Greyhound Journey USA

Catatan Perjalanan (Greyhound Journey, USA) #1

Peta USA (gamapenta.blogspot.com)
Peta USA (gamapenta.blogspot.com)

“In the end, it’s not going to matter how many breaths you took, but how many moments took your breath away.”

(Shing Xiong)

Mungkin bisa dikatakan inilah pengalaman paling menarikku traveling keliling USA. Tak terbersit sedikitpun pemikiran aku akan mengelilingi setiap jengkal tanah Paman Sam. Dalam petualangan ini pula aku menguji keberanianku melakukan perjalanan selama 3 hari 4 malam menggunakan bus Greyhound, perusahaan bus antar state paling besar di USA seorang diri. Kalau di Indonesia mungkin hampir sama seperti dari Bandung kota halamanku sampe Medan atau Aceh sana di Sumatera bagian utara sana.

Bukan keputusan yang tak aku pikirkan mengenai hal ini mengingat banyak juga yang aku khawatirkan terutama mengenai safety ku bepergian dengan greyhound. Setelah berbicara dengan adviserku di World Learning dan beberapa teman Amerikaku, umumnya mereka berkata bahwa aku akan baik2 saja. Namun mereka menyarankanku membawa pepper sprayer untuk jaga-jaga haha.. Aku juga seraching tips2 bepergian dengan bus di Amerika di internet.

Bekalku cuma satu buah HP samsung USA dengan pulsa 10 bucks, dan HP ku yang tak bisa aku pakai sama sekali disini. Pulsa segitu tidak akan cukup tentunya untuk sebuah perjalanan panjang, dan disini tidak ada tukang pulsa seperti layaknya di Indonesia yang bertebaran, paling online. Dan kalo kehabisan pulsa sudahlah tak bisa apa2 karena aku tidak kan bisa terima telepon maupun sms.

Dalam kasus ini sistem pulsa di Indonesia lebih enak haha… Selanjutnya adalah satu buah bag dan satu backpack AMINEF tercinta berisi laptop, barang2 penting dan beberapa buku. Satu plastik jinjing berisi baju hangat dan bantal leher yang tak bisa aku masukan ke backpack. Uang receh $20 dan sisanya yang tidak seberapa di ATM.

Benar-benar minim sekali!

Telepon2 penting telah aku catat dan tentunya berbagai doa yang aku hafal di kepala. Selalu ingat Tuhan walaupun dinegeri orang adalah hal yang tak boleh dilupakan 🙂

Aku memulai perjalanan ini di liburan musim dingin (Winter break) dari kota asalku Arcata, California. Menuju ke selatan lalu ke utara dan langsung mengarah ke timur Amerika, menuju Boston, Massachusetts kota tujuanku.

Telah aku alami bagaimana sengsaranya setiap kali waktu makan tiba, waktu sholat, dinginnya setiap states yang aku lewati, hampir tergelincirnya bis yang aku tumpangi akibat badai salju, berteman dengan seorang wanita black selama perjalanan, hampir tertinggal bis di St. Louis, Missouri, dan hampir matinya aku karena kedinginan tidur di taman di bawah 10 derajat celcius selama 6 jam di kota asing Springfield, Massachusetts. Dan masih banyak cerita menarik lainnya.

Baiklah! Marilah kita mulai cerita sederhana namun menarik dan penuh haru.

#Benerin peci :p

Cerita ini begitu berarti dalam hidupku, terutama pelajaranya bahwa untuk menggapai sesuatu yang sangat berharga itu tidaklah mudah. Perjuangan ini aku lakukan karena aku ingin sekali melihat dan menyentuh dua kampus ternama di Boston, Harvard dan MIT, dan juga ingin merasakan bagaimana tinggal di kota pelajarnya Amerika itu.

 

Day 1 –> Arcata, CA.  Jumat 23 Desember 2011 at 9.45 AM

“Love is SOMETHING we create with the perfect ones”

Armada Greyhound Paling Baru (ccjdigital.com)
Armada Greyhound Paling Baru (ccjdigital.com)

Cukup memusingkan memikirkan apa yang harus dilakukan, dimana dan yang terpenting tidak terlalu menghabiskan banyak uang untuk menghabiskan Winter break yang cukup lama, sekitar 3 minggu lebih. Teman-teman yang lain sudah pergi menuju tempat liburannya masing-masing, kebanyakan pergi ke NYC semenjak hari terakhir kuliah. Aku dan beberapa temanku dari Laos, India dan Nepal plus a Rulan fulbrighter yang kuliah di Texas, yang mengunjungiku di Arcata masih kebingungan.

Akhirnya setelah berunding dan sedikit berdebat, kita memutuskan untuk pergi ke Seattle, Washington selama dua hari. Setelah itu kita berpencar. Temanku dari Laos Chan akan pergi ke Connecticut, Rounaque dari India ke NYC, dari Tanoj dari Nepal memutuskan untuk spend Winter di Arcata saja which is so sad I think. Dan a Rullan juga memutuskan juga balik ke Texas, nah loh aku?

Serba kebingungan, aku coba telpon temen Summer Class ku yang sekarang tinggal di Boston, seorang Chinese bernama Yin Yitian. Beruntungnya dia mau menemaniku dan mengijinkanku tinggal di apartemennya.

Yey!!!! Problem solved!

Sebenarnya aku tela lama  merencanakan untuk liburan bareng temen Ugradku nyewa apartemen di Manhattan, tapi beberapa hal memaksaku untuk tidak ikut dengan mereka.

Setelah jemput a Rullan di stasiun Greyhound Arcata, langsung belanja makanan di Safeway. Kasian dia datang jauh-jauh dari Texas. Tapi seneng juga dia bawa banyak makanan Indonesia. Malamnya sebelum berangkat ke Seattle, kita masak rendang dan lain-lainnya, lalu kita dinner bersama.

Dinner with Indonesia cuisine
Dinner with Indonesian cuisine

Tiket bus greyhound ke Seattle sudah ditangan, begitupun untuk yang ke Boston. Aku habiskan sekitar lebih dari $300 untuk sampai ke Boston. Dan itu belum termasuk tiket kembaliku ke Arcata yang aku putuskan naek pesawat saja agar tidak terlambat registering courses untuk Spring semester. Belum aku beli tiketnya karena masih mahal. Harga segitu masih enak untuk kantongku dari pada harus beli tiket pesawat yang hampir $800 di masa liburan seperti ini.

Jumat 23 Desember, aku dan teman2ku telah siap di depan apartemen menunggu Melissa, temanku yang akan mengantarkan kami ke statisun. Setelah ada sedikit kejadian lucu akibat temenku dari Nepal telat bangun, akhirnya kami berangkat juga. Masih tepat waktu walau antrian masuk bis sudah sangat panjang. Setelah menukarkan tiket, kami pun masuk ke dalam bis.

Tak ada nomor duduk. Greyhound memakai sistem first come first serve. Namun bis nya lumayan enak dengan AC dan WiFi. tapi tidak semua bis ada WiFi nya.

Perjalanan ke Seattle cukup aneh karena bis harus meluncur ke selatan dulu menuju Oakland yang mana tetangganya San Francisco. Setelah itu meluncur kembali ke atas menuju Washington State yang berbatasan dengan Kanada. Itulah mengapa perjalanan memakan satu hari, berangkat tgl 23 dan nyampe tgl 24. Padahal kalo bis langsung berangkat dari Arcata, diperkirakan cuma sekitar 8 jam saja.

Oakland, CA, Desember 23 at 6.20 pm

Ringkasan kota-kota yang akan aku lewati
Ringkasan kota-kota yang akan aku lewati

Sampai di Oakland sore sekitar pukul 5. Setelah istirahat sekitar satu jam, bis yang lain datang yang akan membawa kami ke Seattle. Tak banyak yang bisa di lakukan di Oakland karena kotanya sendiri tidak terlalu indah, dan terkenal sebagai salah satu kota paling berbahaya di Amerika. Banyak scummers nya haha  😀

Pukul 6.20 tepat kami sudah on board dan bis langsung menuju ke utara lagi melalui jalur Sacramento. Kami masih segar dan ceria.

Tepat pukul 9.20 malam, kami sampai di Sacramento. Stasiun bisnya terlihat modern dan cukup luas. Tapi kami harus sudah buru-buru naek lagi bisa menuju Portland.

Ok then!!

 

Day 2 –> Portland, Oregon, Desember 24 at 10.40 am

“You may see everything from the top, but you may not see it clearly enough”

Salah satu sudut kota Portland
Salah satu sudut kota Portland

379064_298813603494414_100000973298202_842966_1332019980_n

Huhuhu semalaman di bis dan ini untuk pertama kalinya kami menginap di dalam bis. Akhirnya pukul 10 pagi sampai di Portland, Oregon dan telah meninggalkan CA (California). Cukup lelah dan pantat ini sakit sekali. Untungnya kami punya waktu layover (istirahat) cukup lama di Protland. Suasana pagi cerah namun dingin sekali. Kami berjalan-jalan disekitar Stasiun melihat panorama kota Portland.

Cukup indah!

Masih perlu lima jam lagi untuk sampai di Seattle. Dan bus pun berangkat. Suasana perjalanan menuju Seattle yang ada di negara bagian Washington cukup indah. Salju sudah terlihat selama perjalanan.

Seattle, Washington, Desember 24 at 4.30 pm

Seattle
Seattle

Finally arrived!!!

Setelah terlambat sekian puluh menit., bagaimanapun bis disini tidak bisa menjamin kalo perjalanan bisa sampai sesuai dengan jam yang tercetak di tiket. Hal ini cukup menghawatirkanku mengingat perjalannku ke Boston nanti akan banyak persinggahan dengan waktu layover yang sangat singkat. Kalo tertinggal bis selanjutnya kan bahaya.

Ok!! Yang penting sekarang sudah sampai dan bersiap-siap menuju hotel yang sudah dipesan. Dengan google map kami pun menemukan hotel kami dan tidak terlalu jauh dari stasiun sesuai perhitunganku. Hotelnya adalan Best-Western. Kamarnya sangat bagus padahal kami membayar dengan harga hostel karena telah booking beberapa bulan yang lalu.

Photo2885
Best Western Hotel

Setelah istirahat sejenak dan berganti pakaian juga memebrsihkan badan, kami siap menjelajahi Seattle yang super dingin dan windy ini.

Christmas eve di Seattle biasa saja, malah terkesan sepi dan banyak tempat-tempat menarik yang memilih untuk tutup. Tentu saja karena Natal di US adalah waktu yang tepat untuk berkumpul di rumah beserta orang-orang yang dicintai. Namun kehangatannya sungguh jauh terasa berbeda dengan udara dingin yang menusuk tulang. Sayang saljunya belum turun.

Setelah berkeliling cukup lama dan kaki sudah sangat pegal sekali, kami pun memutuskan untuk mencari makan. untungnya ada satu Thai Restaurant yang masih buka. Dengan lahap kami makan Thai Curry yang super pedas. Temenku dari India sampai menangis haha.. 😀

Payah!!

Day 3 –> Seattle, Washington, 25 Desember 2011

Balls of Christmas Tree
Balls of Christmas Tree
Needle Space Tower
Needle Space Tower

Natal!!

Tapi sayang Seattle malah lebih sepi lagi. Jalanan sungguh lengang dan tak ada satupun toko yang buka. Apalgi downtown Seattle tidaklah cukup besar. Ditengah udara super dingin dan windy namun salju belum turun, kami pagi-pagi sekali telah berkelana keliling tempat-tempat unik di Seattle, terumata menara jarumnya (Needle Space) yang sangat terkenal. Kami juga mengunjungi Seattle harbor yang terkenal. Banyak sekali kapal pesiar mewah pribadi yang diparkir dengan harga kapalnya masing2 di tag di didepannya.

Luar biasa!! Ada kapal dengan harga lebih dari 2 juta dollar. Amazing!! 😀

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kabar gembira!

Needle Space buka siang nanti. Telah kusiapkan uang 9 bucks untuk memasukinya.

Telah siang dan lapar.

Sial!! Tak ada satupun restoran yang buka. Bahkan McD seklaipun tutup. Aku dan a Rullan setengah mati cari tempat makan. Untungnya ada satu minimarket yang buka. Walau cuma roti dan frozen food, aku makan dengan lahap. Sorenya kami semua berkumpul di menara dan bersiap-siap naik ke atasnya.

Ramai sekali. Ternyata mereka pada keluar sore hari di hari natal ini. Banyak sekali turis dari Asia. Tiket sudah ditangan. Harga tiket plus foto gratis di depan gambar Needle Space. Mereka kirim foto nya via email untuk di download. Sesampainya di atas, pemandangan sangat menakjubkan pun menyambut.

Pemandangan 360 derajat kota Seattle terlihat dengan baik. Seperti di Monas namun dalamnya lebih luas dan menarik. Bahkan ada restorannya segala. Kota Vancouver Kanada bisa terlihat dengan jelas. Terbersit keinginan untuk kesana namun apa mungkin haha…

Seattle from the Top (photo by Tanoj)
Seattle from the Top (photo by Tanoj)

Photo2926

Beberapa jam di atas ketinggian, pemandangan kota pun telah berubah menjadi lampu-lampu gemerlap, tanda sudah malam. Kami memutuskan untuk turun dan mencari makan, pulang ke hotel dan packing untuk berpisah menuju kota tujuan masing2. 😦

Great moments in Seattle are over.

 

Day 4 –> Seattle, Washington, 26 Desember 2011 at 6 am

“Feelings change, memories dont” (Joel Alexander)

Siap-siap check out. Temenku dari India telah terbang menuju LA pagi-pagi sekali. Aku dan a Rullan berangkat menuju stasiun Greyhound lagi. Temenku Chan dari Laos terbang ke Connecticut siang nanti, dan temanku dari Nepal plus Myanmar yang datang kemarin malam naik bus siang nanti juga.

A Rullan membeli tiket dan ternyata kita akan bersama sampai Denver, Colorado. Untungnya! Setidaknya ada temen selama perjalanan sampai Denver. Kasian juga dia harus beli tiket cukup mahal karena beli pas hari H.

Pukul 10.40 am bis pun berangkat menuju Moses Lake City. Satu persatu tiketku yang super panjang di cabut setiap masuk kedalam bis.

Dan petualangan yang sebenarnya pun di muali dari sini. Petualangan di negeri orang dengan segala keterbatasan. Petualngan untuk menaklukan setiap jengkal tanah impian dan menaklukan rasa takut yang setiap saat menghinggapi diri yang rapuh. Petualngan untuk mencari jati diri, memperkaya wawasan dan memperluas cara berpikir dan sudut pandang.

Dua universita itu telah menunggu dengan senyum gagahnya. Akankah aku bertemu dengannya?

To be continued…..

*******

Dec 23, 2012

Advertisements

5 thoughts on “Catatan Perjalanan (Greyhound Journey, USA) #1

  1. Waaahhh…menarik. saya sekarang di seattle sudsh sebulan,tp cuma nunggu ada yg ajak jalan,baru ke alaska doank nih,trus nunggu jadwal mau di ajak ke vancouver n udah punya tiket ke mexico n hotelnya.

  2. kansas city, missouri kan berada di negara bagian missouri jadi nama kota dan state nya ngga sama dong hehe. kalo di kansas city, KS yg ada di seberang sungai baru pas hehe. btw mantapp journeynya . masih di amrik ya skrg?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s