Story of My Life

Dari Tetralogi Laskar Pelangi Sampai Ayat-Ayat Cinta

Tak banyak yang aku ketahui mengenai tetralogi Laskar Pelangi. Apalagi memiliki bukunya sampai suatu saat ketika pulang kerja, dua orang penumpang angkot disebelahku dengan asyiknya membicarakan mengenai buku baru yang sedang booming karya Andrea Hirata. Radar membacaku langsung terpancar dengan kuatnya. Besoknya ketika pulang kerja juga. Aku sempetkan untuk mampir di toko buku Gramedia dekat hotel tempatku bekerja. Aku cari-cari buku misterius itu.

Tidak susah ternyata karena buku best-seller pastinya langsung di pajang di display-display utama. Aku ambil salah satunya. Bukunya sendiri lumayan tebal dengan sampul berwarna pelangi di hiasi bayangan satu anak yang sedang duduk seperti sedang menatap teman2nya di ujung sana. Tulisannya cukup indah berjudul Laskar Pelangi. Aku balik buku itu untuk melihat bagian belakangnya. Seperti biasa disitu pasti ada sinopsis buku itu. Aku baca dengan seksama. Luar biasa!! aku sudah bisa membayangkan bahwa buku ini memang sangat bagus. Tapi sayang harganya cukup mahal dan uangku belum cukup. Aku bertekad untuk membelinya selepas gajian nanti.

Awal bulan buku itu pun sudah ditangan. Hampir setiap hari aku tak pernah terlewat untuk membacanya. Aku seperti tersihir. Benar2 buku yang luar biasa karena setidaknya isi dari buku itu mewakili masa kecilku dulu. Hampir kalau boleh di bilang sama dengan apa yang di alami si Ikal. Bagi kawan-kawan yang tidak percaya, silahkan baca ceritaku di Atlas Curian dan Amerika.

Ada rasa sedih ketika aku sudah menginjak halaman-halaman terkahir buku itu. Untungnya ternyata bakal ada sekuel keduanya yang berujudul Sang Pemimpi. tak sabar rasanya aku menanti saat-saat buku itu di publish. lebih senang lagi ternyata buku itu bakal di film kan.

Wah wah wah!!

Aku masih ingat. Aku nonton film Laskar Pelangi bersama sahabat baikku ketika SMA, Sammy. Apa yang aku imajinasikan ketika membaca buku itu hadir dalam bentuk visual yang memukau. Ya meskipun ada beberapa scene yang tidak sama atau ada beberapa cerita yang tidak ada di filmnya. Tapi setidaknya alur ceritanya masih sama. Dan tentu saja ada satu scene yang membuat mata ini basah juga. Scene dimana si Lintang memutuskan untuk berhenti sekolah. Sammy sahabatku sudah banjir airmata sedari awal.

Ketika sekuel keduanya Sang Pemimpi keluar, aku langsung menyambangi Gramedia. Begitu pun ketika Edensor, Maryamah Karpov sampai Padang Bulan yang terakhir keluar. Aku beli semuanya dan aku anggap sebagai harta karunku. Tetralogi Laskar Pelangi memang mampu menyihir diriku untuk menggapai setiap jengkal mimpi-mimpiku. Bahwa segala keterbatasan bukanlah sebuah halangan besar. Bahwa mimpi itu memang kunci untuk orang-orang kecil seperti diriku.

Tokoh favoritku selain Ikal tentunya si Arai. Dia memang luar biasa dengan kata2 magic nya. Sampai sekarang pun aku masih penasaran apa tokoh Arai ini ada atau cuma fiksi belaka karena dia hampir tak pernah terekspos, bahkan ketika film Sang Pemimpi diluncurkan. Ketika aku google nama dia, selalu pencarianku berakhir nihil.

Beberapa tahun setelah itu. Aku ternyata mampu menggapai mimpi besar pertamaku. Menginjakan kakiku di negeri Paman Sam. Sungguh suatu hal di luar dugaan, seperti miracle. Bahwa aku bisa melangkahkan kakiku sejauh itu tak pernah tersirat dipikiranku. Tapi buku tetralogi Laskar Pelangi benar2 telah memberi motivasi tinggi pada diriku.

Suatu hari di California di dalam apartemenku, aku menyempatkan untuk menonton kembali film Laskar Pelangi. Sedikit menemui kesulitan ketika mencari film itu untuk di tonton secara online, kecuali harus mendownloadnya. Untungnya aku temukan di Youtube meskipun harus berhenti setiap sepuluh menit.

Kawan perasaanku saat itu sungguh terasa aneh tapi luar biasa. Menonton sebuah film yang telah memeberi motivasi besar ketika kita telah mencapai mimpi itu sungguh terasa luar biasa indah. Aku seperti menonton diriku sendiri ketika menjalani step demi step proses untuk menggapai mimpi itu. Aku seperti flashback. Dan kini aku telah berhasil menggapai mimpi itu. Belajar di negeri orang. Ah.. benar2 monmen yang indah.

      HUMBOLDT INTERNATIONAL FILM FESTIVAL

    

Sebagai seorang international student yang tergabung di HSU Global Connections Club, aku ditugaskan untuk screening salah satu film dari negaraku. Tak ku sia-siakan kesempatan itu. Memutar film dari negaraku dan di tonton oleh banyak orang dari negara berbeda pastilah luar biasa. Aku sign up dan propose film Laskar Pelangi.

Tapi sayang sekali, ternyata susah sekali menemukan source film LP online dengan English subtitle kecual di Youtube tadi. Tapi Youtube tidak diperbolehkan diguanakan sebagai source kalau setiap 10 menit berhenti. Aku memutar otak. Berbagai cara sudah di coba tapi nihil. Selain itu waktu sudah mepet. Akhirnya aku propose untuk change movie dan di ganti dengan Ayat-Ayat Cinta dengan pemikiran bahwa film AAC juga keren dan membawa misi Islam. Setelah disetujui, aku cek ulang hasil downloadku dengan Englisn subtitle. Lancar dan jelas.

Poster dan flyer film ku sudah tersebar di sekitar kampus. Whoaaaa bangga!! Aku pun tak ketinggalan bikin event page di facebook ku dan invite semua temen2 international, Amerika dan professorku. Sebelum film di mulai aku dijadwalkan untuk memberi sedikit presentasi tentang film itu.

Ok hari itu pun tiba. Aku datang lebih awal ke Gist Hall tempat filmku akan di putar setelah membantu Mrs. Donna menyiapkan popcorn gratis untuk audience. Temen2ku sudah berkumpul semua termasuk mereka yang dari Arab Saudi yang sengaja aku undang. Tak berapa lama setelah presentasi beberapa menit, film ku pun di putar. Bangga!! tentu saja. Aku merasa seperti orang penting, seorang duta dari film AAC untuk di putar di Amerika haha… 😀

Hingga akhirnya movie pun berakhir, tepuk tangan langsung membahana. Di luar dugaan!! Mereka sangat antusias dan sangat menyukainya. Pelukan demi pelukan aku dapatkan dari temen2 Saudi dan Amerikaku. “This is very intense and interesting movie!!” Itu lah kata-kata yang aku dengar. Yang lebih shock lagi, beberapa temenku menangis, terutama temenku dari Dominican Republic. Rata-rata temen2 wanita menangis ketika part Fahri, Aisya, dan Maria harus hidup serumah. Hal seperti itu sangat aneh atau bahkan mungkin tabu bagi mereka. Terutama bagi temen2 Amerikaku. Tentu saja karena poligamy bukanlah hal yang umum disini.

Sambutan hangat terbaik datang dari temen2 Saudiku yang merasa bahwa aku telah memberi contoh Islam yang baik, Islam yang benar. Dan media seperti Film memang sangat effective. Mereka akhirnya meminta copy dari film itu. Memperkenalkan Islam yang sesungguhnya memang selalu menajdi motivasi utamaku disini. Di setiap kesempatan aku selalu berusaha membawa hal-hal yang mencirikan agamaku. Baik itu setiap presentasi mengenai negaraku dari kelas ke kelas, di setiap paperku dan tentunya disetiap kesempatan dalam kehdupanku disini. Nama Islam memang telah sangat jatuh semenjak tragedi 9/11 di antara warga Amerika terutama para college students. Alhamdulilah… setidaknya pemutaran film ku sukses.

Begitulah kawan kisah menarikku ketika screening movie AAC, dan bagaimana pengaruh buku dan film Laskar Pelangi dalam kehidupanku, dalam perjuanganku menggapai mimpi-mimpiku. Berjuanglah kawan… Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita (Arai, Sang Pemimpi).

*********

HSU Library, March 2012

Advertisements

2 thoughts on “Dari Tetralogi Laskar Pelangi Sampai Ayat-Ayat Cinta

  1. Hi,
    bacaan novel kita serupa. itu yang rasa ingin leave a reply.. hehe.. lascar pelangi dan ayat2 cinta memang sangat best. novel yang memberi makanan pada jiwa dan pemikiran. thumbs up. May Allah bless your journey wahai anak muda. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s