American College Life

American College Life Part I

Courtesy of mwscolarship.files.wordpress.com
Courtesy of mwscolarship.files.wordpress.com

Here we go..!!

Im gonna write a little bit about college life here. I hope it will be useful for everyone who wants to study here, in the US, especially for those who wants to pursue a Bachelor Degree.. 🙂

I know this piece cannot be generalized. I mean, it must be different the education system and life here from the other states. Therefore, I wanna focus on northern California, HSU particularly. To make it clearer, Im gonna write it in Bahasa Indonesia.. 🙂

1. Sekilas Tentang Sistem Pendidikan di Amerika

Sistem pendidikan di Amerika tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Hanya dalam segi human resources, fasilitas dan teknologi, tentu disini jauh lebih maju. College di Amerika di bagi dua seperti halnya di Indonesia. Private dan State atau public. Cara membedakannya adalah, jika nama kampusnya di sisipi kata “state,” misalnya kampusku Humboldt State University, maka sudah tentu itu kampus public.

Nah! kalau nama kampusnya tanpa disipi kata “state” misalkan Harvard University atau Princeton University, tuh kampus private. Tapi aturan ini tidak baku juga. Kadang ada nama kampus yang tidak ada kata “state” nya tapi ternyata public. Contohnya University of California Berkeley (UC Berkeley), University of California Los Angeles (UC Los Angeles), dan masih banyak lagi.

Ada pula yang campuran, dipegang oleh baik itu private dan public. Selain itu, seperti halnya di Indonesia, disini juga banyak kampus yang berafiliasi dengan agama tertentu walau US dikenal sebagai negara sekuler. Biasanya kampus2 ini berafiliasi Christianity (catholic).

courtesy of pennsbury.k12.pa.us
courtesy of pennsbury.k12.pa.us

Yang spesial disini adalah adanya Community College atau 2 years university. Bagi mahasiswa yang tidak mampu masuk ke 4 years university (dengan berbagai alasan tentunya), mereka akan masuk ke 2 years college lalu setelah lulus, creditnya mereka transfer ke 4 years university. Cara ini dipilih karena biasanya masuk secara langsung ke 4-years university lebih mahal, atau cara ini dipilih dengan alasan lebih praktis. Banyak juga yang setelah lulus dari 2-years college tidak melanjutkan ke 4-years univ dengan berbagai alasan juga. Kebanyakan mereka langsung mencari kerja.

Lulusan Community College biasanya mendapat gelar Associate Degree. Mungkin kalau di Indoesia, kampus seperti ini seperti kampus-kampus D3 atau D2. Oh iya sistem ini juga berlaku untuk mahasiswa internasional. 2-year college biasanya lebih kecil dari 4-years university dari segi ukuran kampus dan major yang tersedia.

2. Tuition fee

Ini penting nih!

Sekolah di Amerika masih terbilang mahal walaupun kita memilih state university. Rata-rata biaya kuliah di US adalah sekitar $35.000/ year (sudah termasuk tuition fee, housing + dining). Dan itu bisa jauh lebih mahal kalo kita masuk private univ seperti Harvard ato MIT (Ivy League Universities) yang bisa mencapai $50.000 lebih pertahunnya.

courtesy of quickmeme.com
courtesy of quickmeme.com

Saya menyimpulkan biaya ini dari beasiswa yang saya dapat selama setahun disini. Beasiswa seperti Fulbright memberikan biaya sekitar $30.000/ year. Jadi kalo kita memilih univ yang mahal yang biayanya melebihi angka itu, maka kita harus membayar sendiri sisanya, atau apply financial aid yang bertebaran di setiap kampus. Begitu kata teman saya yang mendapatkan beasiswa Fulbright Master di Texas.

Untuk Global UGRAD Program, kita tidak tahu menahu uang itu, semuanya sudah di urus oleh  pihak administrator disini, jadi kita cuma terima jadi saja tidak seperti tingkat Master dimana mereka harus mengurus semuanya sendiri. Termasuk pemilihan universitas dan apartment.

Tapi mereka dapat biaya bulanan lebih, sedangkan kita, UGRADER dapet uang bulanan cukup untuk “jajan” saja mengingat semua hal-hal penting sudah di urus, dari masalah housing (kita harus tinggal on campus loh), dining sampe tuition fee. Mungkin karena kita tingkat S1 atau bachelor kali ya haha.. 😀

My Apartment

3. Housing + Dining

Setiap univ di US mempunyai dorm atau apt untuk semua mahasiswanya (bagi yang memilih tinggal on campus tentunya), dan ini tidak murah loh kawan. Oleh karena itu banyak dari mahasiswa yang memilih tinggal off campus seperti sewa rumah bareng temen-temennya dikarenakan akan lebih murah dan efisien.

Biasanya yang tinggal di dorm/ apt on campus adalah para freshmen atau mahasiswa tahun pertama. Oh ya, saya mau menyebutkan tingkatan mahasiswa disini.

Freshmen untuk tahun pertama, Sophomore tahun kedua, Junior tahun ketiga dan senior tahun ke empat atau tingkat akhir. Walaupun begitu, sangat jarang mahasiswa di Amerika yang lulus tepat waktu atau 4 tahun. Persentasinya sangat kecil. kebanyakan dari mereka membutuhkan waktu 5-6 tahun untuk lulus.

Look up here for the details –> Princeton Review

Damn!! lama sekali ya!

Banyak faktor tentunya untuk masalah yang satu ini. Pertama mungkin karena kuliah disini bisa dibilang membuat mahasiswanya stress out dalam hal assignments. Dan itu memang bener loh!! Belum lagi banyak requirements yang mesti dilakukan agar bisa lulus.

Penasaran universitas mana saja yang bener-bener membuat mahasiswanya “stress out?” Click here…

Most stressful colleges ranking

Untuk masalah housing tadi, kita bisa memilih dari yang termurah sampe yang termahal. Disini di HSU, ada enam macam dorm/ apt. Saya akan menyebutkan dari yang termurah dulu.

a. Redwood and Sunset: $5000/semester

c. Cypress: $5.500/ semester

d. Canon: $6.000/ semester

b. Campus Apartment:  $6.800/ semester

d. Creekview Apt: $7.000/ semester (my apartment hohoho 😀 )

e. College Creek: $7.500/ semester

Perbedaanya adalah dari segi fasilitas dan luas kamar. Kalau yang 6 ribu dollar kebawah itu seperti dorm di Indonesia (tapi tentu masih keren disini haha). Kamar-kamar terletak disini kanan  dan kiri dibagi oleh sebuah koridor. Mereka tidak mempunyai kitchen sendiri, private living room dan kamar mandinya di share (make bareng). Selain itu ukuran kamarnya sangat kecil dengan bed dua tingkat.

Untuk yang $6000 keatas itu seperti bener-bener apartment. Satu gedung terdiri dari beberapa ruangan besar dimana dalam satu ruangan terdiri dari 3 kamar (2 double dan satu single), ada private living room, kitchen dan bathroom. Kamarnya jauh lebih besar dengan bed terpisah.

Setiap kamar sudah full furnish dan di setiap area apartment sudah disediakan satu ruangan besar (lounge) untuk sekedar nonton TV, maen biliard, computer games, pingpong, piano, atau untuk belajar dan party. Selain itu ada juga ruangan khusus untuk laundry.

Internet? Huhuhu disini mantapnya. Semua tempat tadi sudah wireless semua dengan internet kecepatan super dewa. Tidak ada yang namanya buffering kalau nonton video. Singkatnya, hampir 90% semua tempat-tempat di kampus terkoneksi dengan internet. Mantap!!

But yeah!! Harga di atas cuma berlaku untuk housing saja, jadi belum termasuk dining. Ada tiga macam dining atau meal plan yang bisa dipilih di HSU:

a. Humboldt Meal Plan (unlimited meal plan): $5000/ semester (my meal plan sombong 😀 )

b. Gold Meal Plan: $4000/ semester

c. Green Meal Plan: $3000/ semester.

Meal plan disini dibentuk dalam bentuk point (disebut J-point) dimana kita bisa spend them di cafetaria/ mini market sekitar kampus. Si point-point tadi didepositkan di dalam ID card. Jadi kalau kita mau lunch di dining hall atau belanja di minimarket kampus, tinggal gesek ID card itu terus point nya berkurang tergantung dari seberapa banyak kita spent.

Sebagai bayangan, untuk Humboldt Meal Plan sebagai yang paling mahal, pointnya sekitar 1.400 points untuk satu semester. Untuk complete lunch biasanya saya spend 4 points saja. Nah kebayang kan banyak nya point-point itu. Eits tapi jangan salah. Semester lalu saya hampir mati kelaparan gara-gara kehabisan J-point akibat terlalu banyak belanja di awal semester. Maklum masih feel so excited hehe.. Jadi walaupun unlimited, tetep harus pinter ngatur point-point makan itu.

Di HSU kita bisa spend meal point di 6 cafetaria atau minimarket sekitar kampus. Seperti di “the J” (the biggest dining hall) untuk breakfast, brunch, lunch dan dinner, bisa juga di the Depot, Window Cafe, Library Cafe, dan Hilltop Market.

HSU Dining Hall (Courtesy of Humboldt.edu)
HSU Dining Hall (Courtesy of Humboldt.edu)

Kalau kita mau belanja makanan untuk dimasak sendiri, kita bisa spend points di College Market atau the Cupboard (seperti alfamart). Saya sendiri lebih sering beli makanan di College Market untuk di masak sendiri di apt daripada makan makanan jadi di the J atau yang lainnya karena bagi saya makanan mereka suck alias tidak enak. Menu-menunya aneh-aneh dan membosankan. Mungkin karena saya mahasiwa international jadi kurang terbiasa dengan makanan sini yang super aneh haha… 😀

4. Student ID Card

Student ID card disini bersifat multifungsi alias bisa dipakai untuk berbagai hal seperti untuk kunci kamar, tiket bus dan belanja makanan-makanan tadi. Kalau hilang bisa sangat repot karena kita tidak bisa kemana-mana. Kalaupun tertinggal dikamar dan tak sengaja pintuk kamar tertutup (locked out), maka kita harus lapor ke Housing Offcie.

Ribet??? Memang!

Saya mengalami dua kali locked out akibat keteledoran. Tiga kali locked out maka kita akan di denda. Lucunya nih, mahasiswa yang habis party biasanya mereka hungover berat, mereka sering banget locked out seperti temen seapartment saya (house mate).

courtesy of troll.me
courtesy of troll.me

Jadi ID card itu seperti ATM, sangat penting dan wajib di bawa kemana-mana termasuk ke kamar mandi bagi yang sering lupa. Terus di HSU ini kita bisa deposit uang juga di ID card (seperti ATM) untuk keperluan lain seperti printing, laundry atau belanja alat-alat tulis mengingat “J-Point” hanya berlaku untuk makanan saja.

Keren ya!! 🙂

Di setiap area apartment, ada dua orang yang bertugas menjaga ketentraman dan mengurusi kalau kita ada masalah. Mereka di sebut CA atau Community Advocate. Kalau kita ada masalah seperti locked out atau temen se-apartment melakukan kebisingan pada saat quiet hours, maka laporkan saja ke mereka, lalu CA akan menegur mereka. Tiga kali kena lapor, mereka bisa di kicked out dari apt haha.. 😀

Saya sendiri sempat dua kali kena tegur gara-gara maen musik bareng temen-temen yang lain untuk persiapan International Cultural Fest. Waktu itu saya memang mempunyai drum set electronic, roommate saya mempunyai bass dan temen yang lainnya mempunyai gitar dan piano. Lucu sekali kalau mengingat moment-moment itu.

5. Living Off Campus

courtesy of quickmeme.com
courtesy of quickmeme.com

Nah lalu bagaimana jika kita tidak akan tinggal on campus alias lebih memilih off campus?

Tenang!!

Biasanya mahasiswa dari Indonesia khususnya untuk yang pursue Master’s Degree (S2) lebih memilih tinggal off campus karena alasan lebih murah dan lebih private. Sangat jarang mahasiswa S2 yang tinggal on campus kecuali bagi mereka yang sudah diatur oleh provider beasiswanya mengenani housing.

Ada sebuah web yang sangat membantu untuk kita mencari apartemen murah dan bagus di US. Namanya Craigslist.

Web ini bukan hanya membantu kita mencari apartemen tapi hal-hal lainnya. Sangat lengkap. Kita tinggal cari craighlist yang sesuai dengan kota tempat kita akan tinggal.  Biasanya kita harus sudah jelas akan tinggal dimana sebelum sampai di US, so memilih apartemen harus dilakukan sedari awal dan dipikirkan matang-matang. Kalaupun belum dapet apartmen yang cocok dan kita sudah sampai di US, kita bisa menghubungi International Office di kampusnya masing-masing. Para petugas disana sangat helpful.

Nah lalu kehidupan kampus sendiri gimana, terutama untuk International Students?

Tunggu ya di part II nya 😀

 

*****

HSU Library, February 27, 2012

Arcata, California, USA

Advertisements

12 thoughts on “American College Life Part I

  1. wow, it’s really great. eventhought that’s kinda your experience, but ya learned me so many things. I’ll give you some questions, in each numbers… soon on facebook

  2. Great post at American College Life great persie. I was checking continuously this blog and I am impressed! Extremely helpful info specifically the last part 🙂 I care for such information a lot. I was looking for this particular information for a very long time. Thank you and best of luck.

  3. Hai, saya mau tanya kalau ambil associate degree itu programnya apakah sama dengan 2 tahun pertama di 4-year university? Saya rencana ambil associate degree di bidang design, tapi takut kalo ternyata di associate degree yang dipelajari cuma subject2 wajibnya. Thanks before!

    1. Hai Amanda,

      Biasanya courses di 2-year college itu prerequisites untuk higher level courses di 4 year college dan di desain agar bisa di transfer. So kemungkinan besar yang kamu pelajari di 2 year college adalah courses level dasar agar bisa di kembangin di 4 year college. Misalnya di 2 year college kamu mempelejari Biology 100 dan Bilogy 200+ di pelajari nanti di 4 year univ. System belajarnya juga sedikit berbeda karena 2year college biasanya lebih ke vocational-oriented dimana stduents nya di arahkan agar mempunyai skills kerja.

      Tapi tentunya setiap univ mempunyai policy yang berbeda. Jawaban yang paling akurat tentunya dengan menghubungi langsunga 2 year college yang ingin kamu masuki (pastinya sudah punya dong beberapa campus 2 year fav) dan tanyalah secara detail apa saja yang dipelajari dan apakah transferable ke 4year univ.

      Hope it helps 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s