American College Life

American College Life Part II

Typical class room

Hohoho lanjutan yang part I nih. Saya kemarin sudah membahas sekilas tentang American College System dan pemilihan apartment serta makanan. Bagi yang belum baca, click HERE 🙂

Baiklah kita lanjutkan lagi ya!! 😀

4. College Life

Nah ini yang paling penting kawan.

Kunci rahasia belajar di US adalah berpikiran terbuka. Disini kita akan banyak menemukan orang-orang berperilaku “aneh” menurut pemikiran kita dan kita harus deal dengan hal-hal seperti itu. Kalau teman-temen pernah menonton film-film seperti American Pie atau film lainnya yang menggambarkan kehidupan mahasiswa di Amerika, maka kurang lebih seperti itulah keadaan kuliah disini.

Sebuah proverb terkenal mengatakan bahwa film menggambarkan kebudayaan dimana film itu di buat.

Annnnnddddddd… thats true!!

Masuk college adalah hal yang paling dinanti-nantikan bagi para lulusan high school karena dimasa itu mereka akan tinggal jauh dari rumah, dan itulah yang mereka inginkan, kebebasan. Hasilnya, kebanyakan para mahasiswa di Amerika datang dari tempat yang jauh dari rumah mereka, jauh dari pantauan orang tua mereka. Bagi mereka masuk college adalah saat-saat dimana mereka merasa dewasa dan mandiri.

Benarkah?? 😀

Para freshmen ini berbondong-bondong pindah “rumah” ke dorm-dorm kampus, dan tentunya.. membuat party dan hal-hal gila lainnya. Party sudah menjadi kebudayaan mahasiwa di Amerika. Weekend adalah hari yang mereka nanti-nantikan. Mereka bisa dengan gilanya membuat party atau sekedar berkunjung dari satu party ke party lainnya tanpa harus ada yang dikenal di party itu, yang penting minum bir gratis. Mereka juga bebas membawa cewe atau cowo mereka untuk tidur atau hidup bareng di dorm (bagi yang memilih kamar single). Hal ini berlaku pula bagi kaum gay, lesbian dan transgenders (LGBT).

college-freshman-meme-generator-got-drunk-at-a-party-talks-about-it-for-a-week-bcb003

Sebagai informasi, HSU termasuk salah satu kampus di Amerika yang ramah terhadap kaum LGBT. HSU bahkan menyediakan apartment khusus untuk mereka (gender-neutral apt).  Oh iya, block-block apt tadi di bagi-bagi lagi, ada international living (bagi mahasiswa international dan Americans yang mau hidup bareng mahsiswa international), ada apt khusus bagi yang suka belajar, petualang dan LGBT. Maka jangan heran kalau ada bendera aneh yang menyimbolkan identitas mereka. Seperti bendera pelangi sebagai simbol kaum gay menyembul dari jendela kamar. Dulu saya merasa aneh, tapi sekarang merasa biasa akan hal-hal seperti itu karena ya setiap orang mempunyai pilihan hidup masing-masing, so we dont have to argue about it.

Kita juga mahasiswa internasional boleh membawa bendera kita dan menggantungnya baik di kamar, jendela kamar maupun di dalam ruangan apartemen. Intinya kita bebas mendekorasi kamar kita sesuai kepribadian kita dan dari mana kita berasal. Kita harus bangga akan identitas kita dimanapun kita berada ya ga? 😀

Walaupun mereka party hard, tapi mereka juga study hard. Tidak aneh kalau disini hampir semua mahasiswa suka membaca buku dan belajar di library di hari-hari sekolah walaupun penampilan mereka seperti preman atau punk.

Saya salut dalam hal ini. Library adalah pusatnya kehidupan kampus, makanya yang satu ini menempati gedung yang paling besar setelah gedung utama. Library biasanya buka 24 jam selama masa-masa final exam dan buka sampe jam 1 untuk hari-hari biasa (tentu ketentuan ini berbeda di setiap kampus).

Harvard Library
Harvard Library

Bahkan ketika masa-masa final exam tiba, housing dan dining menyediakan paket makanan free untuk kita bawa ke Library. Paket tersebut terdiri dari snacks dan candies. Keren banget yah sampe segitunya untuk mendukung mahasiswanya belajar giat.

Bisa tidak ya hal-hal kaya gitu diterapkan di Indonesia?? Maybe…

Di dalam library tersedia ber ratus-ratus komputer dengan internet berkecepatan tinggi untuk mahasiwa pakai dengan gratis. Selain ruangan yang berisi koleksi buku-buku, ada juga ruangan untuk belajar dengan high-technology, ruang belajar untuk mahasiswa yang tidak suka kebisingan, mahasiswa handicapped, cafe, lounge, ruang belajar yang didesain seperti ruang kelas, ruangan untuk nonton film-film berisi penelitian, ruangan dengan koleksi buku-buku khusus yang tidak boleh di pinjam (dibawa pulang), ruangan berisi peta-peta dari segala dunia, ruang komputer khusus untuk desain, small teater, dll. Dan masih banyak ruangan-ruangan keren lainnya.

Pokoknya super complete deh!! Intinya Library ini di buat senyaman mungkin untuk belajar. Makanya saya sangat betah berlama-lama di library.

5. Lifestyle 

Untuk gaya pakaian, terutama mahasiswi, kali ini Indonesia adalah juaranya.

Para mahasiswa disini tidak terlalu memusingkan masalah pakaian. Banyak dari mereka ke kampus cuma pakai piama kalo masuk kelas pagi. Tas adalah tas backpack seperti mau ke gunung bukan tas-tas “mewah” seperti yang dipakai para mahsiswi di Indonesia. Kalo musim dingin lebih parah lagi, jaket super tebal. Ada juga yang memakai pakaian berbentuk binatang seperti panda atau beruang. Bagi saya itu terlihat sangat lucu, namun tak ada satu pun yang tertawa akan hal itu.

Malu? Mungkin bagi kita iya, bagi mereka?

Who cares!!!

courtesy of ibtimes.com
courtesy of ibtimes.com

Banyak juga sih mahasiswi yang berpakaian bak international model dengan baju-baju super minim, mini skirt, legging dan high heels. Biasanya mahasiswi seperti ini di juluki barby girls 🙂

6. Communication

Untuk Handphone, kembali Indonesia juaranya.

Memang banyak yang pakai Iphone (nokia dan blackberry sangat jarang disini), namun kebanyakan hp mereka adalah hp murah2 seperti hp china di Indonesia. Bahkan masih banyak yang memakai hp jenis clam-sell yang sekarang sudah jarang ditemukan di Indonesia. Kayanya demam blackberry memang cuma di Indo saja hehehe..

Iphone disini sangat murah karena memakai sistem kontrak. Jadi jika kita mau pakai Iphone, kita harus mengikuti kontrak selama 2 tahun (locked) dari berbagai carrier seperti Verizon, AT&T etc. Makanya harganya murah sekali sekitar $100 bahkan cuma $70. Tapi kalau kita membeli yang unlocked, ya harganya mahal seperti harga di pasaran international.

Lalu bagaimana kalau kita membawa hp dari Indonesia? Pengalaman saya dulu agak susah mencari kartu SIM disini. Ada sih yang memakai sistem kartu SIM yaitu T-Mobile, tapi kartu SIM mereka lebih kecil. Alhasil saya membeli hp samsung seharga $14. Isi ulang pulsanya bisa lewat internet atau beli kartu isi ulangnya di CVS dan toko-toko kecil terdekat.

Cuma disini masih berlaku sistem roaming, so kalau hp kita tidak ada kreditnya (pulsa), maka kita tidak bisa terima sms dan telepon. Begitu pula ketika kita sms dan telepon, kita kena charge juga.

Huih haha…!

Kalau untuk menghubungi rumah bagi mahasiswa internasional sebenarnya sangat banyak pilihan dari Skype, BBM, yang terbaru kaya Line, Wassup, bisa juga beli kartu zip, sebuah kartu untuk nelpon internasional.

Lalu apakah ada kartu SIM Indo yang bisa di pake internasional?

Menurut pengalaman sih kartu Telko***l bisa karena dulu saya juga pakai salah satu kartu dari perusahaan tersebut yang berlogo kartu hati. Cuma ya mahal banget sih. Satu sms aja sekitar 3000. Terus kalau habis pulsanya gimana haha… disini kan ga ada penjual voucher pulsa apalagi elektronik. Kurang tau deh kalau di isiin langsung dari Indo.

7. Sun Shine is Very Precious

Sinar matahari sangat berharga disini. Kalau lagi sunny, hampir semua mahasiswa memilih untuk diluar, sekedar duduk-duduk sambil membaca atau terlentang mandi cahaya matahari di atas rumput-rumput hijau walaupun bagi saya tidak panas sama sekali. Makanya tidak heran kalo kampus-kampus di Amerika punya taman-taman besar dengan rumput hijau yang bersih. Ga kan ada mahasiswa yang komplain gara-gara terkena kotoran binatang ketika sun bathing hehehe..

Di musim dingin (winter) seperti sekarang, terkadang ada satu atau dua hari dimana hari sangat sunny. Saat itulah tumpukan-tumpukan tubuh mahasiswa bergelimpangan di atas rumput-rumput hijau. Bahkan kelas pun bisa dipindah keluar. Belajar di alam terbuka.

sunny day in HSU

Karena kebanyakan students disini pakenya backpack, maka jangan heran kalau disisi kiri tas ada botol minum dan disisi kanan kotak berisi makanan. Hal ini sangat umum membawa botol air dan makanan. Kalau air habis, bisa diisi di tempat-tempat minum di sekitar lorong-lorong kampus. Airnya terjamin bersih. Bahkan kita bisa minum secara langsung dari keran di semua tempat, tak perlu memasak terlebih dahulu. Kalau mau bikin kopi, tinggal pilih keran air panas hehehe..

Muantap!!

Membawa air dan makanan kalau di Indonesia bisa disebut anak TK. Selain itu banyak para student laki-laki yang memakai payung pas hujan hehehe.. ga ada gengsi-gengsian.

8. Funny Culture & Asian Perspectives

Kalau kita lagi berjalan di kampus, lalu tiba-tiba ada yang berseru

“Hey.. I like your jacket!”

atau…

“I like your shoes, I like your sweater, etc etc ect.”

Jawab aja singkat

“thanks!” Jangan kege-eran hehe… 😀

Disini normal ada yang bilang kaya gitu meskipun dari orang-orang yang tak di kenal. Saya sering banget ngalamin hal seperti ini. Terutama mereka memuji sepatu saya, Nike abal-abal yang saya beli di Indonesia. Kebanyakan yang bilang suka orang blacks.

“Dude, what kinda Nike is that, where did you buy that?”

Haha.. saya bilang aja beli di Indo. Padahal itu Nike abal-abal bukan asli. Orang-orang black memang sangat menyukai jenis sepatu seperti itu. Banyak juga yang suka sepatu boot warna cokelat saya. Padahal itu murah banget, cuma $30. Selain itu, jaket-jaket Korea, ehm… saya juga banyak yang memuji.

Sombong!! 😀

Hahaha.. waktu itu temen Korea saya pulang, iseng aja nitip beberapa jacket Korean style. Tapi jangan berharap ada yang bilang

“Hey.. I like your face!”

Haha.. ga usah berpikir sejauh itu deh.. tapi tenang, banyak bangeet kok yang suka cowo-cowo Asia disini. Mereka bilang kita itu “cute.” Haha.. emang bener kita cute, terutama saya 🙂

Sudahlah!

Lalu bagaimana dengan cewek Asia? Ah… tak perlu di jawab lah kan banyak cowok bule yang suka cewek Asia 🙂

9. Hugs

Pelukan sama temen wanita juga sangat lumrah disini. Dulu saya merasa awkward pelukan sama temen cewe Amerika disini. Maklum saya kan dari Indoesia dan Muslim dimana disini sangat jarang peluk sana peluk sini selain sama pacar hush!! haha….

But yeah after all saya merasa biasa saja karena mereka hug pun atas nama pertemanan. Mereka mau hug cuma sama temen yang mereka anggap bener-bener deket saja.

10. Religious Life

For Muslim tentunya masalah ibadah lima waktu menjadi masalah tersendiri, kebetulan di Arcata tidak ada masjid. Tapi banyak orang-orang Muslim disini. Kita sholat Jumat di Arcata library. Ruangannya tidak terlalu besar, tapi lumayan lah. Kalo sholat lima waktu bisa di apt. Kalau kita lagi kuliah, cari saja ruangan-ruangan kosong. Biasanya saya sholat di perpus coz apt saya lumayan jauh dari gedung kampus. Kalau ada yang nonton, terusin aja sholatnya, cuek.

Oh iya, HSU ini kampusnya aneh. Gedung-gedungnya di bangun di atas bukit-bukit, jadi jarak satu gedung ke gedung lain cukup jauh, banyak tangga yang harus di daki. Makanya ni kampus terkenal dengan kampus seribu tangga. Lumayan buat exercise. Jadi kampusnya dibangun bukan di lahan yang flat.

Terkadang susah juga sih ngejar waktu. Contohnya kalau makul pertama beres jam 10.50 dan makul kedua mulai jam 11.00 sedangkan gedung makul kedua ada di bukit terjauh. Untuk mencapainya saja butuh waktu 15 menit. Bisa terus telat kalau seperti itu.

Makanya saya pilih kelas yang interval waktunya berjauhan. Pilih juga kelas yang tidak bentrok dengan jadwal sholat kita biar kita bisa sholat dengan leluasa. Jadwal waktu sholat disini beda banget sama di Indo. Apalagi pas summer dimana siang hari lebih lama. Isya bisa pukul 10 malam coz matahari terbenam sekitar pukul 9 malam.

Wah wah wah!!

Cari saja di internet software adzan sehingga kita bisa selalu up to date dengan waktu sholat.

11. Transportation

Motor tidak umum disini, yang umum adalah bus, mobil, skateboard, sepeda dan skuter sperti di telletubies. Atau jika kampus kita berada di kota besar, maka bis dan subway menjadi moda transpotasi. Subway hanya lah nama umumnya karena di setiap kota mereka punya nama sendiri. Misalnya di San Francisco disebut BART dan bisnya di sebut MUNI. Sedangkan di Washington DC disebut Metro.

Courtesy of walksofnewyork.com
Courtesy of walksofnewyork.com

Sistem tiketnya adalah dengan sebuah kartu. kita bisa memilih kartu untuk di pakai sehari, mingguan atau bulanan. Disetiap pintu masuk subway banyak tempat-tempat khusus untuk membeli kartu atau isi ulang. Harganya tergantung dimana kita tinggal. Di SFO cukup mahal, untuk satu minggu sekitar $10. Bisa juga kita membeli kartu sesuai dengan jarak tujuan kita. Misalnya kita berangkat dari tempat A ke tempat B, harganya sudah tertera di papan pengumuman. Mahal atau tidaknya tergantung dari jauh tidaknya jarak kota tersebut.

Seumur hidup belum pernah saya menemukan mahasiwa di Indonesia naek skuter ke kampus. Kebayang kalaupun ada, pasti jadi sumber lawakan. Disini Jarang sekali menemukan mahasiswa yang memakai motor ke kampus.

12. Cigarette and Alcoholic Drinks

Merokok harus di tempat-tempat yang di desain untuk merokok dan harus sudah berusia +18 baru bisa membeli rokok. Tak ada kongkalingkong, ID harus diperlihatkan. Untuk membeli minuman beralkohol harus sudah +21. Dibawah 21 atau lupa bawa ID, maka jangan harap bisa pulang membawa bir dan sejenisnya. Selain itu kampus tidak boleh menjual rokok dan minuman berlakohol.

Berhubung saya merokok, jadi saya tahu bagaimana ribetnya setiap membeli rokok harus nunjukin paspor lol. Belum lagi harga rokok disini cukup mahal. Malbo** aja sekitar $10. Yang paling murah itu merk “unta” dalam bahasa Inggris tapi ga enak hehehe..

Tapi senengnya nih kalau kita merokok kan harus pergi ke tempat yang didesain untuk merokok itu, nah disini kita bisa banyak nambah temen juga. Apalagi ketika aku menawarkan rokok Indonesia kaya Djarum Su***ntik hehehe… atau rokok 234, mereka banyak yang suka walau ada beberapa bilang aneh karena ada cengkihnya. Kebanyakan rokok di US tidak memakai Cengkih. Kurang tahu kenapa.

13. Marijuana

Berhubung di Humboldt County mariuana itu legal, makanya banyak mahasiswa yang memilih HSU karena alasan ini. Tapi tetep, untuk bisa mengkonsumsi marijuana harus berusia 21+ dan punya semacam lisensi. Kalau tidak punya itu dan ketahuan sama polisi kampus, ancamannya penjara dan di DO.

Wuih marijuana legal bro!! Berani coba?? Come here 😀

Tapi sekarang sih sudah banyak state yang melegalkan penggunaan marijuana. Yah namanya juga akhir jaman ya hehe… orang akan cari segala cara untuk melegitimasi berbagai kesempatana untuk kesenangan hidup. Kalau untuk hal ini lebih baik tidak ikut-ikutan lah meskipun akan banyak yang nawarin. Lebih baik stay safe daripada harus dideportasi, kan sayang 🙂

Walaupun begitu, saya sebenarnya suka kangen akan aroma weeds yang khas itu lol.

14. Travelling Tips

Nah! ini juga sangat penting. Sayang dong bisa study di US tapi cuma jadi penghuni library. Traveling adalah bonus yang harus di manfaatkan.

Lalu bagaimana tip hemat kalau kita ingin traveling keliling US?

Sebenarnya harga tiket peswat di US tidaklah terlalu mahal kecuali pada hari-hari menjelang libur. Namun jika kita tidak terlalu memperdulikan waktu tapi lebih ke budget, kita bisa naik bis Greyhound atau kereta Amtraks. Greyhound adalah perusahaan transportasi bis terbesar di US yang mampu menjangkau setiap ujung States. Sistemnya sendiri adalah sistem antar-transfer. Jadi kita diantar sampai statiun tertentu, having layover (waktu istirahat), kemudian ganti bis sampai statiun tertentu, layover, ganti bis, dan begitulah seterusnya sampai kita sampai di tujuan kita.

Armada Greyhound Paling Baru (ccjdigital.com)
Armada Greyhound Paling Baru (ccjdigital.com)

Tapi, aman ga tuh??

Sejauh ini sih aman-aman saja. Sangat jarang terdengar ada kecelakaan bis atau kejahatan di dalam bis itu sendiri karena ya itu tadi, kita ganti bis setiap beberapa ratus kilometer sekali. Intinya mereka sangat mengutamakn keselamatan penumpang.

Tapi penumpang Greyhound ini kebanyakan adalah orang Amerika yang agak kurang secara finansial, so kebanyakan dari mereka adalah orang2 aneh (menurut saya haha). Tapi pinter-pinter aja jaga barang-barang kita yang dibawa ke dalam bis. Setiap waktu makan tiba, bis biasanya berhenti di tempat-tempat makan cepat saji seperti Mc.Donald atau Taco Bell. Nah kalau kita mau beli makan, bawa saja barang-barang kita.

Pengalaman menarik saya selama tinggal di US adalah petualangan Greyhound ini sendiri. Waktu itu saya hendak berlibur dari kota saya Arcata, California, ke Seattle, Washington sampai di Boston, Massachusetts. Dari Seattle ke Boston sendiri saya membutuhkan waktu 3 hari 4 malam menumpangi bis Greyhound dan melewati lebih dari 20 States.

Kalau menurut saya lebih terbilang nekad haha karena kalau di samakan dengan di Indo, jaraknya hampir sama dari kota saya Bandung ke Medan atau Aceh. Wew… kalau di Indo saya ga kan mungkin berani.

Waktu itu saya melakukannya pas liburan Winter yang lamanya hampir sebulan. Biayanya untuk sekali jalan itu habis sekitar $200. Lumayan daripada naik pesawat yang perlu sekitar $500 untuk sekali jalan meskipun saya harus “menderita” selama 4 hari tidak mandi, makan Mc. Donald terus dan bertemu orang-orang aneh.

Tapi istimewanya saya bisa melewati lebih dari 20 States dengan berbagai view yang luar biasa. Nanti ada cerita khusus mengani ini karena saya sendiri sebenarnya hampir meninggal akibat petualangan ini.

Kalau Amtrak sistemnya sama cuma Amtrak adalah kereta. Namun di bererapa kota yang tidak dilalui jalur kereta api, biasanya transfernya menggunakan bis Amtrak sampai di kota yang sudah terjangkau kereta itu lagi. Naik kereta tentunya lebih nyaman daripada bis, tapi sayang sekali kota saya Arcata tidak dilalui jalur kereta, so Greyhound adalah pilihan terakhir. Meskipun tersedia wi-fi, namun tidak semua bis ada wi-fi nya.

15. Typical Class Room Life

Suasana belajar dikelas di buat senyaman mungkin, tidak seformal dan sekaku di Indonesia. Mahasiswa boleh membawa makanan dan minuman untuk dimakan dikelas. Duduk dengan kaki di angkat ke atas adalah hal normal atau mengeluarkan ingus di dalam kelas. Saya sendiri masih merasa jijik mendengar suara mereka mengeluarkan ingus, tapi mahasiswa lain aman-aman saja. Dosen-dosen disini sudah seperti teman tapi tetap kita harus respect.

Courtesy of mindingthecampus.com
Courtesy of mindingthecampus.com

Contohnya dosen saya di kelas SLA (Second Language Acquisition) menugaskan setiap mahasiswa membawa makanan untuk di makan bersama di dalam kelas. Pas waktu giliran saya, saya membawa baklava, makanas khas timur tengah. Selain itu kelas ini juga membutuhkan memory yang kuat, nah ketika para mahasiswa kelihatan bosen ato depressed, si dosen tadi membawa keranjang bola basket dan bolanya, lalu ditempelkan di dalam kelas, mahasiwa yang boring boleh bermain-main sebentar hehehe.. atau dia rajin membagikan buah-buahan ketika ujian atau kuis tiba. Jadi sambil mengerjakan soal, kita bisa makan.

Keren lah pokoknya!!

15. Racism, Plagiarism and Exam

Rasicsm dan plagiarism disini bisa sangat fatal. Mendelikan mata tanda rasa benci akan ras atau etnik tertentu bisa dilaporkan dan hukumannya kita bisa di expel dari kampus. Selain itu contek mencontek tidak lumrah disini. Tidak akan kita menemukan meja atau dinding penuh tulisan rumus-rumus seperti halnya di sekolah atau kampus-kampus di Indonesia. Lagian meja-meja disini rata-rata tidak terbuat dari kayu, so susah untuk ditulisi.

Pas waktu ujian pun tempat duduk kita sangat berdekatan, tapi ga ad tuh saling toleh-menoleh, intip-mengintip atau saling bisik-bisik tukar jawaban hehehe.. semuanya tenang dan konsentrasi akan pekerjaan masing-masing. Sepertinya tanpa dosen pun akan aman-aman saja. Disini setiap mahasiswa sepertinya percaya akan kemampuan diri sendiri. Kalau mereka memang stuck dan tak tahu jawabanya, mereka lebih memilih mengosongkan lembar jawaban dan keluar kelas.

Kalo masalah absensi, bukanlah hal yang paling utama disini. Memang ada beberapa dosen yang sangat psycho akan absen, namun banyak juga yang tidak perduli. Beberapa kelas saya tidak memerlukan absen. Bahkan di silabus ditulis kalo attendance is not mandatory.

Namun luar biasanya, jarang ada mahasiswa yang absen kecuali pemalas tentunya haha…. Itu dikarenakan mereka membutuhkan ilmu dan sadar akan peran mereka.

courtesy of quickmeme.com
courtesy of quickmeme.com

Coba hal ini diterapkan di Indonesia, pasti pada kosong setiap kelas. Selain itu kita bisa masuk dan keluar kelas semau kita. Maksudnya, kalau kita terlambat, ya masuk saja, kalau kita harus pulang buru-buru karena ada keperluan tertentu, ya pulang saja. Kita tidak perlu bilang ke dosen ditengah-tengah jam belajar. Kalaupun kita merasa kurang pas berlaku seperti itu, kita bisa bilang sama dosennya dulu sebelum pelajaran dimulai kalau kita harus pulang lebih awal. Hal ini berlaku pula kalau kita mau ke kamar kecil, ya keluar saja, tanpa harus minta ijin ke dosen. Justru kalo kita minta ijin, itu dianggap mengganggu atau tidak sopan.

Terbalik kan? hehe..

16. Internatioanl Student

me sunbathing lol

Saya membahas ini karena saya pikir ini penting bagi siswa-siswa di Indonesia yang berniat untuk belajar di Amerika, khususnya untuk Bachelor degree atau S1,. Hal ini akan sedikit berbeda bagi yang mau pursue master degree tentunya.

Belajar di Amerika tidak lah mudah. Banyak yang harus dipersiapkan dari awal. Kemampuan berbahasa Inggris bukanlah modal satu-satunya, begitu juga mental. Bahasa Inggris kita boleh bagus, boleh cas cis cus. Tapi kenyataannya disini sedikit berbeda. Bahasa Inggris sehari-hari disini adalah bahasa slang dan bahasa area (bahasa slangdi area itu) yang kadang kita tidak mengerti maksudnya apa. Tapi speaking masih bisa diatasi dengan gampang. Yang paling susah adalah writing.

Saya anggap writing adalah hal yang mesti saya latih lebih keras.

Belajar di Amerika mengharuskan reading dan writing yang sangat banyak. Yang jadi masalah adalah cara menulis kita yang tentu berbeda dengan cara menulis di Amerika. Maksudnya gaya menuturkan tulisan kita. Ingat loh budaya kita berbeda dan itu berpengaruh pada gaya menulis kita. Walau bahasa Inggris kita bagus, tapi karena kita menulis dengan gaya Indonesia, banyak dari teachers atau teman sekelas kita yang tidak dapat menangkap point-point tulisan kita.

Tapi tenang, di sini ada yang namanya Writing Center, tempat bagi siapa saja (bukan hanya international student) untuk berkonsultasi masalah tulis menulis ini.

Mereka sangat helpful dan kita bisa belajar banyak cara menulis English dari mereka, dari sekedar grammar, organization, development, dll. Dan yang lebih penting lagi, writing center itu gratis. Kita cuma perlu sign up jam berapa kita mau datang, dan kita bisa datang berkali-kali semau kita. Selain itu ada juga yang namanya Learning Common. Bagi kita yang merasa kesulitan dengan sistem belajar disini atau bingung cara belajar seperti apakah yang cocok untuk kita, maka tempat ini adalah jawabannya. Kita bisa berkonsultasi dengan para ahlinya disini.

Courtesy of HSU flickr
Courtesy of HSU flickr

Whoaaaaaaaaaaa!!!

Hal yang paling excited disini juga adalah masalah fasilitas. Sudah deh kalau masalah yang ini saya sangat bangga sekali bisa kuliah di Amerika. Mahal tapi sangat worthy. Ada mata kuliah physical education yang bisa kita pilih sebagai makul elective seperti soccer, football, swimming, yoga, dancing, martial arts, fencing, billiard, etc etc etc. Semester ini saya memilih Aikido sebagai makul elective saya. Karena belajar di US sangat keras, maka memilih salah satu makul dari Physical Education adalah jawaban untuk refresh otak kita. Ada pula Fitness Center yang tentunya free, swimming pool, dll.

Oh iya, belajar di US juga membutuhkan banyak kerja kelompok dan diskusi di dalam kelas. Jadi kita tidak boleh merasa malu. Kita harus proactive. Diam dikelas berarti kita tidak dianggap. Keluarkan segala opini kita. Mereka sangat menghargai segala bentuk pendapat tanpa ada celaan atau tertawaan. Hal ini akan sedikit susah bagi international student yang datang dari Asia. Kita terkenal quiet di dalam kelas. Dulu pun pas awal-awal saya pun begitu, diam di dalam kelas karena merasa tak percaya diri akan bahasa Inggris saya. Walaupun saya tahu jawabannya, tapi saya meilih utuk diam. Kini saya sudah berangsur-angsur sembuh hehehe..

me with my friends

17. Do’s and Dont’s???

Masih banyak yang ingin saya ceritakan disini. Tapi bisa-bisa terlalu panjang dan akan jadi membosankan. Insya Allah suatu saat disambung lagi.

Kesimpulannya, belajar di US perlu banyak persiapan. Bahasa Inggris tingkat dewa saja tidaklah cukup. Mental, study hard, pray hard, party hard dan be open-minded adalah kunci terbaik. Jangan lah merasa benci dengan budaya-budaya mereka yang kita anggap buruk. Ingat loh itu budaya mereka dan kita ada dinegara mereka. Dimana bumi di pijak disitu langit di junjung.

Intinya be respectful guys!!

Saya tidak perlu memberikan saran untuk berhati-hati atau ini itu karena saya yakin kawan-kawan semua sudah dewasa, so bisa memilih dan memilah mana yang cocok untuk kita dan jauhi yang bertentangan dengan budaya atau keyakinan kita.

Well, semoga bermanfaat untuk semuanya. Kritik dan saran yang membangun sangat saya hargai. Tulisan ini murni bentuk opini saya peribadi atas dasar pengalaman dan observasi saya disini jadi bukan berarti hal ini berlaku di kampus, state atau negara yang lain.

*****

HSU Library, February 27, 2012

Arcata, California, USA

Advertisements

12 thoughts on “American College Life Part II

  1. aaa.. jd makin pgn kuliah ke LN. thanks for sharing kak 🙂
    sekalian mau nanya, klo buat mahasiswa muslim yg berjilbab gmna perlakuannya dsna?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s