setengah lingkaran. Konon katanya kata salah satu temen Amerika ku, Arch ini dibangun sebagai simbol kota Saint Louis, yaitu simbol pertemuan antara Amerika bagian barat dan timur. Emang keren sekali sih bentuknya.

The Arc
The Arch

Photo3015

Di kota ini pula ada kejadian sedikit bodoh tapi hampir membuat jantung copot juga. Ceritanya adalah begini.

Siap?

Di kota ini kita semua harus layover sekitar 1 jam setengah lebih dikit lah, ya karena bis harus mengalami cleaning dan tune-up istilah kerennya. Maklum sudah berjalan cukup panjang, so perlu sedikit perbaikan. Kita semua disuruh turun dengan semua barang bawaan kita termasuk yang ada di bagasi bawah bis, digiring masuk ke dalam stasiun Greyhound yang cukup besar. Seperti ayam-ayam yang akan di jagal.

Aku sebenarnya agak was-was sih karena … (bentar, itu kok kata “was-was” seperti “was-was” dalam bahasa Inggris ya haha)

Lupakan!

karena aku harus masuk ke dalam stasiun dengan barang bawaan dan nyari tempat duduk. Aku takut pergi jauh-jauh dari bis, takut ketinggalan etc etc. Tapi ya gimana lagi. Aku ikut dengan yang lain masuk dan tidak berani jauh-jauh dari mereka. Masih ingat dengan keluarga yang membawa bayi itu, yep aku berdiri dekat-dekat mereka sehingga aku tahu kalau mereka keluar dan masuk bis. Teman sebangkuku yang African descent itu entah kemana menghilang.

Dasar! Temen macam apa itu? Disaat dibutuhkan kok malah menghilang -_-

Beberapa kali aku tengok keluar. Takutnya bis nya tidak ada. Dan benar saja tidak ada!

Oh My God!!! Oh my Goodness!!

Lot parkir bis itu tiba-tiba disini bis lain. Kenapa aku bisa tahu? Tentu saja karena nomor bisnya yang ada di bagian atas kaca depan sudah berubah. Bukan nomor bis aku yang sudah aku hapal. Aku coba cari-cari berkeliling tapi tuh bis memang ga ada.

Whoaaaa bagaimana ini? Suer ga enak perasaan banget. Masa harus nyasar disini?

Sempat ada perasaan pasrah sih. Mungkin aku ga akan make it ke Boston. Dan entah kenapa pula para penumpang bis aku malah tidak terlihat. Hal ini semakin meyakinkan aku bahwa mereka sudah on board dan pergi bersama bis meninggalkanku di kota asing ini.

Setelah beberapa saat kelimpungan dan hampir nangis #cengen banget, tapi ya gimana emang takut sih ini kan bukan di Indo#

Tatapan mataku mengarah kesebuah gedung di ujung stasiun. Taunya tuh bis keluar dari dalam gedung itu (seperti tempat pencucian mobil). Aku bisa yakin karena nomor bis nya exactly seperti yang aku hapal. Seperti yang tertulis di tiket.

Yaelah Nanak. Itu bis dibersihkannya di dalam gedung itu bukan di stasiunnya haha.. Tapi bersyukur juga sih. Alhamdulillah.

Habis itu aku langsung berdiri di depan bis, ga kan mau sampe tertinggal lagi. Kalau bisa aku peluk, aku peluk deh.

Jangan jauh-jauh lagi ya. Jangan bikin aku khawatir.

Pengumuman aboard pun datang. Nah aku langsung berdiri di barisan paling depan. shaft paling depan kalau sholat mah. Biar pahalanya lebih besar. maksudnya biar dapat tempat duduk enak di depan deket sopir 😀

Next Kota Effingham, Indiana. Here we go!

Effingham, Indiana. 28 Desember 2011 at 3.05 pm

Photo3000

Yey aku di Indiana sekarang. Hanya dua hal yang aku lakukan disini, kencing dan beli another one dollar menu haha… 😀 Kotanya keliahatn boring sih dan aku cuma punya waktu sekiatr 30 menit.

Kita skip aja kota ini ya. Next is Indianapolis, masih di Indiana.

Indianapolis, Indiana. 28 Desember 2011 at 7.00 pm

“Seize the day”

Photo2998

Ah… rasanya bagaiman gitu kalo mendengar kota dengan nama “Polis” dibelakangnya. Seperti berada di dalam komik-komik atau film-film. Metropolis, Megapolis, Polis asuransi (apa coba haha). 30 menit harus duduk termengu disini, di dalam stasiunnya. Kok rasanya jadi tidak bersemangat begini. Antara kangen dorm dan tidur seharian dan cape, lelah, letih, lesu akan perjalanan ini yang terasa amat panjang. Karena boring juga ya tak ada yang bisa dilakukan disini selain duduk-duduk seperti seorang homeless.

Tuhan percepatlah perjalanan ini. Begitulah kira-kira doa aku saat itu.

Selanjutnya terdengar pengumuman kota tujuan selanjutnya. Columbus, Ohio here I am!!!!

Columbus, Ohio. 28 Desember 2011 at 11 pm.

“So far away”

Photo3018

Nyampe juga kaki ini di negara bagian Ohio, sebuah negara bagian yang dulu sering diceritain oleh Teh Rina sebelum apply beasiswa ini. Dia dulu belajar di Kota Athens di Ohio University.

Bahagia banget ya kalo kita bisa menginjakan kaki dan menghirup udara di kota yang dulu hanya terdengar dari omongan orang. Tapi sedih juga karena tak ada Teh Rina saat itu. Selain itu… aku juga ga bisa kemana-mana karena sudah malam. Sekali lagi udara dingin menahanku keluar.

Tapi melihat para penumpang lain pergi ke sebuah toko di depan sana, rasanya ingin kesana juga. Lagian layovernya juga 1 jam lebih.

Ok… aku bernaikan diri masuk ke toko itu tanpa tahu apa yang mesti di beli. Iseng-iseng liat topi musim dingin yang lucu-lucu dengan motif kotak-kotak kesukaan, kotak-kotak merah. Tapi beww harganya 20 dolaran. Mahal banget apalagi dalam keadaan miskin begini. Aku taro lagi tuh topi ditempatnya sambil berguman “maaf ya kawan aku tidak mampu membelimu saat ini, mungkin di lain kesempatan”

Haha… sedih ya.

Eh taunya aku dipalak sama temen sebangku aku. Tau di palak kan? Itu bahasa Indonesia apa Sunda ya haha… kacau!

Ga banyak sih, dia minta beberapa penny buat beli coke. Berhubung cuma ada beberapa lembar 1 dolaran, ya udah dikasih aja 1 dolar. Itung-itung amal. Tapi kok dia ga sungkan ya minta uang ama orang asing? haha…

Tapi ya walau dia baik, aku tetep belum tahu siapa dia sebenarnya. Siapa tahu dia agen mata-mata yang mencari para pria Asia cute untuk di jual ke Brazil sana? Atau malah Psycho?

Terkadang otak memang tidak bisa dikompromi ya. Karena sering banget nonton film-film bloody trailer, jadi ya pikirannya ke arah sana aja… tentang orang yang melakukan perjalanan lalu diculik, dibunuh kemudian di ambil organ dalamnya.. Ngeriii!!

Ya udah langsung cabut aja ke dalam stasiun. Cari aman! Tepat pukul 12.15 lewat sepersekian detik, bis pun melaju menuju kota Pittsburgh, Pennsylvania dan sudah menginka ke hari ke 4 malam ke 3… whoaaa ga kerasa juga.

Pittsburgh, Pennsylvania. 29 Desember 2011 at 3.40 am

Ini apa-apan pula mesti layover panjang hampir 2 jam, subuh-subuh yang super dingin ini. Udah gitu dipaksa mesti masuk ke stasiun lagi. Bayangkan lagi enak-enaknya tidur di bangunin dengan tepukan keras di paha… eh kok paha di pundak maksudnya. Pengen gampar aja tuh sopir bis kampret.

Jalan ke dalam stasiun aja udah kaya zombi yang tinggal di lempar kacang lalu jatuh terjungkal (Plants vs. Zombie kali ahh)

Tobat-tobat pengen istirahat dengan tenang. Langsung aku duduk di bangku panjang dan melanjutkan mimpi yang tertunda tadi.

Tapi sial!! Tidak bisa tidur kawan. Takut akan ketinggalan bis selalu menghantui. Akhirnya stay awake juga ampe jam 5 pagi. Hoammmmm…..

Next adalah kota RS Sliding R. Makin ga jelas aja nih nama kota-kota. Kaya yang males gitu bikinnya haha… 😀

RS Sliding R, Pennsylvania. 29 Desember 2011 at 7.15 am

“If I could fall into the sky”

Photo3023

Ohayo Gozaimasu!!! Pagi hari di bulan Desember menjelang akhir tahun. Terlihat hiruk pikuk orang-orang yang akan melakukan perjalanan libur musim dingin yang kere kaya aku, pake Greyhound haha… Layover cuma 30 menit so aku hanya makan burger sisa satu-satunya yang sudah tidak berbentuk. Mungkin kedudukin kali ya semalam. Setelah itu pergi ke toilet, gosok gigi, cuci muka, biar fresh dan kinclong.

Btw ini udah hari keberapa ya ga mandi haha tapi kok rasanya nyaman-nyaman aja. Mungkin karena pengaruh cuaca juga kali ya karena dingin jadi ga berkeringat. Setelah dirasa perfect, dari atas kepala sampe ujung kaki, melangkahlah keluar bak seorang model menuju ke dalam bis hihihi…

Next adalah Harrisburg, masih di Pennsylvania.

Harrisburg, Pennsylvania. 29 Desember 2011 at 9.05 am

“The girl from the north country side”

Photo3020

Gini dong meskipun musim dingin tapi cuaca cukup cerah sehingga terlihat lah berbagai pemandangan nan indah. Ada sawah-sawah yang hijau, gunung-gunung yang menantang, nah lohhh haha mungkin de javu kali ya akan negeri tercinta. Di kota ini layover cuma 15 menit jadi aku putusin diem di dalam bis.

Next adalah kota Philadelphia… whiwhiiiiiiii… 😀

Philadelphia, Pennsylvania. 29 Desember 2011 at 11.50 am

Photo3035

Kotanya memang indah, banyak gedung-gedung tua dan tebing-tebing berbatu terjal. Dan katanya nih banyak banget perkampungan orang Indonesia disini. Ingin sih berkunjung sapa tahu ketemu orang-orang Indo lagu bergosip ria. Terkadang cape banget loh ngomong Inggris terus haha…

Tapi sayang waktu istirahat cuma 30 menit. Tak banyak yang bisa dilakukan selain mengintip dari kaca staisun melihat indahnya kota di luar sana. Ah… seperti di dalam akuarium haha… Tapi semangat nih karena Next adalah New York City!!!!

Nueeeeeeeeeeeeeewww Yorrrkkkkkkkkkk!!!???? Mengikuti aksen temen Amerikaku di kampus haha… Ternyata nih ya tidak semua orang Amerika pernah ke NYC. Banyak yang excited juga kalau mendengar kata NYC. Mungkin kaya kita mendengar Jakarta kali ya haha kan tidak semua orang Indo pernah ke Jakarta.

Photo2999
Selain itu aku layover disana sekitar 5 jam… lumayan buat lihat gedung-gedung menjulang NYC!

Ayo bis cepatlah berangkat!! Sambil ku tepuk-tepuk badan bisa bagian depan 😀

New York City, New York. 29 Desember 2011 at 3.00 pm

“An English man in New York City”

Manhattan Skyscrapers
Manhattan Skyscrapers

Wuih memang luar biasa ya NYC ini. Dari kejauhan aja tuh gedung-gedung tinggi Mahattan sudah terlihat dikelilingi lautan. Selian itu, pemandangan selama menuju NYC keren banget. Tapi sayang, ternyata harus masuk terowongan besar untuk sampe di daratan Manhattan.

Terowongan yang super panjang hingga barulah bisa keluar dan cahaya masuk lewat jendela. Kerennnn!!!!

Aku bagaikan an Indonesian man in New York City haha… sambil nyanyiin lagunya Sting. Tapi ternyata stasiun Greyhound di NYC ada di bawah tanah. Literally dibawah tanah. Udah gitu gede banget tapi banyak orang saling seliweran dan layout bangunannya tidak karuan. Seperti di basement mall.

Setelah melihat-lihat jalur bis dan menghapal alur bis aku, aku putuskan untuk main ke luar. Iya dong gile aja 5 jam diem di bawah tanah.. ane belum siap mati haha… Tapi terlihat ada ribut-ribut polisi bawa anjing. Kirain mau ngejar aku, tapi ternyata ada sebuah tas mencurigakan yang ditinggalkan empunya di deket kursi penumpang. Setelah di buka ternyata isinya sebuah bantal leher dan entah apa lagi.

Mereka paranoid juga ya… tapi aku juga takut sih. Sebuah ending hidup yang kurang indah kalau harus ikut meledak di bawah tanah. Aku langsung ngacir keluar, sapa tau aku jadi tersangka haha…

Suasana sore NYC cukup indah walau terlihat simpang siur dan kotor. Pengen banget ke Times Square tempat nanti aku ngehabisin malam tahun baru tapi tak tahu lewat mana. Akhirnya hanya jalan-jalan sekadarnya karena tidak mau juga jauh2 dari staisun.

Photo3049

Ada mungkin 3 jam lamanya berada di luar, akhirnya aku memutusakn masuk ke dalam, atau lebih tepatnya turun ke bawah haha… Aku cari tempat duduk deket bis yang akan membawaku ke Springfield nanti.

Eh tiba-tiba seorang pria paruh baya datang menghampiri dan ngomong bahasa alien. Ga alien banget sih karena aku juga familiar, bahasa Spanish. Dikiranya aku orang Latin kali ya. Aku jawab aja “Sorry I dont speak Spanish!”

Ini sudah kesekian kalinya di sangka orang Spanish. Haha ternyata yang namanya Asian bagi mereka hanya yang bermata sipit aja kaya Jepang atau Chinese. Selain itu aku juga heran, kok banyak juga ya yang bertahan di Amerika tanpa kemampuan bahasa Inggris sedikit pun.

Ya pada akhirnya karena keadaan hidup juga sih yang membuat mereka bertahan.

Pukul 8.30 bis yang akan menuju Springfield datang. Aku ikut antri di paling depan karena dari tadi aku duduk di deket pintu tiket bis itu. Banyak penumpang baru. Nampaknya hampir sebagian besar para penumpang lama berakhir di NYC, termasuk teman sebangkuku yang sudah turun di prapatan New  Jersey haha…

Yah bis nya dapat bis lama, tanpa wifi dan tempat duduk yang sempit. Tapi ya sudahlah. Pukul 12 nanti aku akan sampe di kota Springfield, kota yang akan merenggut nyawaku, hampir saja merenggut nyawaku. Kota yang sombong dan durjana haha…

Dan akan diceritakan di part Finale catatan perjalanan ini, part #4.

Tetep setia ya permisa 🙂

“All those memories made abroad, you think back to as you stare out the window while at work or in class, make you remember those friends with more love and happiness. They were there for everything wonderful and all those first-time experiences you can’t forget. They were part of those magical moments of your life that couldn’t be erased or forgotten… even if you tried.” (Lauren Martin)

To be Continued

******

Advertisements

4 thoughts on “Catatan Perjalanan (Greyhound Journey, USA) #3

  1. Nanaaak, you made such a great journey. from west to east, hebaat..pdhal, dulu sj aku dah pernah mikir, pas spring break jg mau berpetualang pake greyhound dri AL-NY, stelah dkasih tau perjalanan mmkan wktu skitar 30an jam, lngsung ngeper deh, ;gak jdi, yaudah pake delta aja, yg pas naik jg serasa pake pesawat perang, hhha, greaat Nanak 🙂 I love reading it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s