Greyhound Journey USA

Catatan Perjalanan (Greyhound Journey, USA) #2

Photo2971

Whoaa… petualangan si anak desa di USA kembali berlanjut. Hayo kawan-kawan jika belum sempet membaca bagian pertamanya, bisa klik  HERE Mari kita lanjutkan cerita petualangan sederhana ini.

Sedikit gambaran, dicerita sebelumnya aku dan a Rullan telah memasuki hari ke-4 di Seattle dan sedang menuju kota Moses Lake, kota dengan udara bau kotoran kuda. wah haha… entah kenapa bisa seperti itu.

Moses Lake City, Washington, 26 Desember 2011 at 2.00 PM

“The Smell of Spirit”

Secara resmi kami telah meninggalkan kota super windy Seattle pukul 9 tadi pagi dan tiba di kota nabi Musa ini pukul 2 sore. Entah kota atau hanya sebuah desa karena tidak ada gedung tinggi yang ada hanya padang rumput gersang musim dingin.

Dan.. Uih!!!

Bau aroma kotoran kuda tercium dimana-mana. Mungkinkah ini kota cowboy?

Entahlah!

Tapi yang jelas kami melihat seorang pria berpakaian ala cowboy plus sepatu dengan gear di belakangnya. A Rullan smirked melihatnya seakan tak percaya masih ada orang yang berani memakai kostum seperti itu. Tapi ini USA kawan! Tempat dimana ribuan orang aneh menurut nalar kita bertempat tinggal.

Untungnya kami hanya layover sekitar 20 menit disana. Tapi dengan begitu kami harus cepet-cepet memesan makanan di McDonald setempat. Seperti biasa kami memesan Dollar Menu (Menu serba satu dollar) untuk berhemat mengingat perjalanan kami masih panjang.

Kejadian unik terjadi ketika kami akan masuk ke dalam bus reot itu. Pintu masuk tidak bisa dibuka. Entah ada yang salah dari mananya. Para penumpang ada yang kesal ada pula yang menganggap itu lucu. Tapi udara semakin dingin saja. Sang sopir telah menggunakan berbagai jurus untuk membukanya tapi si pintu tetap tidak mau terbuka.

Untung!! (selalu untung memang, apa karena ada dua orang Indonesia) ada seorang wanita yang tidak ikut turun dari bus yang bisa membuka kunci dari dalam.

Hore!!!!

Kami semua masuk mencari kehangatan, dan… perjalanan pun berlanjut menuju kota selanjutnya, Spokane.

Entah menara apa ini di Moses Lake City :p
Entah menara apa ini di Moses Lake City :p

Spokane, Washington, 26 Desember 2011 at 4.10 PM

Kurang lebih tiga jam di dalam bis, kami pun sampai di kota Spokane. Sekitar satu jam layover di kota ini namun tak banyak yang bisa dilakukan selain istirahat di dalam stasiun.

Greyhound Station Spokane (image belongs to article.wn.com)
Greyhound Station Spokane (image belongs to article.wn.com)

Lapar!!

Untung masih ada sisa burger satu dollar yang sudah dingin. Cukup membosankan juga, namun akhirnya sekitar pukul 5.10 pm, kami harus sudah mengantri menuju bus selanjutnya yang akan membawa kami ke kota St. Regis, Montana.

St. Regis, Montana, 26 Desember 2011 at 8.45 pm

Tiba di St. Regis sekitar pukul 8.45 malam dimana hari sudah mulai gelap dan suasana semakin membosankan. Mulai terdapat pikiran yang mengkhawatirkan akan nasib perjalannku selanjutnya dimana aku akan sendirian. Ini belum setengahnya namun sudah sangat membosankan.

Layover sekitar 15 menit, dan sekitar pukul 9 bis berjalan kembali menuju Missoula.

Oh… cepatlah berakhir!

Missoula, Montana, 26 Desember 2011 at 10.25 pm

Perjalanan ke Missoula hanya memakan waktu sekitar 2 jam dan akhirnya kami sampai di super dingin ini. Rasa lelah dan ngantuk sudah mulai menghantam, belum lagi rasa lapar. Selain itu pantat juga lumayan terasa sakit seharian duduk. Akhirnya kami mencari makan berhubung waktu layover sekitar 45 menit. Salju telah menumpuk di kota ini. Ingin rasanya keluar namun rasa capai berhasil mengalahkan keinginanku menyentuh tumpukan putih itu untuk pertama kalinya.

Day 5 -> Butte, Montana, 27 Desember 2011 at 1.15 pm

“There is always ‘for the first time’ in life…”

Sudah memasuki tanggal 27 ketika masuk kota Butte, Montana sekitar pukul 1 malam. Dalam keadaan super ngantuk, kami “dipaksa” untuk turun selama 15 menit layover dan berganti bus.

Argh!!!!

Seperti orang mabuk saja! Kalau anak kecil pasti sudah marah. Badan mulai terasa lengket meminta air hangat. Udara bukan main dinginnya sampai menusuk hati sanubari.

Setelah di panggil satu persatu, akhirnya kami masuk dan segera mencari tempat duduk senyaman mungkin, tentunya untuk melanjutkan tidur kami. Menurut data di tiket, kami akan sampai di kota Billings sekitar pukul 6 pagi. Yeah… lumayan untuk sedikit mengistirahatkan kepala ini.

Bis pun diganti dengan yang baru sehingga kami harus membawa barang-barang kami ke dalam stasiun. Kalau kode bis di tiket berbeda itu artinya bis akan ganti dan kami harus mengambil barang-barang yang disimpan di bagasi, jika tidak, maka barang kami pun akan tertinggal. Sang sopir selalu mengingatkan akan hal ini di akhir setiap perjalanan. Oh iya, ga ada yang namanya kernet di bis Greyhound :p

Billings, Montana, 27 Desember 2011 at 6 am

Sinar matahari musim dingin menyusupi jendela bis tak bertirai. Waktu telah pagi dan bis telah sampai di kota Billings. Salju bertebaran di mana-mana. Bahkan bis memerlukan sedikit waktu untuk memarkirkan dirinya, menghindari tumpuka salju.  Meskipun waktu layover cuma 15 menit, tapi aku sungguh bersemangat untuk segera keluar dan menyentuh butiran-butiran putih itu.

Ah… masyaAllah!!

Untuk pertama kalinya akhirnya aku berhasil menginjak dan menyentuh salju. Untuk pertama kalinya dalam hidupku ini. Subhanallah!! A Rullan cuma bisa terkekeh-kekeh melihat tingkah udiku ini.

Parah tapi ignore it!!

For the first time :p
For the first time :p
Bis parkir di antara tumpukan salju
Bis parkir di antara tumpukan salju

Bis sudah mau berangkat lagi tapi aku belum sempet membeli makan. Untung a Rullan membelikanku dua buah taco dari restoran Taco Bell di ujung sana.

Ungtunglah haha (lagi-lagi)

Armada pun berangkat menuju kota Thermopolis. Namanya terdengar unik seperti Thermometer :p

Thermopolis, Wyoming, Desember 27 2011 at 9.50 am

Sudah meninggalkan Montana dan memasuki state selanjutnya, Wyoming. Disini pun waktu layover cuma 15 menit, dan perjalanan panjang sekitar 8 jam menuju Denver akan segera di mulai. Kami membeli makanan di McDonald setempat just in case tiba-tiba lapar di tengah perjalanan. Kotanya terasa lebih dingin lagi dengan tumpukan salju-salju yang sangat tinggi. Badan pun tak terasa lengket lagi, tak mandi pun tak masalah setidaknya untuk beberapa hari ke depan.

Namun… terasa sedih juga mengingat perjalanku dengan a Rullan akan segera berakhir 😦

Oh iya, jika bis tidak berhenti di stasiun, maka bis akan berhenti di tempat yang sekiranya ada McDonald atau Taco Bell atau apapun itu untuk para penumpang membeli makan. Biasanya jika layover cuma 15 menit, maka itu artinya bis tidak berhenti di stasiun melainkan di tempat-tempat itu tadi. Hanya untuk sekedar melepas lelah dan aturan ini sudah baku setiap beratus-ratus kilo meter bis berjalan untuk menghidari si sopir cape atau ada kerusakan di bis akibat terlalu lama berjalan. Dan biasanya ketika akan melewati antar state yang jauh, bis akan di ganti dengan yang baru.

Keren peraturannya! Safety is number one 🙂

Papan Informasi Turis di Wyoming
Papan Informasi Turis di Wyoming

Denver, Colorado, 27 Desember 2011 at 6 pm

Kesempatan terakhir duduk bersebelahan dengan a Rullan aku gunakan dengan ngobrol kesana-kemari, dari mulai ekonomi sampai politik, dari mulai kehidupan di Texas sampai bagaimana dia berhasil menyabet beasiswa fulbright Master nya. Banyak ilmu yang aku dapat tentunya. Belum lagi perjalanan panjang menuju Denver sungguh sangat menakjubkan melihat berbagai pemandangan alam yang luar biasa seperti bongkahan batu-batu besar dan lembah-lembah curam di kiri dan kanan jalan.

Pemandangan sepanjang jalan menuju Denver
Pemandangan sepanjang jalan menuju Denver

Photo2979

Namun, rasa sedih juga bergelayut di hati ini. Memang terdengar lebay namun menyadari bahwa dalam beberapa jam kedepan aku akan sendirian melanjutkan perjalanan ini dan entah siapa yang akan duduk di sampingku, rasanya mulai ada rasa khawatir di diri ini dan terlintas juga pemikiran untuk membatalkan saja petualangan ridiculous ini.

Tapi….

Sayang juga sudah setengah jalan dan selama ini baik-baik saja. Di tiket tertulis aku akan sampai di Denver pukul 6 sore tepat dan layover selama 45 menit. Namun ketika jam sudah menunjukan pukul 5 sore, menurut GPS di hp a Rullan, bis masih jauh dari kota Denver.

Sungguh!!

Aku merasa sangat khawatir tertinggal bis. Bagaimanapun bis selanjutnya takkan mau menunggu dan kalau tertinggal, maka aku harus menunggu jadwal besok dan otomatis akan merubah seluruh jadwal perjalanan. A Rullan sepertinya juga sangsi bis akan tiba tepat waktu.

Suasana sudah mulai gelap namun bis masih di jalan interstate. Berkali-kali aku melihat papan informasi di sepanjang jalan yang menunjukkan jarak kota Denver dari jalan yang bis sedang lewati, dari 50 km sampai akhirnya sekitar 10 km, namun rasanya masih jauh saja dan jam sudah menunjukkan jam 6 pas.

Pukul 6.35-an bis akhirnya memasuki area kota Denver dan menuju stasiunnya. Denver termasuk salah satu kota besar di US dengan gedung-gedung pencakar langit penuh lampu gemerlap. Tak aku nikamti pemandangan itu mengingat aku sudah sangat khawatir akan terlambat.

Sesampainya di stasiun, aku langsung turun dengan terburu-buru dan berlari menuju gate bis kotaku selanjutnya, menuju kota RS. Colby, Kansas. Antrian sudah sangat panjang dan aku berada di barisan paling belakang, itu artinya bisa saja aku mendapati kursi yang tidak aku inginkan, bahkan buruk-buruk harus menanti bis kedua kalau ternyata bis yang ini penuh.

Fuhh!!

Aku langsung memasuki antrian. Ku lihat a Rullan berjalan di belakang. Kami pun berpamitan. Ah sedih rasanya dan takut juga. Dia masih harus menunggu beberapa jam lagi bis menuju Lubbock, Texas. Well, bagaimanapun harus aku hadapi semua ini haha… 😀

Sudah jangan lebay, Nak!!

Antrian pun mulai berjalan, terdengar tangisan seorang anak kecil di depanku. Rupanya aku akan satu bis dengan anak kecil itu dan dua anak laki-laki beserta ibu dan ayahnya. dari penampilannya  mereka terlihat seperti orang Amerika kelas menengah ke bawah, kalau tidak bisa di bilang homeless.

Aku lambaikan tanganku yang terakhir kepada a Rullan dan buru-buru masuk ke dalam bis. Syukurku, aku masih mendapatkan tempat duduk di depan, deket sopir dipinggir jendela. Kursi di sampingku di isi oleh seorang wanita African-American descent bertubuh lumayan gemuk dan berambut deadlock dengan topi ala Bob Marley. Kubalas senyum rough dia.

Kota tujuan dia adalah Newark, New Jersey. Itu artinya aku akan terus satu bis dengan dia, setidaknya sampai Ney Jersey. Mungkin aku harus bersahabat dengan dia biar ada temen ngobrol. Tapi aku masih harus berhati-hati dalam berkata mengingat bagaimanapun dia adalah orang asing yang tak ku kenal asal-usulnya. Seperti layaknya orang black lainnya, dia senang berbicara dengan gaya rapper dan accent black people yang terkadang sulit untuk dimengerti dengan berbagai slang-slang khas mereka.

Beberapa saat perjalanan dia sudah tertidur sedangkan aku masih berusaha membuka mata, menatap keadaan sekitar bis. Belum lagi anak laki-laki yang tadi menangis masih melanjutkan tangisannya walau sudah di dalam bis. Sang sopir sempat memberhentikan bisnya dan menyuruh si orang tua untuk menyuruh dia berhenti menangis dengan ancaman jika masih terus begitu, mereka akan diturunkan di tengah jalan.

Wuih!!

Serem juga peraturannya. Memang sih cukup mengganggu tapi ya namanya juga anak kecil. untungnya tak berapa lama dia berhenti menganis.

Syukurlah!! Kasian juga kan kalau mereka harus diturunkan ditengah jalan malam-malam begini.

Rasa khawatir masih menghantui pikiranku sehingga aku tak berani menutup mata. Temanku satu-satunya saat itu hanyal sebuah headphone mendengarkan musik dari hp ku. Barang bawaanku aku dekap di dada.

Haha… sungguh berlebihan!!

Photo2977

Masih ada sekitar 14 kota lagi dan 7 states yang akan aku lewati. Semoga lancar perjalananku dengan bekal uang dan pulsa yang semakin menipis. Namun ternyata…. sebuah kejutan mengerikan menungguku di Missouri sana.

To Be Continued…

******

Advertisements

2 thoughts on “Catatan Perjalanan (Greyhound Journey, USA) #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s