Story of My Life

The World without Borders

Sudah hampir sebulan absen menulis di blog ini, dan merasa kangen juga. Maklum lah mahasiswa tingkat akhir pekerjaannya segudang haha… (derita mahasiswa) πŸ˜€

courtesy of thepowerofpeace.com
courtesy of thepowerofpeace.com

By the way, itu maksud judul apa ya? Apa maksdunya dunia tanpa batas? Hmmmm….jadi begini, judul ini aku ambil karena aku sekarang lagi kangen-kangennya sama temen-temen internasionalku.

Wah berarti sama temen nasional ga kangen dong? hahaha… bukan begitu. Lagian mau kangen gimana orang tiap hari juga ketemu.

Well…. ceritanya, ketika ikut lomba debat di TBI (The British Institute), teamku masuk final berhadapan dengan Unpar (Universitas Parahyangan). Nah motion nya itu adalah “The world without borders”, dan teamku terpilih sebagai team negative alias menentang ide itu which is bad luck actually haha… πŸ˜€

Anyway, kita keluar sebagai juara 2 loh!

Yey… selamat!! Hahaha… πŸ˜€

Idenya sih simple bagaimana seharusnya di dunia ini tidak boleh ada batas-batas (bisa batas negara atau batas dalam arti abstrak). Nah… sejalan dengan hal ini, ternyata dunia ini terasa lebih indah ketika ketika menghapus batas-batas itu, yaitu batas perbedaan dalam pertemanan.

Dulu… dulu banget. Tak pernah aku berpikir bahwa aku akan mempunyai temen lintas negara. Dan sekarang… temen-temenku tidak hanya orang Indonesia, namun sudah meliputi setiap negara di penjuru dunia ini.

Lebay…!

Haha… lalu apa untungnya?

Eh banyak loh jangan salah. Bukan cuma kita akan ada yang menampung dan memberi makan kalau kita berkunjung ke negara mereka, namun manfaat utamanya adalah bagaimana kita bisa belajar banyak dari berbagai perbedaan itu.

Emang penting?

Tentu saja. Kita ini hidup tidak sendiri kawan. Ada bermiliar-miliar manusia hidup di muka bumi ini dengan segala perbedaannya. Kita tidak bisa menutup mata akan hal ini. Kalau kita masih tidak setuju akan perbedaan yang exist di kehidupan ini, ya udah bikin aja planet sendiri.

Di kampus saja kita belajar menganalisa sebuah masalah dari berbagai sudut pandang, atau belajar menganalisa sebuah teori dari berbagai sisi.

Nah..! Ketika kita mempunyai teman dengan berbagai perbedaan, kita mau tidak mau belajar berhati-hati dalam bertindak dan berucap. Kita semakin sadar bahwa pola pikir manusia itu beragam kawan, bahkan pola pikir yang menurut kita tidak masuk akal, namun hal itu nyata. Banyak kawan orang-orang dengan pemikiran yang sederhana dan ekstrim sekalipun.

Kalau kita sudah menyadari bahwa manusia itu beragam perspective-nya, kita akan semakin aware bahwa Tuhan itu maha besar, bahwa kita tidak bisa memaksakan kehendak kita kepada orang lain, bahwa setiap orang mempunyai masalah dan urusannya masing-masing.

So… rasanya sedih aja kalau ada orang yang masih mempermasalahkan perbedaan, atau malah saling hina menghina hanya karena perbedaan agama, ras, kulit dan sebagainya. Kalau kita peracaya sama Tuhan, tentunya kita percaya bahwa mereka semua itu ciptaan-Nya, dan tak pernah tuh Tuhan mendiskriminasi hanya karena perbedaan kulit. Misalkan seseorang tidak boleh masuk surga hanya karena dia berkulit hitam. Kalau masalah perbedaan keyakinan, itu urusan masing-masing lah sepanjang kita saling hormat satu sama lain, tak ada yang perlu dipermasalahkan sebenarnya.

Kembali ke ide dunia tanpa batas ini, aku teringat akan suatu kejadian yang betapa aku sangat menghargai arti sebuah persahabatan. Salah satunya adalah aku bisa kenal temen-temenku dari Turki yang sudah seperti saudara sendiri. Atau bagaimana dekatnya aku dengan mas Afan Nashrudin, Tya Utami dan Rika yang dulu kenal lewat sosial media facebook. Bahkan ketika belum bertemu pun kita sudah merasa kemistri yang sangat kuat.

Nah ceritanya… salah satu temen Turki ku itu akan datang ke Jakarta dalam urusan sekolahnya yang mempunyai sister school dengan salah satu sekolah di Jakarta. Jauh-jauh hari aku sudah nyiapin sesuatu buat mereka meskipun aku cuma punya waktu sekitar 1 jam di bandara pada saat mereka akan pulang. Padatnya kegiatan mereka di Jakarta membuatku tidak punya waktu seharipun untuk hang out bersama mereka haha…

Mereka??

Well… temenku yang kukenal dan akan datang cuma satu sih. Yang lainnya tidak ikut karena beda kelas, otomatis beda program. Tapi ketika bertemu dia di bandara, aku juga kenalan sama yang lain dan akhirnya jadilah temen Turki ku bertambah haha… πŸ˜€

I love Turkey!

Pada hari mereka akan pulang, aku pagi-pagi sekali sudah siap dari Bandung untuk berangkat ke Jakarta naik travel. Komunikasi selama ini hanya lewat facebook, namun aku berinisiatif memberi nomorku just in case ada apa-apa. Bener saja, salah satu guru dari sekolah yang mereka kunjungi menelponku dan mengatakan bahwa aku bisa bertemu mereka di Sarinah jam 4 an.

Ok lah. Aku sms Afan yang kebetulan sedang internship di Jakarta untuk berubah haluan dari bandara ke Sarinah. Ceritanya Afan mau menemaniku bertemu mereka. Bahkan dia rela bolos kerja hehe… πŸ˜€

Parah!

Ketika sedang diperjalanan, guru itu menelponku dan berkata bahwa mereka tidak akan lama di Sarinah karena harus ke kedubes Turkey, so aku harus ketemu mereka jam 1 di Sarinah.

Wew..!! Kinda impossible karena kemungkinan besar nyampe Jakarta jam 1-an. Belum perjalanan ke Sarinahnya.

Akhirnya aku meminta untuk bertemu di bandara saja sebelum mereka berangkat, yaitu jam 5-an. Singkat cerita aku sms Afan untuk kembali ke Bandara. Sampai Jakarta jam 1 an. Namun aku bingung naek apa ke bandara dari daerah Mampang. Aku sms Tya yang asli orang betawi. Dia menyarankan naek damri aja di Terminal Lebak Bulus. Kebetulan dia tidak bisa anter karena sedang bimbingan skripsi.

Karena takut telat dan Jakarta siang hari pasti macet, aku charter taksiku yang seharusnya mengantarku ke lebak bulus untuk langsung ke Bandara. Setelah tawar-menawar, sepakatlah Rp. 130.000 sampai bandara plus bayar tol. Padahal sebenarnya sisa uang sudah menipis banget. Belum harus beli tiket pulang.

Ok lah! Daripada tidak ketemu sama sekali.

Namun sialnya!! AC taksi rusak dalam perjalanan ke Bandara. Otomatis panas Jakarta langsung menyengatku. mau komplain juga gimana. Kalau dibenerin dulu takut telat. Aku yang benci dengan udara panas ini akhirnya hanya bisa pasrah dan berteriak…

Demi Tuhannnn….!!! (gaya Arya Wiguna) haha…

Keringat pun bercucuran membanjiri jok belakang.

Sampai di Bandara sekitar pukul 4.30. Setelah kasih sedikit tip, aku bergegas masuk ke dalam dan bertemu Afan. Hoho akhirnya ketemu dia lagi setelah jumpa untuk pertama kalinya di Bandung setelah sekian lama berteman di facebook.

Afan tranktir ice cream which is perfect for such a hot weather!!

Setelah menunggu sekian detik…. Rombongan temen Turki ku pun datang. Aku segera menemui dia di pelataran Bandara.

Gila!! Gede dan jangkung-jangkung! Jauh berbeda dari yang terlihat di facebook padahal mereka masih SMA. Aku sambut temenku dengan senyum dan kupeluk dia sebagai rasa persaudaraan. Salah satu guru mereka langsung mendatangi dan menyalami aku dan Afan sambil tersenyum dan berkata bahwa kita ini pahlawan, mau datang jauh-jauh hanya untuk bertemu seorang temen. Haha… cukup lebay… namun lumayan terharu juga.

Setelah ngobrol sebentar dan menyerahkan beberapa bingkisan buat temen Turki ku yang tidak bisa ikut, mereka harus segera check in, namun mereka akan janji keluar untuk sekedar ngobrol dan foto-foto.

Akhirnya mereka keluar. Lalu kita menuju kedai kopi dan donat (kedaiii haha…) dan beranjak keluar menikmati matahari sore yang akan segera pulang.

Rasanya luar biasa kawan bertemu seorang teman lintas negara yang dulu hanya dikenal di facebook dan skype. Jadi temenku ini adalah temen dari 2 orang temenku yang bertemu waktu kuliah di US (ribet yah haha..). Kita sudah sering ngobrol di facebook dan skype. Apalagi kita sama-sama suka bermain drum. Setelah ngobrol kesana kemari dengan bahasa Inggris se-adanya (rata-rata mereka bahasa Inggrisnya kurang), akhirnya kita harus segera pamitan. Dia merekam video testimoniku untuk kedua temenku di Turki.

Hahaa… lucu memang! Meskipun tidak bertemu mereka tapi rasanya sudah tergantikan. dan bepergian ke Turki pun seakan mendapat semangat baru. Beberapa kali sudah mendapat undangan untuk kesana. Bahkan aku sudah kenal dekat dengan keluarga mereka. Namun masih menyangkut di tiket pesawat yang mahal. Insya Allah some day!!

me, Afan and my Turkish friends :)
me, Afan and my Turkish friends πŸ™‚

Pada akhirnya mereka pun harus masuk lagi untuk segera terbang. Sedih rasanya. Hampir sama dengan rasa sedih ketika dulu kedua temen Turki ku yang belajar denganku harus pulang duluan.

Aku dan Afan melanjutkan perjalan ke rumah Tya untuk menginap semalam di rumahnya. Nah Tya ini juga kawan Afan yang aku kenal di facebook, so ini untuk pertama kalinya aku akan bertemu dia.

Me, Afan, and Tya
Me, Afan, and Tya

Kami disambut Tya dan ibunya dengan sangat hangat dan ramah, bahkan disiapin makanan segala. They are so friendly (thank you much for the hospitality mate)

See!!! Bahkan rasa pertemanan itu bisa terbentuk dengan kuat walau belum pernah bertemu secara langsung. Aku sangat bahagia mempunyai kawan-kawan yang luar biasa. Baik kawan satu negeri maupun lintas negara. So… persahabatan itu bisa menembus tembok-tembok perbedaan. Persahabatan itu seperti dunia yang tanpa batas, apalagi ketika kita bisa melupakan segala perbedaan yang mau tidak mau memang ada. Hidup itu indah ketika kita mampu membangun jembatan-jembatan penghubung daripada tembok-tembok pemisah.

Thank you to all of my friends around the world for making my life so colorful!!!

I’ll always miss you guys, and I’ll keep this golden memory for good!

936400_10200818880067312_1665083142_n
Sweet Family

NB: Persahabatanku dengan Afan, Tya, Rika dan temen deketku di kampus Jota sudah sangat kental karena kita adalah “the Dream Catchers!”

Temen turki ku yang tidak ikut, message aku di facebook dan mengatakan bahwa aku dan Afan terkenal di sekolah mereka akibat sang guru yang kemarin ikut menceritakan kisahku dan Afan sambil membawa foto-foto pertemuan kami ke setiap kelas. Wew!! Hahaha… indahnya persahabatan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s