My Doors to USA

My Doors to USA 4 (Global UGRAD 2011-2012)

San Francisco

4th Door: Scholarship is a Great Miracle!!

Hidup dan nasib bisa tampak berantakan, misterius, fantastis dan sporadis namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun yang terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan.” (Harun Yahya-Edensor)

It’s me again!

Assalamualaikum kawan, apa kabarnya?

Tak terasa sudah hampir empat bulan saya berkelana mencari setitik ilmu di negeri Paman Sam. Hari ini Senin 3 Oktober pukul 2.23 PM di Humboldt State Library. Sudah memasuki musim gugur sehingga hujan terus sepanjang hari. Daun-daunan sudah berubah menjadi merah. Nampaknya mereka sudah siap untuk meninggalkan pohonnya.

Fall
Fall

Ada perasaan takjub ketika melihat daun-daun pohon berubah dari hijau ke kuning lalu merah dan akhirnya berguguran. Tentu karena ini hal pertama dalam hidupku bisa melihat hal-hal seperti itu. Perubahan dari musim panas kemusim gugur memang sangat terasa, baik dari waktu siang yang kian menyempit, ditambah udara yang semakin dingin. Angin juga terasa dimana-dimana.

Subhanallah!!

Indah sekali melihat pohon2 yang berdaun merah dan kuning itu. Atau melihat beberapa pohon yang sudah seperti mati mengering tak ada daunnya sama sekali. Tapi ada pohon yang kebal akan musim gugur, yaitu pohon evergreen.

Baiklah! Mari kita lanjutkan cerita ini kawan!! Bagi yang belum membaca bagian ketiganya, silahkan klik disini 🙂

My Door to USA III

There and back again

Dicerita sebelumnya, aku telah berhasil melakukan wawancara yang cukup membuat jantung memompa darah berkali-kali lipat dari biasanya. Setelah pamitan dengan teman-teman peserta wawancara yang lain, aku dan Ibad pun pulang ke Bandung.

Sudah larut malam ketika aku menginjakan kakiku di kota Bandung. Hari yang sangat melelahkan dan mendebarkan terlewati sudah. Entah apa yang ada dihati ini. Perasaanku begitu kalut tak menentu. Rasanya aku ingin mengunci diri di dalam kamarku yang sempit dan mencoba melupakan beasiswa ini lagi.

Aku pamitan dengan Ibad di Stasiun Bandung. Kulihat dia tersenyum di balik rasa lelah yang tentunya menghampiri dirinya. Rasa terima kasih ini tak kan bisa tersampaikan dengan beribu-ribu kata. Wanita yang sangat berhati mulia bagiku, bukan karena dia selalu menolongku, tapi karena kebaikan dia melebihi dari hal itu.

Ku buka pintu kamarku dan kulihat adikku sudah tertidur lelap dengan TV yang masih menyala.

Ah.. kebiasaan!!

Dia selalu tidur dengan TV meraung-raung. Kasian TV itu selalu begitu sepanjang hidupnya. Lebih kasian lagi ketika akhir bulan. Kami harus membayar tagihan listrik yang selalu membuat mata kami seperti tak mau menutup lagi ketika melihat jumlah uang yang mesti kami bayar.

Aku rebahkan diriku dengan pasrahnya. Ya Allah.. betapa hari yang sangat indah dihiasi pengalaman yang sangat menakjubkan. Dua minggu lagi pengumuman itu akan segera keluar.

Mungkinkah? mungkinkah?

Hanya itulah yang ada dipikiranku saat itu. Aku teringat orang-orang hebat itu yang membombardirku dengan berbagai pertanyaan. Ku ingat saingan-sainganku yang tentunya lebih hebat dariku.Tapi semuanya punya kesempatan yang sama. Kata-kata itu yang membuat diriku bangkit dari rasa pesimis yang terkadang selalu melanda orang-orang kecil.

*****

Run the days

Kujalani hari-hariku seperti biasanya. Kuliah dari senin sampai kamis dan kerja dari Jumat sampai Minggu. Ya memang aku tidak pernah libur. Tidak ada kata libur dalam hidupku. Melelahkan memang, apalagi ketika melihat orang-orang lain bercengkrama ria bersama teman-temannya di malam minggu dan tidur sampai sepuasnya di hari minggunya. Nah aku, setiap weekend aku habiskan di tempat kerja yang sangat menguras tenaga.

Tapi entah kenapa aku selalu bangga bisa mendedikasikan kemampuanku bekerja di hotel sekelas itu. Salah satu hotel bintang lima international terbaik di Bandung.

Kepuasaan diri memang selalu tak ada tandingannya.

Lagian entah kenapa aku belajar menjadi pribadi yang tidak pernah mau merepotkan orangtua, bahkan dalam urusan financial. Kalo masih bisa sendiri dan berusaha sendiri, I’ll do it on my own.

Waiting

Setiap harinya aku terus memantau perkembangan melalui SMS dengan temen-temen Ugrad yang sama-sama lolos ke tahap interview. Barangkali saja ada yang sudah dapet info. Sungguh perasaan yang sangat mendebarkan dihari-hari itu. Aku yakin semuanya berharap lolos, tapi tetap saja harus ada yang bisa menerima keadaan terburuk.

Dan diriku bisa menjadi salah-satunya.

Hingga akhirnya Kamis sore sewaktu pulang kerja, sebuah SMS masuk datang dari Alfi yang ada di Aceh. Dia memberitahukan bahwa dia dan Amalia dari Medan berhasil lolos ke tahap selanjutnya, TOEFL iBT. Memang pengumumannya dipercepat satu minggu dari yang seharusnya.

Alhamdulilah, Subhanallah..!

Senang mendengarnya, tapi jantung ini malah bekerja 100 kali lipat dari biasanya. Bagaimana denganku? aku masih di dalam angkot pulang yang aku yakin semua orang tahu gimana resenya angkot ketika ngetem seenaknya. Pulsaku tidak mencukupi untuk membuka email di HP ku dan warnet yang aku tahu masih lumayan jauh. Tapi aku sudah tak sabar untuk segera mengecek emailku.

Ah.. sumpahnya pengen ngasih bogem mentah saja tuh sama supir angkot yang dari tadi tidak jalan-jalan.

Akhirnya aku memutuskan untuk turun saja disitu, di deket Taman Flexi dan mencari warnet di sekitar situ. Yeah.. ada satu ternyata, lupa nama warnetnya apa. Aku buru-buru masuk tanpa mencopot sepatuku padahal kan warnetnya lesehan.

Hahaha.. maaf-maaf!!

Seketika aku buru-buru log in. Beneran tanganku gemetaran waktu itu sampai aku tidak bisa mengontrol mouse-nya. Ku ketik kata “gmail” dan kumasukkan username dan passwordku. Kawan bisakah kalian bayangkan apa yang aku lakukan pada saat emailku loading?

Benar!! aku tutup mataku dan berharap sebuah email baru muncul.

Tapi bagaiaman kalo tidak?  Ah.. Alfi saja dapet emailnya sekitar jam 3, nah sekarang hampir jam 4. Perkiraanku kalau ngirimnya bersamaan, tentunya email itu sudah ada di inbox ku. Setelah sekitar 10 detik aku tutup mataku.. akhirnya aku beranikan membukanya dan…

Subhanallah.. Alhamdulilah, Allahuhu Akbar..!!!

Aku bener-bener gembira ketika melihat email itu hadir dan tersenyum kepadaku. Kali ini aku bener-bener menangis. Kalau ada yang bilang “Men dont cry” aku tidak perduli karena pria juga manusia yang punya rasa hahay.. so no problem!

Kawan..! email ini lah yang membuatku tersenyum dan menangis bahagia.

December 16, 2010 
Mr. Nanak

Jl. bla bla bla bla

Dear Mr. Nanak,
 
I am pleased to inform you that you have been officially nominated by the American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) Board to participate in the 2011 Global Undergraduate Exchange Program to experience an academic program at a university in the United States commencing with the Fall 2011 academic term at the earliest.  Please note that a nomination is not a guarantee of final selection. That determination is made in Washington D.C. Also if you are finally selected, the decision on the length of your program of either one or two semesters, would be determined by the final selection committee.

In the meantime, we will also register you to take the TOEFL (Internet Based TOEFL) in January which is required by the program.  We will contact you later on the date of the test.

Your preliminary nomination to participate in what is widely acclaimed as one of the premiere and most esteemed academic exchange programs in the world is an acknowledgement of your academic accomplishments.  I am confident that you will exemplify the same standards of excellence when you assume the responsibility as a representative of Indonesia to the United States of America.  In so doing you will exemplify the guiding principle of the Global Undergraduate Exchange program which seeks to enhance mutual understanding and cooperation between the people of the United States and of other countries through educational and cultural exchange.

Please accept my personal congratulations for your selection as one of the nominees for the Global Undergraduate Exchange program.  I am hoping that you will finally be selected as one of the representatives from Indonesia in the 2011 Global Undergraduate Exchange program.

Looking forward to hearing from you your willingness to continue on with the nomination process.  Thank you.
Sincerely yours,
 
 
Mr. M

Executive Director

Sungguh indah kan kawan kata-kata yang tertulis di email itu? Betapa bahagianya pada waktu itu meskipun itu bukanlah pengumuman final, tapi setidaknya aku sudah dinominasikan bersama beberapa orang yang lain dan berkas-berkasku akan segera dikirim ke Washington DC.

Wow..!!

Baru mendengar berkasku akan dikirim kesana saja sudah membuatku bangga, setidaknya namaku, nama sekolahku, cerita di essayku akan dibaca sama orang-orang disana. Kubalas SMS semua temen-temen Ugrad yang sudah aku kenal, beberapa dari mereka mendapat email yang sama namun ada juga yang tidak. Rasa sedih ini datang lagi. Masih teringat ketika lunch terakhir setelah interview, kita berdoa semoga yang interview hari itu lolos semuanya. Tapi ternyata Allah berkehendak lain.

                                                                        ******   

Beautiful things have their own time                                                             

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.” (Arai-Edensor)

Setelah perasan ini sedikit tentram, aku putuskan untuk print email itu sehingga aku bisa membacanya berulang-ulang kali di rumah. Kalau perlu aku laminating dan aku tempelkan di dinding kamarku.

Berulang kali aku membacanya dan tersenyum-senyum sedniri. Orang tuaku masih belum tahu mengenai beasiswa ini, masih aku rahasiakan. Kemudian hari-hariku ku penuhi dengan mencari web-web gratis untuk praktik TOEFL iBT.

Denger-denger sih ni TOEFL versi terbaru dan sangat susah. Beruntung temen-temenku di ASES selalu membantuku. Terimakasih untuk a Asep yang sudah mengirimkan beberapa link iBT. Kutemukan juga satu buku mengenai iBT di perpus tapi CD nya ga ada. Iseng-iseng nyari di Gramedia, tapi harganya itu lho, 325 ribu.

Apa-apan itu harga hehehe..!!

Mending buat keperluan yang lain. Di kampus, aku sedikit mengurangi waktu berkumpul di kole (kolam lele) bersama geng madesu. Aku sedikit bercerita mengenai masalah buku iBT sama Ibad, eh bener-bener ni perempuan. Tidak berapa lama dia membawakan buku itu, masih baru lagi plus CD-nya.

Ini buku kan mahal kenapa Ibad mau memebelikannya untukku? Beribu rasa terima kasih kembali terucap. Aku bilang bahwa aku akan menggantinya. Tapi dia bilang itu hadiah dan balasannya kamu harus bisa sampe ke USA. Dalam hati aku berjanji akan berusaha keras di iBT.

Tapi.. ternyata memang susah ya, terutama readingnya itu lho, melalui komputer pula. Belum apa-apa mata ini sudah berair, menurutku lebih enak paper test. Belum lagi topic-topic nya itu berat bos hahaha.. Listeningnya juga lumayan susah.

Pokoknya semua section di iBT itu memang sangat menantang. Perasaanku kembali drop. Tidak mungkin deh Nak kamu bisa passing nih iBT minimal 61 setara dengan ITP 500. Dalam hal ini memang aku sangat menyedihkan. Aku cuma bisa belajar sendiri tak ada pembimbing atau apalah. Padahal ni iBT masih hal baru di hidupku.

Test, test and test

Beberapa hari kemudian datang sebuah email baru mengenai kapan iBT akan dilaksanakan. Kebetulan pihak Aminef mengirimnya ke seluruh kandidat yang lolos dalam satu email. Iseng-iseng aku lihat di “detail” emailku. Ternyata email ini dikirim ke 14 orang, so estimasiku saat itu adalah yang lolos ke iBT itu 14 orang out of 25. Sedikit gembira juga coz setidaknya chance aku lebih terbuka.

Aku email orang-orang yang aku belum kenal. Mereka membalas, ada Jo dari UNPAR, Bea dari UNPAD, Wita dari UNS, Melda dari Kalimantan, Tyan dari UGM dan Mas Jazz dari Paramadina. Komunikasi kami pun berlanjut melalui Facebook dan saling tukar nomor HP. Ternyata dari Bandung ada 4 orang, dan merupakan yang terbanyak di antara kota-kota lainnya. Pikiranku waktu itu tidak mungkin semua dari Bandung bisa lolos. Pasti cuma satu atau dua orang.

Dan melihat nama-nama besar mereka seperti Unpad, Unpar, ITB nyaliku semakin menciut.  Siapa sih yang tidak mengenal kampus-kampus besar itu? Tapi tetep go on!! yang nentuin kan orang-orang Amerika sana yang belum tentu juga tahu nama-nama kampus itu atau seberapa besar mereka.

Akhirnya penentuan tanggal iBT pun sudah diterima. Aku tes di Bandung tepatnya di UPI pada tanggal 22 Januari. Lebih cepat seminggu dari yang lainnya. Wah berarti persiapan aku yang paling sedikit donk. Belum lagi pada minggu itu aku sedang melaksanakan mid semester.

Konsentrasiku bener-bener terpecah!!

Tapi ketika melihat biaya iBT yang sekitar $150, semangatku kembali bangkit. Aku tidak mau menyia-nyiakannya. Mereka sudah membayarku semahal itu. Aku harus maksimal. Hingga akhirnya 22 Januari pun datang. Dengan semangat 47 aku berangkat ke UPI dan siap untuk bertempur.

*****

HSU FOunders Hall

“Murid-muridku, berkelanalah, jelajahi Eropa, jamah Afrika,  temukan mozaik nasibmu di pelosok-pelosok dunia. Tuntut ilmu sampai ke Sorbonne di Prancis, saksikan karya-karya besar Antoni Gaudi di Spanyol.”(Pak Balia-Edensor)

Tes iBT berjalan dengan sangat lancar. Aku berhasil melakukannya sesuai dengan kemampuanku. Bahkan boleh dibilang dengan sangat berdarah-darah #lebaynya si nanak ini.

Namun demikin aku tidak berharap terlalu tinggi. Dapat 60 saja sudah bersyukur. Sekali lagi, bagiku iBT itu sangat menantang.

Lantas saat-saat yang mmbosankan datang pula. Disinilah perasaanku dan perasaan temen-temen yang lain seperti tak menentu. Semuanya sudah menjalankannya, ada yang di kotanya masing-masing ada juga yang di Jakarta bagi mereka yang berasal dari kota-kota yang belum ada akses iBT.

Jarak antara tes iBT ke pengumuman final terasa sangat lama dan menjemukan. Bayangkan hampir tiga bulan tanpa ada kepastian.

Sworn Translator

Email terakhir yang kami terima adalah mengenai follow up dokumen-dokumen yang harus ditranslate ke bahasa Inggris melalui sworn translator. Data-data itu akan di kirim ke Washington DC untuk keperluan admission ke univ2 disana. Kesibukanku kembali berlanjut. Aku tanya sana-sini dimana cari Sworn Translator dan aku cuma punya waktu 3 hari untuk itu.

Belum lagi hari-hari itu aku sibuk kerja alhasil waktuku sebenarnya cuma 1 hari. Aku telepon IDP tapi perlu waktu lebih dari 3 hari. Transkrip sih sudah aman coz kampus nyediain versi bahasa Inggrisnya. Cuma ini Ijasah SMA yang jadi masalah. Dan ternyata biaya untuk translatin dokumen itu tidak murah, sekitar 150 ribu.

Arghhh… bener-bener!!

Namun Alhamdulilah, ternyata di kampusku ada lembaga kursus  namanya LP2KBA yang kadang-kadang menerima juga terjemahan.  Meskipun bukan sworn translator tapi ada cap kampusnya jadi setidaknya tetep kredibel. Ibu Lilis bener-bener penolong waktu itu. Dia mengerjakan itu cuma satu hari ditengah kesibukannya sebagai dosen. Bahkan dia tidak mau menerima bayaran. Terimakasih banyak ibu.

Sementara Agit temenku juga sibuk antar aku kesana-sini, terutama ke SMA aku untuk minta leagslisir ijasahku yang sudah habis. Kawan itu tidak mudah lho, maklumlah urusan kaya gitu suka dipersulit. Tapi Alhamdulilah pihak TU di SMA ku bisa memperjuangkannya meskipun waktu itu KepSek nya sedang di Inggris. Menjalankan ritual tahunannya keliling Eropa.

OK!! semua dokumen sudah siap tapi bener-bener di hari deadline. Tidak mungkin aku mengirimkannya lewat pos. Akhirnya hari itu juga ketika terjemahan ijasah beres jam 9, jam 10 nya aku berangkat ke statsiun kereta untuk membeli tiket dan berangkat bersama Ibad tepat pukul 10.20. Semoga sampai Jakarta kantor Aminef masih buka. Sekali lagi terimakasih Ibad sudah rela bolos kuliah untuk ke Jakarta denganku.

Semua sudah beres. Tinggal menunggu hasil iBT dan pengumuman final yang entah kapan. Denger-denger katanya sekitar April, so kami harus menuggu sekitar 3 bulan. Penantian yang sangat panjang. Facebook ku dihiasi oleh komen-komen dan wall post dari temen-temen sesama kandidat. Tak ada bosannya kami membicarakan segala kemungkinan. Bahkan kami saat itu hendak membuka grup di Facebook walaupun pada akhirnya tidak jadi karena tidak ada yang bersedia. Alasannya adalah takut kalo  si pembuat grup itu malah ternyata yang tidak lolos. Pastinya akan sedih sekali.

Hasil iBT ku keluar lebih awal tepatnya sekitar tanggal 1 Februari. Ternyata hasilnya tidak begitu memuaskan. Memang di atas 60 tapi tidak sampai 70. Aku menunggu hasil kawan-kawanku seminggu lagi. Ketika hari itu datang, ternyata hasil mereka sangat menakjubkan.

Bahkan ada yang dapat 105. Bener-bener brilliant!!

Kesimpulannya hasil iBT aku lah yang paling rendah dari semuanya. Hanya doa lah yang bisa merubah semuanya. Tak hentinya aku berdoa saat itu. Semoga chance aku masih terbuka. Aku ceritakan kondisi ini ke Mbk Mei yang masih di Missouri State University. Ternyata pengalaman beliau sama, dulu juga iBT mbk Mei yang paling rendah. Tapi nyatanya dia bisa lolos, memang iBT itu bukan lah faktor penentu utama. Mendengar hal itu perasaanku kembali bangkit.

Tak sabar rasanya menunggu bulan April itu datang. Bulan dimana hidupku menjadi sangat berarti.

To be Continued –> 5th Door (Ending)

*****

Me and My Best Friends in HSU

For blog with Photos visit www.greatpersie.wordpress.com

Humboldt State University Library

October 3, 2011 @ 4.15 PM

Advertisements

7 thoughts on “My Doors to USA 4 (Global UGRAD 2011-2012)

  1. when i read the email, i was smiling happily, hahaha
    it’s just like i was the one who got it, :p

    there’s a quote that i really like there “everyone has the same chance”,
    and from this article, i got a moral “if there’s a will, then there’s a way. even a miracle”
    ah, afterall, i really like this blog! hahaha

  2. halo kakak, salam kenal. mau tanya nih, jadi berkas yg perlu di translate adalah
    1. ijazah sma
    2. transkrip kuliah
    3. ijazah smp juga kah?
    4. apa lagi ya kak?

    klo nulis namanya itu sesuai dg ktp atw gimana? apa harus ditulis last, first, dan terakhir middle?

    primary sch itu smp kan?

    yg pertanyaan any gaps sm dismissed from school itu apa bedanya?

    terakhir, terimakasih banyak 😀

    1. Hallo Nisa salam kenal juga,

      yang perlu di translate transrip aja. SKUN tidak perlu. SKHUN ya bukan ijasah. apalgi ijasah SMP tidak perlu disertakan.

      sesuai dengan KTP ataui dokumen2 resmi kamu. kalau lengkap semuanya (first, middle, last) boleh ditulis. kalau cuma dua berarti first dan last name aja.

      Primary biasanya SD dan SMP

      Gap bisa berarti dismissed ato DO ato apapun yang membuat kamu berhenti dulu sekolah atau kuliah selama beberapa saat (cuti juga termasuk)

      Feel free to ask ya. Hope it helps

  3. hi,
    saya applicant untuk tahun ini. saya submit dokumen tgl 1 nov
    mau tanya, undangan wawancara pertama kali masuk ke email mu tanggal berapa?
    hingga saat ini saya belum mendapat email…
    saya sangat khawatir setelah membaca blog bagian ini, karena yg saya serahkan ijazah sma. saya menginterpretasikan “Official results of the national general secondary school leaving exam” sebagai ijazah
    Oh ya, semua palikasi kita difotokopi dua kali kan? termasuk surat rekomendasi dll. jadi 1 original document plus 2 complete copies sesuai yang tertera di web
    gosh T.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s